Novel Kematian Tuhan - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Kliping
10/07/2006

Novel Kematian Tuhan

Oleh M. Guntur Romli

Tulisan ini mengulas sebuah novel termasyhur sastrawan Mesir Naguib Mahfouz, “Awlâd Hâratinâ”, dimuat di rubrik sastra Koran Tempo Minggu dua edisi: 4 Juni 2006 “Terusir dari Rumah Besar” dan 11 Juni 2006 “Anak-cucu Al-Gabalawi”

10/07/2006 22:35 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (2)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Cerita yang disuguhkan dalam novel tersebut sangat menarik. Pemikiran yang sangat bebas! Kebebasan merupakan satu modal membuat tulisan yang baik. Namun kalau kebebasan tersebut disalahartikan, bisa berabe tuh. Mudah-mudahan, kalau novel tersebut dipasarkan secara luas, tidak akan membuat para peminat (pembaca) berfikir bahwa seperti itulah drama kehidupan manusia dan Tuhan. Semoga saja…

#1. Dikirim oleh puspita  pada  06/08   11:08 PM

segala hal akan indah bila cara kita melihat diiringi jiwa dan hati lapang. novel ini memberikan wacana yang apik. mengasah fikiran untuk menerima kenyataan kehidupan. semua kejadian di alam ini selalu membawa hikmah. sejauh kita mau mengalaminya dengan arif.
-----

#2. Dikirim oleh slamet dalhar  pada  05/01   08:01 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq