Islam dan Nasionalisme tidak Mesti Bertentangan - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Wawancara
29/08/2005

Dr. Bachtiar Effendi: Islam dan Nasionalisme tidak Mesti Bertentangan

Oleh Redaksi

Hubungan antara Islam dengan nasionalisme tidak mesti bersifat diametral. Menjadi seorang muslim yang baik, tidak berarti menjadi seorang yang anti-nasionalisme. Fakta itulah yang telah ditunjukkan para perintis perjuangan kemerdekaan Indonesia tempo dulu. Demikian sekelumit perbincangan Burhanuddin dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Dr. Bachtiar Effendi, dosen Pascasarjana UI, Kamis (18/8) lalu.

29/08/2005 04:25 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (1)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Saya ingin menanggapi pendapat Bapak PROF.Dr.Bachtiar. Tetapi sebelumnya saya ingin menanggapi pertanyaan saudara Burhanuddin dari JIL. Kenapa anda bertanya seakan-akan anda bukan dari golongan ISLAM? Abu Bakar adalah Khalifah, Umar adalah Khalifah. Begitu juga Usman, Ali dst. Tidakkah anda bahagia hidup dengan Islam dan syariahnya? bagaimana pendapat anda dengan ayat “walan tardha `ankal yahuudu walan nashaara hatta tattabi`a millatahum” Mohon ditanggapi. Wassalam.

Mahasiswa IAIN IMAM BONJOL PADANG PEDULI SYARIAH DAN KEBENARAN. ALLAH DAN RASULNYA BERSAMA ORANG YANG BERIMAN DAN BINASALAH ORANG-ORANG MUNAFIK. Selamat berjihad. ALLAHUAKBAR
-----

#1. Dikirim oleh Rahmat Hidayat  pada  14/05   09:05 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq