Berontak Demi Kaum Perempuan - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Tokoh
01/05/2002

Fatima Mernissi: Berontak Demi Kaum Perempuan

Oleh Nong Darol Mahmada

Fatima Mernissi lahir tahun 1940 di Fez, Marokko.  Ia tinggal dan dibesarkan dalam sebuah harem bersama ibu dan nenek-neneknya serta saudara perempuan lainnya.  Sebuah harem yang dijaga ketat seorang penjaga pintu agar perempuan-perempuan itu tidak keluar. Harem itu juga dirawat dengan baik dan dilayani oleh pelayan perempuan.

01/05/2002 05:47 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (2)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Setelah saya pelajari artikel-artikel yg memperjuangkan perempuan dalam sebuah kehidupan sehari-hari, maka disini saya ingin berkomentar bahwa perempuan disini harus kita lihat dari segi kemanusianya, jangan dari jenis kelamin. Perempuan dalam kancah politik bisa akan menjadi kambing hitam bila si perempuan itu bisa dikebiri. Artinya, perempuan jangan mau disetir begitu saja; kalau itu hitam usahakan kapanpun tidak akan erubah warna.

Terimakasih

#1. Dikirim oleh M.Abd.Prastyo .E A P  pada  09/02   12:02 PM

penempatan perempuan yang setara dengan laki-laki memang sangat perlu tetapi tetap sesuai dengan proporsinya masing-masing,kondisi objektif yang terjadi sekarang adalah keidentikan persamaan hak laki-laki dan perempuan yang tentu saja itu justru menempatkan posisi perempuan di bawah.dan gerakan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan seringkali kebablasan,menempatkan lelaki sebagai musuh yanng harus di basmi bukan sebagai partner. tidak akan bisa berubah nasib kaum perempuan tanpa kolaborasi antara keduanya
-----

#2. Dikirim oleh nenk  pada  10/04   05:04 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq