Negara Syariat atawa Negara Sekuler? - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Kolom
11/08/2002

Negara Syariat atawa Negara Sekuler?

Oleh Zuhairi Misrawi

Akankah negara ini menjadi “negara syariat” atau “negara sekuler”. Kendatipun peta politik nasional mengisyaratkan keunggulan faksi “negara sekuler”, namun sulit rasanya menghilangkan gelombang faksi “negara syariat”. Karena itu, kita mesti merayakan perbedaan tersebut dalam ruang diskursus yang kondusif dan menjauhi segala bentuk kekerasan dan pemaksaan, sehingga kita mampu mewujudkan impian bersama: menjadi bangsa yang dapat menghargai keragaman dan meritualkan kebebasan berpendapat.

11/08/2002 04:05 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (2)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Kemunduran Umat Islam yang kita hadapi di permukaan bumi ini membuat kaum muslimin terpojok bila dibandingkan kehidupan kaum muslimin tempo dulu yang masih dibawah naungan pemerintah khilafah, sunguh berbalik 180 derajat. hal ini dikarenakan tidak lain hanyalah disebabkan umat islam menjauh dari hukum - hukum Allah yang diperuntukan kepada umatnya.
-----

#1. Dikirim oleh ina sami  pada  26/08   04:08 AM

Saya Mendukung sekali Negara Sekuler, tapi tidak dalam Masyarakat. Jadi Negara tidak usah cawe cawe dalam urusan Pribadi Rakyatnya, Pake Jilbab, Jin, Mukena, Sorban, Sarung, Jas..itu ursan kita masing masing. Bhinneka Tunggak Ika. Dan Bubarkan MUI yang suka mengumbar Fatwa Sesat. Turki yang Sekuler dalam Negara dan Masyarakatnya itu sekarang Makmur dan Berstandar Eropa. Dan Kekuatan Militernya No.2 didalam NATO. Makanya Israel kawatir sekali dengan Turki yang Mayoritas Islam dan Modern seperti Eropa. Kalau Islam Arab kenyataannya Otoriter dan Tradisional sekali, Arab Saudi yang WAHABI itu masih mengijinkan Wilayahnya dipakai untuk Pangkalan Amerika Serikat. Jadi sesuatu Paham yang punya Interest, tidak akan Murni dan Politis sekali. Kita dungkung Pancasila sebagai dasar Negara, Karena disana Kebebasan Agama Dijamin, tapi Ormas Ormas di Indonesia banyak yang Otoriter, semisal FPI yang menyerbu Ahmadiyah dan Mahesa Kurung. Wah mana Lakum Dinukum Waliyadimnya...Kalau mau maju PANCASILA itu kita Pertahankan...dan SEKULARISME dalam kehidupan Tata Negara. Banyak Negara Islam yang Berdasarkan Agama Kere dan Semrawut, sedangkan yang Sekuler Makmur.

#2. Dikirim oleh Bondan  pada  08/09   02:36 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq