Penganut Budha dan Hindu adalah Ahlul Kitab - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Wawancara
02/09/2001

Zainun Kamal: Penganut Budha dan Hindu adalah Ahlul Kitab

Oleh Redaksi

Konsep ahlul kitab dalam sejarah Islam selalu berkembang. Pada masa Nabi, ahlu kitab kerap dikaitkan hanya kepada agama Yahudi dan Nasrani, karena pada masa itu, Nabi Muhammad hanya berinteraksi kepada dua agama besar itu. Tapi, setelah Islam meluas, konsep ahlul kitab juga semakin luas. Beberapa ulama Islam, seperti al-Sahrastani dan al-Baghdadi, menganggap agama lokal Iran (Zoroaster) sebagai ahlul kitab.

02/09/2001 10:05 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (12)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Agama saya hindu. jujur tulisan anda mengubah cara pandang saya yang menganggap agama islam agama yang Egois. karena tidak mengakui agama Lain.  untuk perbandingan aja, di agama hindu juga ada ayat yang menyatakan begini,"Sembahlah aku dengan cara masing-masing”. dari sini saya bisa mengartikan kalau tidak ada masalah kalau kita menyembah Tuhan dengan cara kita masing-masing (Cara islam, Kristen, Budha, Hindu, dll). Begitu juga di Islam ada istilah Ahlul Kitab. kalau saya yang beragama hindu, saya bisa mengartikan kalau Kitab Islam adalah Ahlul Kitab kalau dipandang dari agama Hindu. dan soal perkawinan beda agama. di Hindu juga senarnya ada ayat yang menyatakan kalau terjadi Perkawinan dengan aturan HUKUM (agama) yang berbeda, maka hukum yang diikuti adalah Hukum yang dianut pihak Laki2.  Jadi menurut saya, hampir sama saja ajarannya. Asal semua menuju kebaikan dan membuat kita jadi lebih baik, gak ada salahnya kita mengambilnya.

itu yang di agama hindu selalu diajarkan.

Regards,

- ibak -

#1. Dikirim oleh Ida Bagus Ari Kresnawan  pada  20/07   07:08 PM

Sangat sepakat bahwa Islam harus terus berkembang. namun ada beberapa hal yang perlu kita cermati. Mari kita simak bersama : 1. Keberadaan Kitab Alqur’an yang menyebutkan tentang adanya ahli kitab, tentunya telah dijelaskan bahwa dalam ayat lain maupun hadist lain bahwa yang dimaksud ahli kitab ialah mereka yang beriman terhadap kitab kitab yang oleh Alloh diwajibkan kita mengimani bahwa kitab kitab tersebut pernah ada dan di turunkan kepada Rasul rasul sebelum Muhammad. Antara Lain Kitab Zabur, Taurat dan Injil. Nah dari ke tiga kitab tersebut muncullah agama nasrani dan yahudi. Karena agama ini milik Alloh maka Allohlah yang berhak menentukan/ memberi tahu kita lewat Alqur’an kitab kitab yang ditunkan kepada rasul/Nabi siapa mana yang wajib kita imani. sekedar imengimanai bahwa kitab tersebut pernah ada dan diturunkan Alloh pada rasulnya. 2. Agama waktu itu hanya nasrani dan Yahudi ? weks...saya kira tidak, pada jaman itu itu telah banyak agama termasuk hindu, budha, majusi, dll. Jadi penyebutan Yhudi dan nasrani adalah karena meeka mayoritas, saya pikir kurang tepat. Karena yahudi pun sangat sedikit sekali, tentu jauh lebih besar penganut Hindu atau budha di nusantara pada abad/tahun yang sama saat itu. 3.Saya sepakat bahwa rasul dan nabi sangat banyak dan meninggalkan jejak yang sangat banyak tentang kebaikan dan nilai nilai, bahkan ada juga nabi yang tanpa pengikut, ada yang disebutkan dan ada yang tidak disebutkan.

#2. Dikirim oleh Noviyanto  pada  23/07   08:07 PM

klu yang dimasud ahi kitab adalah setiap agama yang mempunyai kitab,sya stju dengan pendpat tersebut,tapi kan maslahanya pengarang kitabnya adalah dari manusia,bukan merupakan firman tuhan,tapi hanya dari buah pikiran sidarta gauthma.

Sebelumnya saya mohon maaf jika tanggapan ini membuat gerah umat hindu dan budha, tapi sebagai seorang muslim saya sangat yakin dengan ajaran yang saya pegang, tapi bukan berarti saya tidak menghargai agma mereka sebab islam memberian kebebasan setiap orang untu memegang agamanya sesuai dengan keyakinan,islam agama yang sangat toleran.kesimpulan pendapat saya. bahwa budah dan hindu bukan merupakan ahli kitab, sebab penjelasan ahli kitab sudah jelas dalam al qura/an dan hadist. syukron

#3. Dikirim oleh abdul aziz  pada  06/06   07:06 PM

Saya setuju dengan tulisan itu. Sebenarnya kalau kita jujur, banyak referensi2 dari kedua agama itu yang dapat kita (beragama Islam) ambil untuk menafsirkan suatu ayat atau hadist yang belum tentu dapat kita uraikan, walau dapat diuraikan pun itu hasil logika belaka yg malah “mungkin salah” menurut penilaian Allah. Wallahualam.....

#4. Dikirim oleh Dekky  pada  17/06   10:06 PM

Kalau Ahlul Kitab hanya sebagai istilah saja, maka dari agama manapun bisa saja disebut demikian. Yang maksudnya adalah mereka yang memahami dan menjalankan kitab suci dari agama masing-masing. Namun pada zaman nabi Muhammad SAW, yang dimaksud Ahlul Kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjalankan agamanya sesuai dengan kitab Taurat dan Injil, yaitu yang masih mengakui Allah SWT sebagai Tuhan yang harus disembah, sebagai sesama agama samawi. Konsekuensi dari penggolongan Ahlul Kitab ini adalah dibolehkannya pria muslim untuk menikahi perempuan Nasrani atau Yahudi, juga tentang memakan makanan (hewan ternak) yang disembelih oleh Ahlul Kitab tsb dengan menyebut nama Allah (Al-Maidah :5). Pada zaman Nabi Muhammad sudah dikenal agama lain seperti Majusi, namun ini tidak digolongkan sebagai Ahlul Kitab.

#5. Dikirim oleh Andi  pada  14/01   10:01 PM

Dalil bahwa Nabi hanya tahu/berinteraksi dengan orang Nasrani dan Yahudi adalah dalil yang sangat absurd dan gegabah. Ada satu hadits yang menyatakan bahwa Beliau menyuruh mencari ilmu sampai ke negeri China menunjukkan bahwa beliau sangat paham tentang negeri China waktu itu, sehingga logikanya Beliau juga paham kepercayaan bangsa China. Ada juga hadits yang menyatakan bahwa anak lahir dalam keadaan suci, anak akan menjadi yahudi, nasrani atau majusi tergantung pada orang tuanya. Dengan dua dalil itu saja maka landasan berpikir bahwa penganut agama selain Yahudi dan Nasrani (Budha. Hindu, Konghucu, Shinto, dsb) tidak dapat digolongkan sebagai ahlul kitab seperti yang dimaksud dalam Al Qur’an yang kita (umat Islam) yakini kebenarannya. Mohon maaf bila menyinggung perasaan penganut agama tersebut di atas.

#6. Dikirim oleh Fajar  pada  16/01   08:02 PM

OM SWASTYASTU SEMOGA KITA SEMUA DALAM LINDUNGANNYA Menurut saya ini cuma masalah pemaknaan atau istilah, jangan di jadikan sebuah polemik yang terus dibesar2kan. Ada yang menganggap kitabnya paling sempurna atau agamanya paling sempurna, ingatlah kitab suci itu hanya sebagai pedoman atau “peta” yang mencoba membimbing manusia mengarungi kehidupan, atau pedoman manusia untuk mengenal penciptanya. Kalau seseorang sudah mengenal dan mengetahui jalan yang akan dia tuju atau sudah mengenal dengan baik Tuhannya maka dia sebenarnya sudah tidak memerlukan kitab suci itu lagi. Kalau masalah bahwa sebuah kitab berasal dari pemikiran manusia, yang jadi pertanyaan adalah siapa yang menciptakan manusia untuk berfikir. Semua tidak ada yang pernah tahu kemurnian sebuah kitab, karena mungkin terjadi distorsi yang disebabkan oleh perubahan jaman, politik, dll. Jadi sebenarnya yang lebih penting bukan memperdebatkan siapa yang paling benar atau paling hebat tapi apa saja yang sudah kalian lakukan bagi diri kalian, bagi orang lain dan bagi dunia. Jangan mengklaim sebagai agama yang paling suci tanpa mengetahui apa yang diajarkan oleh agama lain kepada umatnya.  Bukannya agama diturunkan untuk membawa kedamaian di dunia??? OM SANTIH, SANTIH, SANTIH OM SEMOGA KITA SEMUA DALAM KEADAAN DAMAI (DIHATI, DIDUNIA DAN AKHIRAT)
-----

#7. Dikirim oleh gusti  pada  01/02   08:03 PM

isvarah paramah krsnah
sac-cid ananda-vigrahah
anadir adir govindah
sarva-karana-karanam
(brahma-samhita)
krsna,who is known as govinda is supreme godhead.he has a spiritual form of eternity,knowledge,and bliss.he is the origin of all and he has no other origin for he is the primeval cause of all couses.bahkan braha,wisnu dan siwa pun bersandar pd energi krsna.hindhu adalah agama yang di wahyukan tuhan sendiri(krishna)disabdakan pada Vivasvan; Vivasvan(dewa surya) menyabdakannya kepada Manu(manusia 1 di bumi) dan Manu menyabdakannya kepada Ikshvaku(raja hindhu imdia),dan krishna menyabdakan juga kpd brahma;brahma kpd narada;narada kpd begawan byasa dan krishna sendiri mengajarkan secara langsung bhagawadgita kpd arjuna dlm perang mahabharata.jd hindhu adalah jelas disabdakan dr tuhan sendiri.saran pd umat lain jangan menilai agama orang lain buruk sebelum tau dg jelas&paham;agama lain itu sprti apa.om tat sat om santhi santhi santhi om om tat sat

#8. Dikirim oleh kadek  pada  01/12   03:51 PM

Saya tidak sependapat jika dikatakan bahwa yang dimaksud Ahli Kitab itu termasuk penganut Hindu dan Buddha.
Seperti tertulis di artikel, secara bahasa, ahlul kitab adalah orang yang mempunyai kitab. Artinya orang yang mengikuti kitab suci yang diturunkan kepada salah seorang nabi. Secara singkat, ahlul kitab bisa diartikan orang yang mempercayai salah satu nabi dan percaya kepada kitab suci, entah itu Yahudi atau Nasrani.
Apakah sidharta Gautama itu seorang Nabi dan apakah tripitaka bisa disebut sebagai Kitab Suci yang berasal dari Allah? Saya sangat meragukannya. Karena ajaran agama Budha sangat tidak mirip dengan agama-agama samawi lain seperti Yahudi, Nasrani dan Islam. Agama Budha tidak mengenal konsep ketuhanan sebagaimana agama monotheis. Mereka juga tidak mengenal para Malaikat seperti Jibril dan Mikail. Mereka juga tidak mengenal Nabi Adam dan Nabi Nuh. Padahal, iman kepada Tuhan Yang Esa, iman kepada Malaikat, iman kepada para Nabi merupakan bagian dari rukun iman seseorang, jadi agama Budha (dan Hindu) memang bukan agama samawi dan mereka tidak bisa disebut sebagai Ahli Kitab.

Bandingkan dengan agama (Sabian) Mandaeans. Agama ini masih mengenal konsep tauhid, mengenal para Malaikat dan Nabi, dan mereka punya Kitab Suci Ginza Rba, sehingga penganut (Sabian) Mandaeans masih bisa dikategorikan sebagai Ahli Kitab.

Mungkin saja seorang Budha (dan Hindu) tidak suka jika saya yg muslim tidak mengakui agama Budha dan Hindu sebagai agama Samawi (agama yang diturunkan dari langit), hal itu sangat wajar [sebagaimana umat Islam pun harus lapang dada karena agama Islam tidak diakui oleh umat Kristiani dan Yahudi].

Mungkin saja seorang Budha yang vegetarian menganggap kegiatan umat Islam memotong hewan kurban di hari raya Idul Adha sebagai perbuatan biadab. Hal ini bisa terjadi karena ajaran Budha sangat berbeda dengan Islam, karena keduanya berasal dari sumber yang berbeda.

#9. Dikirim oleh agil  pada  01/04   09:09 AM

maaf sebelumnya saya kurang pintar dalam beragama tp saya paham dan mengerti maksud utamanya beragama kebanyakan orang pasti mempunyai agama untuk apa dan apa itu agama.agama adalah cara untuk mengerti tentang tuhan apa itu TUHAN????BENTUK,NAMA,ATRIBUT,KEGIATAN TUHAN DLL dalam Hindhu tuhan ada 1 personal dan perbanyakanya ada2 jadi dibagi menjadi 3 yaitu:
1.personalitas tertinggi TYME/TUHAN ITU SENDIRI= BHAGAVAN(KRISHNA)
2.BRAHMAN ini adalah tidak berwujud/ cahaya rohani tuhan tuhan ada dimana"DI seluruh alam semesta disetiap atom
3.PARAMATMAN ini adlah Tuhan yang ada di setiap hati mahluk hidup
Dan BRAHMAN&PARAMATMAN;adalah perbanyakan KRISHNA bersumber dr KRISHNA(kepribadian yg asli TYME)
INI semua bersumber dr weda dan ini yang di sebuat dg teologi(ilmu yg mengerti apa itu TUHAN) bukan teosofis yang hanya mengerti tentang Tuhan/sifat” tuhan spt maha kuasa maha mulia maha segala"nya ini disebut dg teosofis tp apa itu Tuhan dia tidak mengerti dan masih mencarinya yg sangat sulit mencapai pembebasan
TUHAN memberi kita kebebasan untuk memilih memuja dewa akan kembali kpd dewa memuja setan akan kembali kepada setan,memuja allah akan kembali kpd allah memuja TUHAN akan kembali kpd TUHAN,berbuat/bertindak seperti binatang akan kembali kpd binatang jd terserah kita mau memilih yg mana.dan anda harus tau siapa itu ALLAH bukan hanya sifat"nya yg maha"” dan segalanya tp apa itu allah mulai dr bentuk,nama,atribut,kegiatanya, rekan"nya dll ITU YG disebut dg teologi ilmu yg mengerti apa itu tuhan bukan teosofis yg mengerti tentang sifat tuhan tp apa itu TUHAN dia masih mencarinya dan anda harus men jelaskan akan allah itu kpd saya.Tuhan ada satu Tuhan tidak akan mungkin ada 2(dua)tp bisa dipanggil dg berbeda nama sesuai dg keyakinan masing”.dan kitab suci hindhu/weda tidak di sampaikan oleh apa itu yg disebut nabi tp kitab suci hindhu disabdakan langsung oleh TUHAN/KRISHNA itu sendiri di dunia kita ini kepada arjuna secara langsung,bhagavan wyasa,dan sanjaya melalui pendengaran rohani jarak jauh pada 5000tahun yg lalu di india tepatnya di kuruksetra.
Gita 12.1
Arjuna bertanya : yang mana di anggap lebih sempurna, orang yang selalu tekun pada dalam bakti kepada Anda dengan cara yang benar, ataukah orang yang menyembah Brahman yang tidak bersifat pribadi dan tidak terwujud
Gita 12.2
KEPRIBADIAN ASLI TERTINGGI TYME (KRISHNA) menjawab pertanyaan arjuna: orang yang memusatkan pikiran nya pada bentuk pribadi Ku dan selalu tekun menyembahKu dengan keyakinan yang besar yang rohani dan melampui hal-hal duniawi, Aku anggap paling sempurna.
Bhagavad-Gita 10.12 – 10.13:
Arjuna berkata:
Anda/Krishna adalah Tuhan yang maha Esa, tempat tinggal tertinggi, yang maha suci, yang rohani dan melampaui dunia ini, personal yang pertama-tama, tidak di lahirkan dan maha besar.
Semua resi yang mulia seperti Narada, Asita, Devala dan Resi Vyasa membenarkan pernyataan ini tentang diri Anda, dan sekarang Anda sendiri menyatakan demikian kepada hamba.

Krishna di jelaskan dalam sastra Veda/tepatnya dlm brahma samhita sbb:

Isvarah paramah krsnah Sac-cid-ananda-vigrahah

Anadir adir govindah Sarva-karana-karanam

Arti :

Krisna yang di kenal sebagai Govinda adalah Tuhan yang maha Esa. Beliau berbadan spiritual yang kekal abadi dan penuh kebahagiaan. Beliau sumber segala-galanya. Beliau tidak memiliki asal usul yang lain, karena beliau lah sebab segala sebab.

dan banyak lg kitab” weda yang menyatakan KRISHNA adalah kepribadian asli TYME/Tuhan itu sendiri spt bhagawad gita menurut aslinya,narayana upanisad,brahma samhita,srimadbhagawatam dll dan pembuktian ilmiah akan mahabharata anda bsa klik di google(bukti ilmiah mahabharata)
mau bukti sebenarnya ke india saja.

#10. Dikirim oleh kadek  pada  05/04   12:31 AM

Islam menolak kepercayaan bahwa Tuhan Pencipta langit dan bumi berinkaranasi atau mewujud menjadi manusia. Makanya Islam sangat menentang keyakinan orang Kristen yang menganggap bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia.

Walaupun Islam dan Hindu sama-sama punya ajaran yang baik, tetapi antara Islam dan Hindu punya banyak perbedaan yang mencolok.
Misalnya Islam mengharamkan darah, sementara umat Hindu Bali makan lawar.
Islam tidak mengenal pembagian kasta dan tidak mengenal reinkarnasi, dlsb

#11. Dikirim oleh agil  pada  06/04   09:31 PM

Sebagai Informasi :
Hindu, yang sudah sadar terhadap disetiap mahluk ada Tuhan, pasti akan meninggalkan mengkonsumsi mahluk bernyawa, jangankan mengkonsumsi, menyakiti saja harus dihindari, menyakiti mahluk lain berarti menyakiti Tuhan, tak perlu bertanya mengenai virus, bakteri dll, itu kepercayaan tertinggi Agama Hindu.

Tujuan menjadi Hindu tidak untuk mencari Sorga.

Tujuan hidup satu-satunya bagi Hindu di Dunia ini adalah untuk menunggal (pulang) kepada Pencipta, dll

#12. Dikirim oleh I Gede Sejana  pada  10/11   06:06 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq