Menindak Kelompok Anarkis - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Kolom
03/07/2006

Menindak Kelompok Anarkis

Oleh Fajar Kurnianto

Ide membubarkan kelompok-kelompok semacam itu bisa jadi terlalu ekstrem. Tetapi, jika melihat realitas pergerakan mereka yang cukup memberikan alasan untuk dibubarkan, ide semacam itu patut diperjuangkan dan diapresiasi oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. Masalahnya akan semakin sulit jika kelompok-kelompok itu lebih banyak diberi angin untuk mengembangkan sayap kekerasan mereka di seantero penjuru negeri yang tengah menghadapi masalah disintegrasi bangsa yang mengkhawatirkan.

03/07/2006 04:21 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (12)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Memang tidak ada cara lain lagi kalau mereka sudah tidak mau diajak kompromi, dialog yang sopan, diskusi yang bernurani, duduk dan berkumpul dalam satu meja. Bahkan mereka kelompok-kelompok Fundamentalis itu sudah melakukan hal-hal anarki.intimidasi,teror lah.itu bukan wajar lagi melainkan sudah diluar batas.

Orang akan berpikir pergi ke negara yang dibilang negara kafir lebih aman daripada pergi ke negara yang mayoritas Islam(sedangkan islam adalah agama Damai). Penindakan yang tegas, pembubaran kelompok-kelompok ini adalah cara yang tepat apalagi akan lebih tepat jika para pimpinannya ditangkap dikirim keluar negeri(tapi bukan ke negara -negara arab)disuruh belajar ke amerika,europa,rusia,china lah!!!

danke schön

#1. Dikirim oleh usep m hamzah  pada  04/07   04:08 AM

Sebaiknya, lihat dulu bagaimana tata aturan yang berlaku secara hukum untuk membubarkan ormas / partai atau organisasi sejenisnya.

Jadi tidak asal mengeluarkan ide, pembubaran, andakan ngerti sospol ? Jadi sebaiknya berbicaralah dulu secara aturan main pandangan sospol itu bagaimana ? dan sebab timbul gejala seperti itu mengapa ? dan apa sebab aparat gamang menangani masalah seperti itu, tentu mereka punya alasan yang tidak asal ? dan pemerintah pasti punya kepentingan adanya ormas / parpol .

Dan juga berdirinya organisasi tersebut tentu ada dasar yang disetujui oleh pemerintah. Jadi melirik sesuatu tengok yang lain juga dong, iya ngak ?

#2. Dikirim oleh Anut  pada  04/07   07:08 AM

Sdr/i Anut,

Benar sekali anda, pertama musti kita lihat perundangan yg ada. Ormas2 yg sektarian dan anarkis, umumnya tidak memiliki dasar pendirian, terutama FPI (bisa baca di Detik - bahkan ustadz pun mengakui tidak ada izin resmi). Kedua, menurut perundangan di dalam NKRI - semua masih harus mengakui Pancasila dan mengakui kedaulatan NKRI. Utk hal ini bisa dilihat bahwa bbrp ormas bahkan sudah berani2 menghapuskan Pancasila dan keberadaan NKRI. Bisa dibaca website Hizbut Tahrir (yg lain sami mawon). HTI sudah berani bahkan menegaskan hendak mendirikan semacam negara teokratis baru di atas wilayah NKRI dan wilayah negara tetangga. Musti disebut apakah ini bilamana bukan MAKAR? Atau mungkin kelompok sektarian radikal selalu memiliki alibi2/apologi2 yg mana demi kepentingan mereka ? Ketiga, kenapa tidak bisa asal dibubarkan, toh dulu kita pernah membubarkan PKI malah sampai ke akar2nya. Bahkan kelompok2 sektarian pun saat ini mendukung. Kalau memang kelompok sektarian ini demokratis, mustinya dulu minta maaf atas perlakuan mereka thd kelompok kiri. Toh dua2nya tidak pernah setia thd NKRI dan PAncasila.  Benar sekali, semua ini merupakan reaksi paska reformasi dimana pemerintahan lemah. Justru disinlah saya kira pemerintah harus bertindak tegas memberangus antek2 timur tengah. NKRI adalah negara independen, bukan pudelnya timur tengah. Coba lihat ormas2, lsm2, sekolah2 yg menjadi komprador timur tengah. Lihat bagaimana mereka menerima dana2 dari mereka. Sama saja dgn kelompok liberal yg ditengarai oleh kelompok sektarian sebagai komprador kapitalis. Lucunya. Logika demikian bisa dibalik lagi, kelompok sektarian dapat duit dari mana memangnya?

#3. Dikirim oleh Johan  pada  05/07   02:07 AM

Saudara Fajar menulis : “Ide membubarkan kelompok-kelompok semacam itu bisa jadi terlalu ekstrem. Tetapi, jika melihat realitas pergerakan mereka yang cukup memberikan alasan untuk dibubarkan, ide semacam itu patut diperjuangkan dan diapresiasi oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. Masalahnya akan semakin sulit jika kelompok-kelompok itu lebih banyak diberi angin untuk mengembangkan sayap kekerasan mereka di seantero penjuru negeri yang tengah menghadapi masalah disintegrasi bangsa yang mengkhawatirkan”

Opini ini sangat tidak rasional. Bagaimana anda dapat mengatakan mereka mengembangkan sayap kekerasan?

Pendapat anda sangat bertentangan dengan prinsip Liberalisme sendiri dimana kebebasan sangat dijunjung tinggi. alih-alih mengaktualisasikan itu, anda malah bertindak diskriminatif.bahkan sangat potensial memunculkan aksi anarkis.

Beda pendapat boleh, tapi sampai pada taraf seperti ini saya rasa sudah perlu diintrospeksi. Anda kan pemikir, saya rasa anda tahu etikanya. jangan sampai anda terlihat seperti seorang tukang becak yang menonjolkan kepala batunya.

#4. Dikirim oleh Ahmad Faizin Karimi  pada  05/07   06:07 AM

Bubarkan saja! Kelompok2 ini sudah sangat meresahkan, kami di daerah takut dan ngeri membayangkan jika kelompok2 ini juga berkembang didaerah. Bangsa ini sudah muak dengan isu disintegrasi dan sangat lelah dengan isu perpecahaan.

Kalau mau menegagkan syariat bantu mereka yang susah, yang kelaparan, korban bencana, dan dalam bentuk yang lain yang lebih masuk akal dan Tuhan pasti akan meridoi 100%. Hukum Tuhan diwahyukan bukan untuk menyengsarkan orang lain, bukan untuk menghakimi dan juga bukan untuk merusak. Selama masih hidup dimuka bumi tak akan ada yang sempurna sekalipun semua hukum diterapkan (syarat islam) karena yang maha sempurna ada disana (rumah Tuhan). Kekerasan adalah simbol setan, pemaksaan adalah pemerkosaan hak dan lebuh kejam dari pembunuhan. Bubarkan Saja !!!

#5. Dikirim oleh Ketut Wilet  pada  06/07   12:07 AM

Secara garis besar, mungkin saran anda telah disetujui oleh seluruh pihak. Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya yaitu bagaimana cara menindak kaum anrkis tersebut ?  Karena menurut saya, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kaum anarkis tersebut tidak dapat secara langsung kita tindak dengan membubarkannya. Karena jika secara langsung kita melakukan pembubaran terhadap kelompok tersebut maka hal itu akan memicu lebih maraknya lagi tindak kekerasan yang dilakukannya, bahkan akan memicu timbulnya kelompok-kelompok anarkis baru lainnya. Karena kekerasan tidak dapat diatasi dengan kekerasan pula. Oleh karena itu, menurut saya cara yang paling tepat atas hal itu yaitu dengan pendekatan terlebih dahulu. Dalam artian penanganan atas kelompok itu harus kita lakukan secara damai yang nantinya-pun akan berujung pada bubarnya kelompok tersebut atau minimal yaitu tidak berlanjutnya tindak anarkis yang telah dilakukannya. Karena dengan hal itu maka citra bangsa Indonesiapun akan tetap baik di mata mereka dan di mata orang luar.

#6. Dikirim oleh Rizal Heidary  pada  06/07   11:07 AM

Bagaimana dengan bunyi Q.S Anissa: 34 yang menyatakan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Maka dilebihkan atas laki-laki dari wanita, sehubungan dengan artikel Perempuan Boleh Menjadi Imam laki-laki? Mohon penjelasan

#7. Dikirim oleh anissa t  pada  07/07   01:08 AM

Masyarakat umum pasti tahu kelompok-kelompok mana saja yang dinyatakan sebagai kelompok anarkis. Selama ini kelompok-kelompok itu paling getol memerangi hal-hal yang dianggapnya MAKSIAT, HARAM, SESAT, bahkan “KAFIR”.  Di TV-TV , di koran-koran, dll sepak terjangnya sering ditayangkan/diberitakan. Akibatnya, banyak orang yang tak sepaham merasakan hak-hak kebebasannya/aktivitasnya terampas, merasa ngeri, takut dan cemas serta sangat prihatin sebab saat mereka bertindak, tampang-tampang mereka nampak sangat sangar, seram, penuh emosi/amarah/kebencian dan permusuhan. Bahkan tak jarang mereka bertindak sambil mengumandangkan ayat-ayat suci dan membawa-bawa simbol agamanya. Mereka seperti menunjukkan contoh bahwa kelompoknya paling religius, paling bermoral, suci dan paling benar. Mereka mempertontonkan kekuatan dan kehebatannya serta ketegasan dalam menerapkan aturan seperti ajarannya. Tindakannya ituterkesan seperti mengambil alih tugas-tugas keamanan di Negara RI ini. Lantas siapa yang dipermalukan dalam hal ini ? Kenapa hal-hal semacam itu seperti terkesan dibiarkan ? Atau kalau toh diambil tindakan oleh aparat yang berwenang, tetapi kenapa terkesan sangat ragu-ragu atau bahkan lamban ?? Ada apa sebenarnya di balik semua itu ??

Namun demikian, saya tidak mutlak menyalahkan kelompok-kelompok itu, mereka lahir dan ada pasti karena ada sebab musababnya, misalnya kekecewaan yang luar biasa, ketidakadilan, ketidakpuasan atas kebijakan-kebijakan yang ada, kemiskinan, kemelaratan , semakin merajalelanya korupsi/kolusi, dll. Yang semua itu membuat mereka itu sangat gerah dan gundah. Cuma saya sangat menyangkan sekali tindakan-tindakan kelompok itu justru membuat dampak ketakutan/kengerian dominan terhadap masyarakat lemah atau minoritas. Lebih-lebih banyak tindakannya itu justru mengarah atau membawa-bawa simbol-simbol agama.

Seandainya saja kelompok-kelompok itu mau berjuang keras mengkritisi kebijakan-kebijakan/tindakan-tindakan aparat yang menyimpang, membela masyarakat yang tertindas, membela masyarakat yang lemah/miskin dan kelaparan, getol mengejar para maling /penilep uang rakyat atau memberantas korupsi/kolusi, dan sudi terlibat aktif memberantas para perusak alam/lingkungan sehingga negara RI bisa menjadi bersih dari para koruptor dan perusak alam, saya akan acungi jempol, sangat berimpati dan salut kepada kelompok-kelompok yang selama ini dicap kelompok anarkis tersebut !! Semoga saja !

#8. Dikirim oleh sari  pada  07/07   07:08 PM

saya kok heran, ama rekan-rekan yang mungkin sebagian umat muslim, coba saya tanya, pernahkan anda terkena langsung dari “ tindakan anarkhis” kelompok tersebut diatas, kalo pernah sebutkan dimana? Kapan? sapa namanya? dari organisasi mana? mari bareng-bareng kita cari orangnya dan organisasinya1!! Dari pengamatan saya mungkin rekan-rekan ini adalah para penjaga rumah bordil, wartawan majalah esek-esek dan tukang kepruk bandar judi atau yang lain!! karena menurut pengamatan saya yang mereka lakukan adalah hal yang memang diharamkan dalam Islam misalnya majalah porno, perjudian, pelacuran dan sejenisnya lah!!! Padahal kalo mau dibubaran harus liat UU juga, mari kita liat UU Ormas, syarat organisasi dibubarin adalah Tidak sesuai dengan pancasila, (toghut modern), menerima bantuan asing yang tidak terdaftar, dll, coba kita audit JIL dapet dari mana? Freedom Istitute dapaet gaji dari mana? dan LSM-LSM besar lainya? LSM-lsm itu juga sebenarnya melanggar UU tersebutta[i itu gak pernah diberitakan karena mereka menguasai media, bener kata john nasbitt, siapa yang menguasai media maka dia menguasai kebenaran. Yang paling saya tidak habis selalu aja mengunakan ham dan demokrasi, padahal salah satu hal yang diatur dalam demokrasi dan ham adalah kebebasan berkumpul dan mengemukakan pendapat, dan menurut pengamatan saya, dianggap tidak sesuai dengan ham dan demokrasi apabila tidak sesuai dengan pandangan mereka dan menganggu eksistensi mereka ( mengganggu mata pencaharian mereka). Ham dan demokrasi ditafsirkan oleh mereka saja, orang lain yang berbeda tidak boleh. Jadi salah satu kesimpulan saya, organisasi-organisasi yang hendak dibubarkan bukan kerena bertindak anarkis tapi karena periuk nasi LSM komprador itu akan terganggu apabila Organisasi Islam tersebut diatas tidak dibubarkan. Dan saya yakin, tulisan ini juga tidak akan ditayangkan, bukan karena apa-apa tapi tulisanya tidak sesuai dengan HAM dan Demokrasi Versi JIL dan kawan-kawan. Sebagai catatan saja, apa media tahu bahwa mereka mempunyai pesantren, dan berdiri paling depan untuk membantu korban-korban bencana alam????? Kayaknya juga gak tau

#9. Dikirim oleh budi  pada  09/07   11:07 PM

kenapa harus dibubarkan??? apakah dengan tindakan beberapa ormas yg melakukan anarkhi serta merta lantas kita minta untuk dibubarkan!!!,.. apakah persoalan kanibalisme kebangsaan akan terselesaikan???.. adalah tidak!!!,.. berpikir arif & bijaklah untuk melihat reality persoalan sebagai anak bangsa yang beragama, tidak mungkin ada asap kalaupun nggak ada api. justru runyamnya persoalan sekarang adalah ketidaktahuan dan kemasabodohan kita terhadap praktik-praktik mengkanibalismekan kehidupan beragama maupun berbangsa. kalau seandainya pun, kita merasa tertekan dengan ulah kelompok radikal seperti FPI,MMI dsb ya,.. kita legowo sajalah, terhadap sikap & tindakan mereka. karena justru juga mereka merasa muak dengan kedahsyatan goyangan & keangkuhan kaum-kaum tak bermoral. negeri ini ternyata negeri kedua dari rusia yang berpredikat SORGA PORNO DUNIA.

#10. Dikirim oleh fitrah mulyadi  pada  10/07   10:07 AM

Kelompok-kelompok agama fundamentalis di negeri ini memang memiliki pola pergerakan yang cenderung anarkis dan destruktif. Padahal fundamental sendiri tidak memiliki definisi yang menjurus ke arah anarkisme. Nah, sebenarnya akar permasalahannya adalah pada bagaimana cara menekan kekerasan dan anarki, bukannya mengekang pergerakan kelompok-kelompok tersebut. Caranya mungkin saja dilakukan dengan memberikan perhatian dan pengawasan ekstra terhadap manuver-manuver kelompok-kelompok tersebut, membudayakan membaca [ketidakmampuan intelektual membuahkan tindakan ngawur, pada dasarnya], dsb. Tetapi terus terang masyarakat sudah “jeleh” dengan kekerasan dan anarki. Untuk pemimpin kelompok-kelompok tersebut: Mbok tolong bersikap agak intelek, jangan menyengsarakan orang lain. Salam.

#11. Dikirim oleh G.H. Pranadita  pada  13/07   06:08 PM

Assalamualaikum wr. wb . wahai saudara ku semua untuk apa kalian perdebat kan perbedaan , bukankan islam mengajarkan kita saling mencitai dan menghargai satu sama lain , bukan kan berbeda warna itu indah tapi dengan catatan yang serasi dan harmoni, bahkan dalam al-quran telah dijelas kan untuk mu agamamu dan untuk ku agamaku, lalu untuk apa lagi kalian berdabat hanya karena egoisme masing - masing . karena menurut saya Tuhan adalah sebuah tujuan hidup (Destination) manusia dan agama adalah mediator atau sarana (ones way )untuk mencapai tujuan tersebut ,ibaratkan anda akan pergi kejakarta ,sebagian orang memilih memakai mobil ada yg pake kereta dan ada pula yg memilih pesawat , so apakah yg pakai mobil boleh bilang kalo pake pesawat itu salah ataupun sebaliknya ,begitupun juga dengan agama ,karena pada dasarnya semua agama itu punya tujuan yg sama yaitu Tuhan cuma yg membedakan adalah cara dan ritualnya saja , lalu kenapa sejak zaman purba sampai sekarang kita yg hidup di jaman yg serba modern masih mempertentang kan masalah perbedaan ini , kita hanya lah mahluk tuhan yang lemah dan tidak punya hak untuk mengklaim surga itu untuk siapa dan dan neraka kepunyaan siapa .dan seandainya surga dan neraka itu tidak pernah ada ( spt yg dinyanyikan mas chrise ) apakah kita akan tetap beribadah kepada tuhan ? jadi saya harap untuk saudara -saudara ku semua marilah kita buka mata hati dah logika kita. Dan menurut pendapat saya iman adalah bentuk kepercaan kita pada sesuatu yg kita anggap benar tanpa memerlukan logika hal tersebut benar ataupun salah , karena tidak semua kebenaran itu baik untuk kita. jadi marilah kita ciptakan surga dalam kehidupan kita dalam bentuk kerukunan , keharmonisan dan kebersamaan dan mohon ditepikan keegoisan dan kebegisan yg hanya menimbulkan malapetaka dan neraka . Karena kita tidak tahu yg sebenarnya bahwa surga dan neraka setelah kematian kita itu tersedia untuk siapa ? walahu alam itu adalah rahasia Tuhan wasalam , santi ,Mojokerto
-----

#12. Dikirim oleh eko susanti  pada  16/07   05:07 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq