Bedah Pemikiran Adonis - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Diskusi
03/06/2004

Bedah Pemikiran Adonis Transkrip Diskusi Bulanan JIL Februari 2004

Oleh Redaksi

Di depan kita sudah hadir dua pembicara sebagai pengantar awal diskusi ini. Yang pertama adalah Muhammad Jadul Maula, direktur eksekutif LKiS Jogjakarta dan yang kedua Ulil Abshar-Abdalla dari Jaringan Islam Liberal. Saya berharap Jadul dapat mengambil bagian pertama untuk berbicara pemikiran-pemikiran keislaman Adonis. Saya melihat Jadul telah membawa salah satu karya penting Adonis, yaitu al-Tsabit wa al-Mutahawwil. Bagian kedua, Ulil Abshar Abdalla akan berbincang tentang perspektif kebudayaan Adonis, karena Adonis memang seorang budayawan. Ulil tampaknya telah memegang buku Adonis yang lain yang berjudul al-Kitab dan al-Nashsh al-Qur`aniy wa Afaq al-Kitabah. Buku al-Kitab saya lihat merupakan antologi dari puisi Adonis.

Nara Sumber: M. Jadul Maula & Ulil Abshar-Abdalla
Tempat: Teater Utan Kayu, 25 Februari 2004
Waktu: 19:00 WIB - selesai
Moderator: Abdul Moqsith Ghazali


Catatan:

Karena panjangnya tulisan, tulisan ini tidak dapat dibaca langsung melalui website kami. Untuk membacanya, silakan pilih dokumen di bawah ini dan download ke komputer Anda (klik kanan dan Save Target). Setelah didownload, Anda bisa langsung membacanya (dobel-klik) file tersebut atau membukanya dari program pembacanya masing-masing.

200402_transkrip_adonis.PDF - Adobe Acrobat Reader (276 KB)

200402_transkrip_adonis.RTF - Rich Text Format (109 KB)

200402_transkrip_adonis.ZIP - Rich Text Format dalam ZIP (35 KB)

Untuk membaca dokumen PDF silakan download pembacanya di situs Adobe di bawah ini GRATIS:
http://www.adobe.com/products/acrobat/readstep2.html

03/06/2004 | Diskusi | #

Komentar

Komentar Masuk (1)

(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)

Assalamualaikum

Tadi pagi saya baca koran, dengan judul “MUI didesak larang JIL”. MUI didesak untuk mengeluarkan fatwa larangan adanya JIL di Indonesia. Alasanya, pemikiran atau ajaran yang dikembangkan kelompok itu dianggap menyesatkan umat dan bagian dari kemungkaran. Ini dikemukakan di arena Kongres Umat Islam Indonesia IV yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Selasa (19/4).

Dilain pihak, saya telah mengikuti diskusi mengenai pemikiran Adonis, dan ---terlupakan, kemudian saya buka lagi ternyata belum ada juga yang berkomentar. Kebetulan sayapun telah baca buku “Islam ditelanjangi” dan ini mengembalikan ingatan pada Adonis, dan kemudian dihubungkan dengan head line mengenai JIl.

Jadi saya pikir mereka yang merasa cemas terhadap sejarah kekerasan sahabat nabi/ maupun nabi diketahui oleh masyarakat Indonesia saat ini, masih berkehendak menutupinya, cepat-cepat memohon MUI mengelurkan fatwa pelarangan terhadap JIL.Padahal segala informasi terbuka dalam dunia sekarang (internet).

Saya selalu mengemukakan kenapa Islam tidak mau maju-- karena selalu bercermin pada sejarah dulu, tanpa mau melihat sisi buruknya yang sebenarnya berguna untuk memperbaiki diri, mengapa harus diungkap terlebih dahulu oleh orang lain (Islam ditelanjangi), dan kalau kita berpikir pada “win-win solution” maka sejarah keburukan itu berguna sebagai cambuk terhadap kita menuju ke arah perbaikan diri bahwa itu tidak patut dicontoh. Yang sebenarnya perbaikan itu telah dirintis oleh Adonis maupun oleh pemikir JIL pada saat ini.

Dan apakah ini semua dasar tuduhan bahwa JIL sebagai aliran sesat. Kalau demikian kapan kita bisa menyejukan masyarakat Indonesia.

Wassalam.
-----

Posted by H. Bebey  on  04/19  at  07:04 PM

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq