JIL Adakan Konferensi Pers - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Pernyataan Pers
16/09/2005

JIL Adakan Konferensi Pers

“Tidak ada satu pasal pun yang dilanggar oleh JIL. Bila masih ada sebagian orang yang masih keberatan dengan keberadaan JIL, silahkan menggugat lewat jalur hukum. Karena negara kita adalah negara hukum”.

16/09/2005 06:50 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (33)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 >

As.Wr.Wb Kalau pelaku Teroris Islam menghancurkan karakter islam dari luar,menciptakan persepsi dimata Penganut Agama lainnya bahwa Islam adalah agama kekerasan dan bodoh dan bisanya hanya ngebom,maka JIL datang menghancurkan Islam dari dalam,mengarahkan umat supaya jangan percaya lagi kesucian Al Qur’an karena Al Qur’an tidak sempurna,jangan percaya lagi syariat karena syariat hanya pendapat yang tidak sesuai dgn yang dimaksud Al Qur’an,jangan percaya lagi fikih karena fikih yang ada juga tidak kuat,jangan percaya lagi Alim Ulama karena Alim Ulama adalah kaki tangan Pemerintah dan tidak berkualitas. Tapi ada perbedaan diantara keduanya,kalau Pelaku Teroris Islam berbuat begitu karena ketidakberdayaannya menghadapi kemajuan intelektual barat,kemajuan ekonomi,militer dan tehknologi.Lantas JIL berbuat begini karena apa? Demi kemajuan Islam kah? Apakah Islam jadi maju :  -kalau dikembangkan wacana bahwa Al Qur’an bisa jadi kurang sempurna dan hanya untuk Arab. -kalau semua muslim menganut paham monogami, -kalau dibebaskan orang menyebarkan keyakinan ada nabi sesudah nabi Muhammad SAW, -kalau dikembangkan opini bahwa MUI,NU,dan MUHAMMADYAH tidak layak menjadi parameter panutan umat dalam mengikuti pegangan ibadahnya. -dllsb yang dikembangkan di banyak artikel JIL. Apakah sasaran yang ingin di capai JIL,sebenarnya. Terima kasih

#1. Dikirim oleh Husni Thamrin  pada  28/09   07:09 AM

Assalamualaikum. Heran, hari gini, JIL masih saja ada yang menentang, padahal apa yang disampaikan itu terasa tidak satupun mengandung kekerasan, menganjurkan jadi teroris, maupun melecehkan sesama umat. Tulisan-tulisannya hanya menganjurkan, pakailah intelektual logika yang tentunya tidak melupakan makna dari apa yang disampaikan dalam Al Qur’an, menafsirkan dan memecahkan masalah secara runtut tanpa diiringi oleh ambisi politik, uang, apalagi kekuasaan. Beda dengan apa yang disampaikan oleh orang yang benci pada Islam, yang banyak ditemukan di internet ini. Di antaranya ada yang mengemukakan sejarah perkembangan Islam menurut versinya, seperti http://www.faithfreedom.org, di situ lebih mengerikan, walaupun kita diharapkan tetap memakai akal yang sehat dalam menanggapinya, dengan demikian, itu merupakan sarana dalam melakukan intropeksi diri. Semua itu memang suatu tuntutan jaman, yang mengharapkan kita semua bekerja ke arah itu dengan suatu kesadaran bahwa Tuhan tidak akan mengabulkan begitu saja perubahan yang kita inginkan, jadi tak mungkin terkabullah tanpa kita terlebih dulu merubah diri sendiri .  Kita sadar untuk medapatkan kemajuan seperti barat kita harus menggunakan intelektual logika alias akal. Bukankah dengan akal kitapun akan dibimbing menemukan Tuhan.

Wassalam

#2. Dikirim oleh H. Bebey  pada  02/10   08:10 PM

Assalamualaikum baru kali ini saya masuk dalam situs JIL. saya setuju dengan keberadaan JIL dan perjuangannya mencerdaskan umat dan menghargai pluralitas. sebagai non muslim, saya salut dengan keberanian JIL melawan deras arus yang menentang. keberadaan JIL mampu memberi nuansa baru cara pandang non muslim terhadap Islam. semoga kehadiran JIL memberi mampu memberi kesejukan intern & antar umat beragama. semoga ada perbaikan di Bumi kita tercinta Indonesia.  Wassalam

#3. Dikirim oleh A.A. Danawan Novas  pada  13/10   03:10 AM

Mengapa jalur hukum? Kita cukup berdiskusi dan berdebat secara konsep keilmuan dan kajian Al-quran dan hadist. Bukanlah JIL mencoba melakukan perang pemikiran (ghazwul fikr), kami pun demikian untuk menjaga kebenaran ajaran Islam.

Kepada aktivis dan netter muslim dan non-muslem yang kontra-JIL, mari kita rapatkan barisan dengan membangun paradigma baru dalam dakwah kebenaran ajaran Islam dan ajaran agama kita masing-masing.

moon child Asociated,an.NYC

#4. Dikirim oleh moon child  pada  10/01   11:01 PM

Saya anak muda.. Saya umur 16 tahun.. Saya ga tau banyak tentang agama.. Atau lebih tepatnya.. Saya belum pasti berbicara tentang agama.. Walaupun saya yakin agama yang saya anut benar.. Saya yakin dengan agama saya sepenuhnya.. Saya yakin kesucian yang saya percayai sudah saya buktikan sendiri dengan mata kepala saya.. JIL dimata saya adalah Islam dari pandangan lain?? Apakah Anda setuju dengan Lia Eden?? Bagaimana tanggapan Anda?? Bukankah dia juga berhak untuk melakukan perubahan?? Agama? Dia belum memberi nama.. JIL.. Kenapa ga buat agama baru aja?? Anda membuat liberal berarti Anda keluar dari jalur Islam (yang saya yakin Anda tau betul apa arti Al-Qur’an kitab Suci yang tak seorang pun dapat mengubahnya, karena Dia lah yang menjaganya)

Kalau Anda berbicara di depan kaca.. JIL tidaklah beda dengan agama non-Islam.. Toh dasarnya sudah beda?? Buat agama lain aja ya?? Jangan bawa nama Islam.. Kasian yang mau masuk surga

Salam..

Anak bangsa yang peduli agama dan moral.. Ketika logika dipasang pada keyakinan, maka hampir keyakinan tak punya arti apa-apa..

Wassalam..

#5. Dikirim oleh Fuu  pada  29/07   06:07 PM

Gua neh orang abangan. Nasionalis Abis. Pokoknya kalau masih didalam koridor Perundang-undangan dan hukum yang berlaku, semuanya adalah benar. Karena yang membuat undang-undang dan hukum itu juga orang-orang yang melek agama dan tidak bodoh. Jadi, yang berhak bilang salah itu pengadilan. Yang berhak menangkap orang itu kepolisian. Yang berhak menuntu orang itu kejaksaan. Bukan yang laen.... Bukan FPI, FBR, ,FUI, MUI, NU, Muhammadiyah, atau yang laen-laen. Kalau mau maen hakim sendiri mending hidup di Laut ajee.... OK!

#6. Dikirim oleh Kholid Munadhor  pada  09/08   11:08 PM

aku salut banget buat JIL.. emang harusnya semua anak bangsa itu saling menghargai, maju bersama buat Bangsa Indonesia tercinta.. bukannya malah saling mo nunjukin kehebatan masing2 suku, agama ato golongan.. Tuhan memang menciptakan kita berbeda2..itu lah misteri dari Sang Pencipta. salahkah orang2 pribumi di pedalaman Rimba, yang belum mengenal agama, karena tidak terjamah oleh penyiar2 agama (dr mana aj) ??? ato salahkah seseorang yg dilahirkan di bangsa “A” ? “aku dan kamu memang beda warna...namun warna-warna itu akan menjadi suatu rangkaian & karya Indah nan Agung bila kita dapat mengolah & merangkainya.. !” Mari..saling menghargai!!! Berdoalah kepada Tuhan, (menurut agama & keyakinan mu masing2)...agar Indonesia menjadi tempat yang aman, tenteram &damai sentosa… Berbuat Kasih lah kepada sesama… Karena sebenarnya siapa aja, dari mana sukunya, apa agamanya, apa bangsanya...bila berbuat KASIH terhadap semua Manusia, maka dia telah bertemu dengan Tuhan… Semoga DIA yang MAHA KUASA berkenan memberkati Kita. Amin!!!!! SALAM PERSAHABATAN HENTIKAN PERANG SEKARANG JUGA!!!!

#7. Dikirim oleh ananto  pada  11/08   09:08 PM

seharusnya dari judul diatas sudah cukup mewakili apa yang ada dalam pikiran saya.

Keberadaan JIL apabila masih bermanfaat ya alhamdulilah dimanfaatkan, apabila merugikan ya harus dibuktikan biar bisa ditindak polisi.

Jadi orang itu yang adil, adil kepada diri sendiri, adil kepada alam, adil kepada manusia yang lain.

Allah lebih dekat kepada orang adil, buktinya cina yang berani menumpas korupsi di dalam birokrasinya, ditambah rezekinya tambah kaya, kenapa kita tidak!!!

#8. Dikirim oleh ibnu zuhair  pada  04/07   06:07 AM

Assalamualaikum Wr. Wb. Saudara-saudara sekalian, alangkah baiknya kita kembali kepada 2 hal, yaitu al-quran dan hadis, dimana rosululloh telah meninggalkan 2 perkara tersebut agar kita selamat dunia dan akhirat. Dalam mempelajari agama, sudah seyogyanya diambil dari sumber yang baik dan benar.

saya sangat heran dengan adanya Pandangan Islam Liberal ataupun ortodoks, sangat TIDAK MASUK AKAL, karena ISLAM adalah ISLAM. Alangkah baiknya jika perbedaaan pandangan tersebut dikembalikan kepada 2 perkara diatas yaitu al-quran dan hadis. demikian saya sampaikan, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum Wr. Wb.
-----

#9. Dikirim oleh agung  pada  02/03   06:03 PM

Saya aneh dengan sikap para aktivis JIL terutama Ulil. Kalo emang dia udah gak suka dengan nilai2 Islam ya udah pindah aja dari Islam,cari agama lain.Biar gak merusak ajaran Islam. Tapi kalo emang masih ngaku beragama Islam, ya udah ikutin sumber hukum Islam yaitu Al Qur’an dan As Sunnah. Tak ada paksaan dalam beragama, tapi kalo kita sudah ngaku umat suatu agama, maka ada nilai2 ajaran agama yang dipaksakan kepada pemeluknya dan kita tidak dapat berkilah dengan dalil kebebasan beragama.

#10. Dikirim oleh joni  pada  24/07   05:26 PM

---------------Bebas atau Sesat------------

KEBEBASAN BERPIKIR VERSI JIL
Konsep kebebasan yang diusung oleh Jaringan Islam Liberal dengan nama
kebebasan berpikir sama sekali tidak ada kaitannya dengan ilmu
pengatahuan.

Kebebasan berpikir versi JIL tidak lain adalah agenda yahudi zionis
dalam rangka menghancurkan eksistensi semua agama, termasuk Islam.

Yang mereka usung bukanlah kebebasan berpikir Islam seperti yang dahulu
dikembangkan.

Dahulu kebebasan berpikir yang datang dari dunia Islam adalah di bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan dalam masalah aqidah dan prinsip
dasar agama. Kebebasan berpikir di masa Islam dahulu melahirkan banyak
kemajuan buat bangsa dan negara, terutama di bidang ekonomi, teknologi,
ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan besar.

Sedangkan kebebasan versi JIL saat ini tidak menghasilkan apa-apa,
kecuali kufur dan laknat dari Allah.

Yang mereka usung adalah liberalisme yahudi yang intinya ingin merusak
semua agama, mencampur aduknya, melecehkannya danmencampur aduk aqidah.

Liberalisme = Agenda Zionis

Pluralisme dan Liberalisme Agama merupakan pintu masuk bagi penghancuran
agama itu sendiri. Hal ini sudah menimpa agama Nasrani ratusan tahun
lalu di Eropa dan Amerika, sehingga gereja di sana banyak yang kosong
dan kemudian dijual.

Banyak pula orang Eropa dan Amerika yang mengaku sebagai Kristiani kian
lama kian sedikit dan berubah menjadi agnostik, kaum yang tidak mau tahu
soal agama. Inilah buah dari Liberalisme yang melanda umat Kristiani
Eropa dan AS.

Setelah itu, kaum Liberalisme dan Pluralisme yang didalangi oleh apa
yang disebut-sebut Henry Ford sebagai The International Jews ini
mengarahkan sasarannya ke umat Islam dunia.

Indonesia sebagai negeri kaum Muslimin terbesar dunia menjadi tujuan
utama gerakan penghancur agama ini. Berkedok sebagai Islam Pluralis,
Islam Liberalis, Islam Damai, Islam Kultural, dan kedok-kedok lainnya,
mereka mencoba mendangkalkan agama Allah ini.

Itulah JIL di Indonesia, mereka bukan mengusung kebebasan pemikiran
sebagaimana layaknya dahulu umat Islam, tetapi pada hakikatnya mengusung
misi zionisme international untuk menghancurkan Islam dari dalam.
Waspada dan waspada.

Kebebasan Berpikir Versi Islam

Di bidang aqidah, agama Islam relatif punya konsep yang sederhana. Tidak
berbelit-belit sebagaimana keruwetan para filsuf barat yang memang rancu
cara berpikirnya.

Maka di dunia Islam tidak pernah timbul jurang pemisah antar sekte
aliran filsafat. Sehingga tidak pernah terjadi hegemoni ulama atau
indoktrinasi aqidah. Apalagi dalil dan nash yang dimiliki umat Islam
sudah sangat jelas dan mudah dipahami. Beda dengan dogma gereja yang
sumbernya justru otak para pemikir linglung di Eropa.

Di bidang ilmu pengetahuan, kebebasan berpikir versi Islam sangatbisa
kita banggakan. Dengan kebebasan itu, sejarah Islam bertabur cahaya
dengan para penemu di bidang ilmu pengetahuan. Ibnu Sina, Ibnu Rusydi,
Al-Khawarizmi, Al-Kindi, Ibnu Bathuthah, Al-Idrisi, dan sederet nama
ilmuwan besar yang sampai hari ini masih dianggap sebagai tokoh iptek
dunia.

Meski Al-Quran banyak bicara tentang fenomena alam, tetapi tidak ada
satu pun ayat yang bicara terlalu detail tentang hal itu. Ini bedanya
antara Injil hasil karangan manusia dengan Al-Quran kalamullah, yaitu
hal-hal yang terkait dengan iptek lebih banyak diserahkan kepada otak
manusia.

Sehingga silahkan saja manusia menikmati kebebasan berpikirnya, silahkan
lakukan penelitian, eksplorasi, bahkan manusia ditantang untuk menembus
jagad raya. Sesuatu yang di dalam dogma Gereja Eropa saat itu merupakan
kemustahilan.

#11. Dikirim oleh hamba Allah  pada  05/08   08:49 PM

memang negara kita negara hukum tapi jangan lupa hukumnya hukum kafir / batil yang tentunya bikinan orang orang kafir yang bisa juga disebut sejelek jeleknya binatang melata. marilah kita kembali kepada Al’quran & Sunnah tanpa harus ditambah dan dikurangi itu sudah lebih dari cukup untuk mencapai tujuan kita sebagai umat islam yaitu surganya ALLAH

#12. Dikirim oleh abu zidane  pada  20/08   09:20 AM

Saya sangat prihatin sekali, seagama saja selalu bertentangan. Kalau meyakini sama-sama Alquran itu firman Allah, sebanarnya tidak ada pertentangan. Karena pertentangan itu timbul karena kita merasa benar sendiri. Ingatlah Quran ada untuk menyatukan umat bukan untuk dipertentangkan. Karena tidak ada ayat2 yang bertentangan.

#13. Dikirim oleh Kartono  pada  30/08   11:23 AM

laknat Tuhan macam apa??
Menurut saya konspirasi Yahudi juga ciptaan Tuhan dan memang dibutuhkan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi orang2 macam Bin LAden dan teman2 FPI;HTI;MMI;PKS karena tanpa Yahudi mereka tidak akan ada pekerjaan menyalahkan YAhudi.
JAdi bersyukurlah teman2 karena dengan adanya YAhudi membuka lapangan kerja bagi Umat Islam.

#14. Dikirim oleh jason  pada  10/09   07:36 AM

Ilmu adalah sifat Tuhan yang tak berujung pangkal yang harus kita kaji terus untuk menambah pencerahan jiwa yang terpasung dogma buta. Dengan adanya JIL akan menambah pengetahuan islam yang begitu luas, lebih pluralis, demokratis dan liberal. Buat JIL jangan takut sama pihak2 yang ngiri dan takut kesaingan sehingga khawatir jamaahnya berkurang. Saya sangat setuju adanya JIL. Semoga sukses mencapai tujuan.

#15. Dikirim oleh Yong  pada  16/09   05:13 PM

Tak ada kata lain selain PERUBAHAN. Kaum “beragama” khususnya Islam yang dimotori oleh MUI,FPI,HT,PKS,FUI dan ormas ormas islam borjuis lainnya, Terbukti gagal menjawab permasalahan-permasalahan umat, kriminalitas dan kemiskinan tetap saja meningkat ditengah tengah fenomena masyarakat yang katanya religius. Islam adalah agama Rahmatan Lil Allamin, rahmat untuk siapa saja yang menegakkan kebajikan dan keadilan. Rahmat Allah bukan untuk dimonopoli oleh sekelompok orang/golongan saja.
sebagai anggota masyarakat yg beragama islam kami dengan ini menyatakan dukungan yang penuh terhadap JIL. Maju terus pantang Mundur. Jayalah Islam. Tolak ARABISASI.

#16. Dikirim oleh Babeh  pada  20/09   04:54 PM

Saya sangat tidak setuju dengan pemikiran JIL.....
Kitab suci Al Quran terlalu suci untuk di dustakan. Allah terlalu mulia untuk bantah firmanNya. Manusia terlalu bodoh untuk membuat hukum sendiri. Sangat tidak pantas manusia “merubah” (menambah, mengurangi, membelokkan, dll) aturan-aturan Allah. Saya tidak berani “sok tahu” dan “sok pintar” di hadapan Allah SWT Yang Maha Tahu dari pada mahlukNya. Pokoknya Patuh dan Taat pada Mu Allah.

#17. Dikirim oleh umar a gani  pada  30/10   06:56 PM

salut dengan JIL. di tengah tengah umat muslim yang radikal dan sok benar. JIL tetep berjuangan dengan khidahnya sendiri. bravo dan saya dukung penuh. musnahkan islam radikal dari bumi Indonesia. usir FPI dan konco - konconya ke ARAB.

amin

#18. Dikirim oleh johan  pada  08/11   03:56 PM

Sangat setuju dengan pola pikir kawan kawan di JIL. Saran saya buatlah jaringan ini makin besar dengan mendidik para dai dan ulama.
Saya, sebagai orang Islam, sungguh malu kalau mendengar para dai bicara agama seperti orang kesetanan, merasa benar sendiri dan sama sekali tidak sopan dan tidak etis (menjelekkan orang lain melulu) dan sangat gemar menggunakan kekerasan.
Majulah terus anak muda! saya senantiasa berdoa untuk Penjenengan semua...demi tegaknya Islam yang damai dan beradab.

#19. Dikirim oleh tulusjogja  pada  19/11   10:35 PM

Kita hidup ini tidaklah lama, semua kita adalah menunggu waktu kematian, siapa yang tahu apa yang terjadi setelah kita mati....
ingat.ingat..jadikan Alquran sebagai petunjuk..
Tetapi jika kita meragukan Alquran...tunggulah nanti setelah kita mati…

#20. Dikirim oleh tanzil  pada  30/11   11:55 AM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 >

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq