Masyarakat Indonesia Anti-Kekerasan - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Pernyataan Pers
18/07/2009

Masyarakat Indonesia Anti-Kekerasan

18/07/2009 13:13 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (26)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 >

Kita memang marah atas perilaku pemboman tersebut karena bangsa ini menjadi rugi hanya untuk kepuasan otak si pelaku pemboman. Harapan kita agar seluruh pihak yg terkait mendapat hukuman yg setimpal dengan kejahatan mereka.

#1. Dikirim oleh Khoir Nasution  pada  18/07   04:48 PM

Saya berkeyakinan bahwa negara2 Islam dimana majoritas penduduknya Islam tidak akan bisa hidup damai, harmony dan sejahtera kalau;

1.Pemerintah Indonesia tidak mempunyai undang2 anti diskriminasi or justice for all, seperti di pemerintahan America.

2.Ulama2 transnational masih menggunakan Hadits Palsu dlm menegakan amar makruf nahi mungkar seperti;

“Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran,hendaklah is mengubah dengan TANGAN MU:jika tidak mempu, hendaklah dengan lisannya; jika tidak mampu hendaklah dengan hatinya.Akan tetapi,yang demikian adalah selemah lemahnya iman.HR.Muslim”

( mengubah dengan tangan diartikannya dengan membuat undang2, melarang, mengusir lawannya dan bahkan membakar rumah2,RESTAURAN,KAFE2 dan kantor2 lawan2nya.

Inilah yang terjadi sekarang ini di negara2 berpenduduk islam,bahkan menggunakan senjata untuk membunuh saudara2nya semuslim dan sebangsa; Seperti kita lihat di Indonesia PFI cs menindas /mengharamkan gol.Islam Ahmadiyah dll. Di Saudi Arabia, gol Islam Syiah di diperlakukan dgn diskriminasi.Di Iraq, kita lihat saling bunuh membunuh dgn Bom2 bunuh diri,yang terbunuh adalah orang2 SCivil yang tidak berdosa. )

Ulama2 transnational merasa berkewajibkan utk melaksanakan tugas nya.
salam

#2. Dikirim oleh alatif  pada  19/07   05:38 AM

Setuju dan mendukung isi pernyataan ini. Semoga Indonesia cepat pulih dan damai.

#3. Dikirim oleh Agus N.I  pada  19/07   06:04 AM

Duka mendalam bagi korban ledakan,ini salah satu kegagalan Islam membentuk karakter ummatnya..(Maaf bukan berarti menyudutkan agama)namun kenyataan dan beberapa bukti sudah tersebar di media-media bahwa keamanan bangsa Indonesia dengan mudahnya diobrak-abrik ummatnya sendiri. kesalahan siapakah ini?ayo dunk para pemikir2 muda. jangan cuman main ide, dakwah lewat tulisan saja...kembangkan lagi mendidik kader muda yang sayang mengedepankan pluralisme

#4. Dikirim oleh iqbal  pada  19/07   07:29 PM

Sangat setuju sebagai bangsa dan insan yang beradab kita mengutuk setaip aksi yang bertentanagan dengan nilai-nilai universal yaitu hak hidup. Aksi kekerasan, pembunuhan, pelanggaran HAM maupun aksi kekejaman terorisme sampai kapanpun akan menjadi momok menakutkan peradaban dunia di setiap komunitas negara.
Tapi kita senantiasa harus ingat, mengutuk, mengecam bahkan melaknat bukanlah alternatif yang sehat andaikan dilakukan secara monolitik tanpa bersama mengurai benag kusut yang menjadi kunci atas perbuatan teror tersebut. Sebutlah kemiskinan dan perlakuan tidak adil. 2 hal ini yang menjadi tugas bersama, kita sebagai manusia beradab, sebagai nabi-nabi sosial penyampai risalah perdamaian dan tugas utama pemerintah tentunya.

#5. Dikirim oleh Satriwan  pada  19/07   08:28 PM

Dear Indonesia,

Kedukaan mendatangi kita lagi,
Kedukaan yang berasal dari keinginan untuk menang
Kedukaan yang membuat hantu teror tersenyum dan bertepuk tangan.
Kedukaan karena,
menjadi pengecut lebih penting dari pada pembawa damai

Ini bukan persoalan menang atau kalah,
ini juga bukan sebuah panggung hiburan untuk mendapatkan senyum tawa dan tepuk tangan
Mati adalah tujuan hidup
tapi mati sebagai pengecut tidak akan berarti

Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton hanya saksi
Salah satunya telah menyaksikan dua kali
Menyaksikan mati

Kita yakin dengan kedalaman pada keyakinan Tuhan yang Maha Baik
Kenapa ada yang mengingkari kalau Tuhan itu Maha Baik?

Marilah kita meminta, memohon, dan berharap
Marilah kita meyakini dan percaya pada makna kata baik
Marilah kita menerima apapun, sekecil apapun, sesedikit berapapun yang menjadi bagian dari rumah damai.

Harapan,
Percaya,
Cinta.
Untuk Indonesia kita.

=======

Pak SBY,
sebagai Presiden Terpilih
Kami percayakan Indonesia pada Anda,
Seluruh Pencinta Damai percayakan Indonesia pada Anda

Indonesia bukan batu yang dibentuk dengan tajamnya pahat dan kerasnya martil.
Indonesia itu lemah lembut
Indonesia tidak butuh kekerasan untuk mewujudkan bentuk
Indonesia hanya butuh kemesraan dan ketulusan cinta yang damai.

=====

Doaku Untuk Indonesia.

#6. Dikirim oleh Aloysius ST  pada  21/07   08:52 AM

Pengalaman tinggal di amerika negara kristen secular, leberty and justice for all.
1.Seorang Ir berbangsa Pakistan sudah pensiun dr perusahaan minyak Saudi,kmd tinggal di Amerika bersama anaknya. Dia berkata, tinggal di Amerika lebih islami dan lebih aman menjalankan ibadah kpd ALLAH.Kalau tinggal di saudi, berbeda beribadah dgn ulama2 wahhabi, kita di diskriminasi.

2.Begitu pula saya,kalau tinggal di negeri sendiri,apalagi berpaham Liberal, sudah pasti teman2 dr Transnational tidak akan senang dgn saya.

Kalau di Amerika,merdeka menjalan keyakinan tanpa ada orang yg menganggu kita. Masarkat Amerika saya amati lebih Islami dari masarakat Islam di negeri2 Islam iu sendiri. Inilah yang menyedihkan hati kita semua.

Gol.2 Extremis dgn mudah melakukan teror dan penzoliman kpd gol2 Muslim dannon Muslim

#7. Dikirim oleh alatif  pada  21/07   09:55 PM

Dear Indonesia,

Jumat , 170709
Jakarta , 07.40

Kedukaan mendatangi kita lagi,
Kedukaan yang berasal dari keinginan untuk menang
Kedukaan yang membuat hantu teror tersenyum dan bertepuk tangan.
Kedukaan karena,
menjadi pengecut lebih penting dari pada pembawa damai

Ini bukan persoalan menang atau kalah,
ini juga bukan sebuah panggung hiburan untuk mendapatkan senyum tawa dan tepuk tangan
Mati adalah tujuan hidup
tapi mati sebagai pengecut tidak akan berarti

Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton hanya saksi
Salah satunya telah menyaksikan dua kali
Menyaksikan mati

Kita yakin dengan kedalaman pada keyakinan Tuhan yang Maha Baik
Kenapa ada yang mengingkari kalau Tuhan itu Maha Baik?

Marilah kita meminta, memohon, dan berharap
Marilah kita meyakini dan percaya pada makna kata baik
Marilah kita menerima apapun, sekecil apapun, sesedikit berapapun yang menjadi bagian dari rumah damai.

Harapan,
Percaya,
Cinta.
Untuk Indonesia kita.

Pak SBY,
sebagai Presiden Terpilih
Kami percayakan Indonesia pada Anda,
Seluruh Pencinta Damai percayakan Indonesia pada Anda

Indonesia bukan batu yang dibentuk dengan tajamnya pahat dan kerasnya martil.
Indonesia itu lemah lembut
Indonesia tidak butuh kekerasan untuk mewujudkan bentuk
Indonesia hanya butuh kemesraan dan ketulusan cinta yang damai.

Doaku Untuk Indonesia.

#8. Dikirim oleh Aloysius  pada  22/07   08:51 AM

kenapa selalu ada bom bunuh diri ?  percuma diadakan pengusutan dan penangkapan pelaku-pelaku yang terkait, jika akar permasalahannya tidak ditangani. pasti akan selalu muncul orang-orang lain lagi yang akan melakukan hal yang sama. karena memang upahnya besar. KEHIDUPAN KEKAL ABADI DISURGA NAN PENUH KEMULIAAN.  mau lihat lebih rinci ? lihat di situs majalah AL Muhajirun , disitu akan terlihat mengapa bom- bom bunuh diri selalu terjadi. Tolong orang-orang pinter di JIL bisa jelaskan ke saya, kenapa agama bisa seperti itu ? ( lihat Al Muhajirun )

#9. Dikirim oleh sorga dunia  pada  22/07   10:27 AM

Salam…
Kenapa PKS, HTI, FPI, MMI dan aliansinya kok diam aja ya..........................

#10. Dikirim oleh Teguhsuseno  pada  22/07   04:42 PM

Kita sudah teramat sering menyaksikan bagaimana MUI (Majelis Ulama Indonesia) dengan semangat Jihad mengeluarkan fatwa-fatwa yang “serem-serem”, seperti mengharamkan Pluralisme, mengharamkan Sekulerisme dll. Ulama-ulama lain baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok juga tidak kalah gesit mengeluarkan fatwa yang “aneh-aneh” seperti mengharamkan Face Book dll.

Tapi kenapa belum pernah MUI atau ulama lainnya yang berani mengharamkan terorisme, bom bunuh diri dll. Saya punya pikiran nakal, jangan-jangan Islam dan Alqur’an memang lekat dengan terorisme!!! Semoga saja pikiran saya ini salah, saya betul-betul ngeri seandainya dugaan saya tersebut benar.

Wasalam

#11. Dikirim oleh alqaeda  pada  23/07   01:20 PM

Masalah perilaku pelaku pembom bukan masalah agama tetapi masalah psikologis.

#12. Dikirim oleh Bambang  pada  23/07   10:07 PM

Satu kata saja untuk pemerintah kita.. tingkatkan EKONOMI dan pemerataan kesejahteraan. Tapi bersamaan dgn itu REDAM pulang ORANG2 yg menyebar ajaran kekerasan.
Agar aparat hukuh bisa punya ruang gerak yang luas, aktifkan undag2 antu subversif atau apalah namanya. Karena kalau tidak, kecepatan kita memperbaiki EKONOMI akan kalah dgn kecepatan pemahaman kekerasan ini. Mereka bergerak meluas seperti kanker.

#13. Dikirim oleh SoulMate  pada  26/07   01:32 PM

Iya ...iyalah
mana kita mau negara indonesia di obok-obok
yuk kita bangkit dari keterpurukan
dengan membangun sistem yang lebah baik lagi
yaitu sistem islam
agar rakyat indonesia tidak terpuruk kembali
dari jajahan ekonomi, pendidikan, politik, budaya dan serangan teroris dalam maupun luar negeri.. Allah Akbar

#14. Dikirim oleh rodhi  pada  27/07   03:29 PM

“para teroris itu orang yg stess karena keinginan mereka mendirikan negara islam tidak terwujud...apa saja mereka lakukan untuk menunjukkan kekecewaan mereka...ini bukan perkara kemiskinan,pendidikan rendah...dll,

#15. Dikirim oleh maryono  pada  27/07   07:30 PM

Subhanallah, Mungkin saja pelaku teror lupa kalau negara Indonesia ini negara dengan berpenduduk muslim terbesar didunia. Kalau ia tahu tentang itu mungkin saja bom itu akan diledakkan di Israel yang jelas-jelas darul kufur.
Wah… Gagal sampean jadi Mujahid, justru pelakunya mati konyol.
Mari kita tolak kekerasan atas nama apapun.

#16. Dikirim oleh Nurul Mubin  pada  31/07   10:45 AM

pertama,, ucapan kebanggaan bagi kita yang sangat perhatian terhadap bangsa ini,, kita sebagai orang yang cinta akan negara nya, orang yang cinta akan agama nya,, maka wajar kalau kita marah sekira nya ada yang mencoba mengusik keindahan dan ketenangan itu semua,, tapi di balik itu kita harus mengetahui tidak akan pernah aman negara kita ini sebelum saf kita rapikan sebelum tatapan mata kita sama ke arah kiblat, sebelum aturan yang kita terapkan adalah aturan yang penuh keadilan, penuh pengertian, penuh perhatian, maka untuk itu kalau kita ingin menumpas kejahatan perbaiki dulu orang yang membaut aturan, dan rubah itu aturan, maka yakin lah semua nya pasti beresssssssss… salam untuk semua..

#17. Dikirim oleh deri  pada  02/08   04:29 PM

Ternyata masih banyak kebodohan di dunia ini, banyak yang tidak melihat dengan sistematis kehidupan ini.
Akibatnya banyak yang tidak sadar bahwa agama sebagai sebuah lembaga telah kehilangan fungsi. Tetapi anehnya penganut2 (pendukung2) nya, tetap membabi buta dengan berbagai dalih melakukan pergerakan dengan berbagai metode.
Hasilnya NIHIL!!!! mereka ga dapat apa2.
Aku dapat buanyaaakkkkkkk dari kebodohan2 sistemik seperti itu.
Habis bom jeger.... Indeks sedikit kaget, sejenak terkoreksi. Langsung hajar, kuras isi kantong ambil sebanyak2 nya.
Dan benar 100000% bung! dua minggu indeks tancep habis2 an.
Akibat bom itu,.... sekali lagi akibat bom itu.... dalam 2 minggu aku dapat gain 300 %.
Setiap kebodohan selalu memberi manfaat banyak pada yang memahami hakikat sistematika kehidupan.

#18. Dikirim oleh gambler  pada  05/08   08:38 AM

Para malaikat yg sedari awal keberatan dg diciptakanya manusia tentunya kian masygul melihat pertumpahan darah di mana-mana. Malaikatpun dibikin kesal dg adanya “kawin paksa” di akhirat. Semoga Allah membuka hati calon-calon pengantin agar bisa kembali ke kehidupan normal.

#19. Dikirim oleh Roni  pada  17/08   02:12 PM

Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Terorisme dan bom bunuh diri Indonesia, bukan karena kemiskinan dan kemelaratan tetapi karena idiologi yang bias. Karena pelakunya bukan orang miskin melarat atau pahlawan pejuang kemiskinan, Mereka adalah orang mampu bahkan sempat sewa hotel mewah. Karena ini ranah idiologi maka para pemuka agama (ulama) harus memberikan pencerahan akan hal ini. Islam tentunya adalah rahmatan lil alamin, agama damai dan sejuk. Karena itu kekerasan, teror dan bom hendaknya kita umat islam bersepakat full bahwa itu bukan tindakan Islam. Lalu kita seharusnya protes keras kalau ada diantara kita yang menjastifikasi atau membenarkan tidakan teror dan bom dengan dalil agama islam. Barisan depan adalah ulama dan secara tegas, lugas dan juga bekerja keras untuk meluruskan faham atau idiologi keliru. Dengan demikian Islam ini akan bercitra positif dan mendamaikan semuanya. Amin

#20. Dikirim oleh Harmin Hari  pada  27/08   11:57 AM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 >

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq