Menghargai Kaum Difabel - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Kolom
10/07/2008

Menghargai Kaum Difabel

Oleh Slamet Thohari

Di Alqur’an banyak dijelaskan bahwa perbedaan itu biasa, lumrah dan memang sudah titah. Tapi memang selalu saja datang orang-orang “kafir” yang anti terhadap titah Allah. Allah menganalogikan mereka sebagai orang yang “tertutup” atau “kafara”. Dalam surat al-Baqarah ayat 117 dan al-Anfal ayat 22 disebutkan bahwa orang-orang kafir adalah orang yang buta, tuli, dan bisu. Tentu bukan secara fisik, akan tetapi sebagai analogi untuk orang-orang yang tertutup: tidak mau mendengar dan melihat kekuasaan Allah dan Islam yang damai. Jadi “buta” menurut Alquran adalah mereka yang angkuh, egois, dan tidak bisa menghargai keragaman sebagai bagian kekuasaan Allah. 

10/07/2008 09:36 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (9)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Quote:

“Yang ada: cacat menurut siapa dan berdasar kriteria pada apa
istilah �€œcacat�€ itu dilabelkan? Masalah cacat dan tidak cacat
merupakan kontruksi sosial. Setiap kontruksi merupakan kekaburan yang
dipaksakan menjadi benar. Jika di sebuah pulau semua orang berkaki
satu, maka yang disebut cacat adalah mereka yang berkaki dua. Semua
atribut kebudayaan, agama, tata kota dan seterusnya akan menyesuaikan
dengan kondisi tubuh orang berkaki satu. “

Mas Slamet, realistis sajalah… Saat ini kita khan tidak sedang hidup
di suatu pulau yang semua orang berkaki satu… Jadi konstruksi sosial
yang berkembang adalah semua atribut akan menyesuaikan dengan kondisi
tubuh “normal” sehingga berdampak munculnya istilah “cacat atau
difabel” kepada mereka yang berbeda. Maka keberatannya ada di mana?
Kita toh sering mendengar: Olimpiade untuk Orang Cacat; bukankah hal
itu menyiratkan adanya kaum yang memiliki perbedaan dari atribut yang
ada? Dan rasanya biasa-biasa saja, kok!

Jadi apa yang diungkap oleh Rizieq adalah biasa-biasa saja bahkan
dengan pernyataannya itu ia justru menghargai kaum difabel. Gitu aja
kok repot… sampai nulis artikel panjang-panjang.

#1. Dikirim oleh sete15gibernau  pada  15/07   07:18 AM

Habib berkata demikian karena media yang mengatakan FPI melakukan
kekerasan terhadap orang cacat, gak ada hubungannya dengannya dgn isi
tulisan.

Keragaman TIDAK SAMA DENGAN PENISTAAN AGAMA, tidak pernah Habib menyinggung Kristen, Budha, Hindu.

Justru yang saya heran orang2 macam Gusdur & Anda malah membela PENISTA2 ISLAM.

#2. Dikirim oleh Ahmad  pada  15/07   11:01 AM

Semoga anda dan kelompok anda selalu diberikan hidayah oleh Allah swt,

Kelompok- kelompok seperti anda bukan saja di indonesia,tapi di
Dunia memang sudah merngsek dan banyak melakukan pembunuhan akidah dan
membuat keragu-raguan dalam meyakinkan agama,,

Anda tidak perlu mengajarkan toleransi didlam Islam ,islam sangat
komplit,yg jadi permasalahan adalah justru orang-orang anda yg menambah
dan mencampur adukan “AKIDAH” dengan gaya naturalis dan pluralis.

“JANGAN ANDA MEMBUAT KERAGU-RAGUAN TENTANG AGAMA ISLAM’ ISLAM ADALAH AGAMA KEBENARAN,( sangat jelas dlm Alquran )..

Tolong Bedakan “FIRMAN ALLAH SWT ( AL’QURNUL KARIM )..DENGAN SASTRA DAN ILMU MANUSIA,,

AL’QURAN ADALAH WAHYU ALLAH SWT YG TIDAK DPT
DIRUBAH-RUBAH,,SEMENTARA PENDAPAT MANUSIA SEPERTI ORANG-ORANG ANDA(JIL)
ADALAH JALAN PENUH DENGAN KESESATAN,,SEMOGA KELUARGA ANDA DAN KETURUNAN
ANDA TIDAK DILAKNAT “ALLAH SWT’..DAN DIBERI PETUNJUK KEJALAN YG DIRIDOI
ALLAH SWT,,AMINN

#3. Dikirim oleh stevanus  pada  17/07   07:35 AM

Salam sejahtera,,

Anda bicara masalah difable dan non difable dlm agama,inilah penyimpangan akidah bung

masalah “AKIDAH"apabila sudah diacak-acak dan ditafsirkan yang
berbeda dari syariat jelas harus menolak, dan yang jadi permasalahannya
adalah orang yang mengacak-ngacak dan memperkosa akidah islam itu
justru bnyak yg membela mas,,

contoh,,mis : ibu anda diperkosa oleh “tetangga “anda
,pertanyaannya adalah : apakah anda akan membiarkan “tetangga” anda
itu,atau melaporkan kepada hukum yg berwenang ,dan mengatakan kepada
ayah anda dan saudara anda ( maaf jangan ikut campur ,,) ini adalah
masalah ibu saya!!.

ini,,akidah bung,,bukan perbedaan pendapat!!

Akidah harus dipertahabkan,,siapa yg mencoba merusak/memperkosa
akidah wajar kalo kita tidak senang,,semoga anda dan orang2 anda (JIL)
dan keluarga anda tidak dilaknat Allah swt,,karena membuat
keragu-raguan dlam ber-akidh,,amiin,,

#4. Dikirim oleh pahlevi  pada  17/07   07:48 AM

Sampurasun,
Tulisan Mas Slamet sy nilai cukup baik dan menuntun kita pada teladan Nabi yang penuh kasih sayang. Masalah cacat yang dilecehkan oleh sang habib juga perlu direnungi oleh semua pihak, terutama bagi pengikutnya. Membaca karya spt ini memang perlu kelapangan hati, kalau tidak, ya jadinya malah emosi krn keangkuhan dan egoisme sebagai unsur kekafiran dalam diri kita.

Salam damai

#5. Dikirim oleh Bimasakti  pada  23/07   08:36 PM

seperti yang tertera di awal wabsite ini:
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih,Maha Penyayang...Tuhan segala agama”

berati Allah juga Tuhan kaum Liberal atau “bubrah”,fundamentalis,abangan atau KTP,santri,dan penganut Islam yang bersahaja tidak berlebih-lebihan (tidak sok-sokan damai dengan framing ala barat atau yang mengedepankan primodialisme Islam).

Lucunya anda dan penganut-penganut pemuja Liberal dalam setiap aksi baik tertulis maupun bukan selalu menggasak kaum Fundamentalis,kaum konservatif,dan kaum Muslim yang biasa-biasa saja misalnya mengatakan Habib Rizqi yang beginilah begitulah.Saya sendiri tidak membela siapa pun.Islamlah yang patut dibela.belum tentu FPI dan JIL anda sendiri Islami.Hal ini mengindikasikan bahwa Anda dan penganut anda sama halnya dengan apa yang anda tuduhkan pada Habib FPI itu:egois dan angkuh maunya menang sendiri yakni yang relevan Islam sekarang yang yang fleksibel,moderat dengan mengakomodasi kepentingan kekuatan dunia sekarang yakni Barat.Inya Allah dengan melakukan itu-seperti pemikiran Anda dan penganut JIL- maka akan selamat dan damai.

di Dunia ini,semua golongan merupakan instrumen atau alat dari sebuah kekuatan.Islam adalah alat Allah,begitu juga dizaman dahulu,Kristen dibawah Isa AS dan Yahudi dibawah Musa AS itu juga alat Tuhan.Amerika dan Barat adalah alat Yahudi,UN adalah alat US (kata Noam Chomsky).Nah dari pemikiran-pemikiran anda dan yang membiaya anda-anda sekalian yang sangat kental dengan Barat. it means anda adalah alat barat yang menginginkan penestrasi barat dalam akidah Islam dengan latar belakan xenophobia barat akan Islam dan sesuatu berbau Arab (bukan berarti Islam itu Arab atau sebaliknya).kalau anda Liberal seharusnya menanamkan Islam ke Barat sebagai perwujudan bahwa masyarakat barat bebas mengaplikasikan Islamic values.Yang aneh adalah proses tersebut hanya berjalan satu arah saja Barat ke Islam (tidak sebaliknya).

saya jadi paham anda sekalian takut akan kemenangan Barat yang memang sudah sangat dekat dan anda sekalian takut jika Islam hilang maka Islam harus ditransformasikan ke dalam bentuk yang sesuai selera barat dan tersubordinmasi secara barat.
Selamat anda jadi budak nafsu mereka

#6. Dikirim oleh John Wiloto  pada  25/07   10:07 AM

manjadi orang yang merasa paling benar semakin menunjukkan bahwa dirinya semakin jauh dari kebenaran tersebut. setiap pemahaman memiliki apa yang dinamakan kebenaran pribadi, selama kebenaran tersebut tidak merugikan orang lain dan tidak merusak tatanan masyarakat sehingga merugikan masyarakat secara umum saya rasa bukan sebuah kejahatan.
apakah ada manusia yang berhak mengatakan orang lain salah sementara kita paling benar?kebenaran sejati hanya milik tuhan tanpa kecuali.
prbedaan adalah sebuah proses yang harus dihargai sehingga kita semakin kaya akan kebenaran yang semakin sejati.

#7. Dikirim oleh deskam  pada  29/08   02:25 AM

ajaran dari Al-Quran yang pertama adalah BACALAH, dari membacalah manusia akan semakin mengenal dirinya, dengan mengenal dirinya maka dia akan semakin mengenal Tuhannya, dengah mengenal Tuhannya manusia akan semakinmenyempurnakan kemanusiaannya.Kitab suci adalah sumber dari berbagai ilmu pengetahuan, dengan menjadikan Al-Quran sebagai tameng untuk mengintimidasi orang lain yang berbeda pandangan adalah penghianatan terhadap Tuhan dan ajaran-ajaran-NYA.
orang kafir adalah orang yang selalu merasa benar dan tidak mau belajar.

#8. Dikirim oleh deskam  pada  01/09   02:12 AM

Bukankah lebih baik untuk memandang secara hitam putih untuk diri sendiri sendiri?

Bukankah lebih baik untuk terus dan terus mengoreksi diri sendiri, daripada melihat, menilai orang lain dan kemudian menghakiminya? yang pada akhirnya berusaha untuk memaksakan sebuah kebenaran relatif pada pihak lain.

Mohon maaf bila salah, ini hanya ocehan orang yang bodoh dan awam

#9. Dikirim oleh jgr  pada  06/10   12:51 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq