Petuah Roy Untuk Obama - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Kliping
23/01/2009

Petuah Roy Untuk Obama

Oleh Novriantoni Kahar

Tidak jarang kelompok kedua menjadikan isu konflik Palestina-Israel dan penderitaan umat Islam di tempat manapun sebagai raison d’etre mereka. Nah, bila Obama misalnya mulai beranjak mendengarkan keinginan-keinginan Hamas, apalagi mampu mewujudkan perdamaian, maka Amerika akan mencapai setidaknya 3 tujuan sekaligus. Pertama, citranya akan terangkat. Kedua, berbagai organisasi teror Timur Tengah akan kehilangan alasan absah keberadaan mereka. Ketiga, Iran tidak lagi punya alasan yang cukup untuk ikut campur dalam urusan Hamas dan Hizbullah.

Artikel ini sebelumnya telah dimuat di Jawapos, 23 Januari 2009

Garis besar kebijakan luar negeri Obama dalam isu war on terror dan kawasan Timur Tengah mungkin saja tepat sasaran. Menarik pasukan Amerika dari Irak yang infrastruktur dan sumberdaya manusianya sudah cukup mapan, kemungkinan sudah tepat. Amerika semestinya sudah berhasil mengamankan dan menjamin kepentingan-kepentingan geostrategis dan ekonominya setelah 5 tahun menduduki Irak. Pertengkaran Sunni-Syiah memang masih sering terjadi, dan masih ada lagi soal Kurdi. Namun bila pembagian kekuasaan di antara mereka berlangsung adil—sebagaimana pengalaman Libanon pasca perang saudara—dan Amerika sudah hengkang dari sana, kemungkinan negara ini akan stabil meski belum tentu demokratis.

Berkemas dari Irak menuju Afganistan mungkin tepat sasaran karena di sanalah tempat musuh bebuyutan Amerika berada: Usamah bin Ladin dan Alqaidah. Konon, Amerika akan menambah pasukan di Afganistan sebanyak 30.000 orang. Hanya saja, bila Amerika gagal merebut hati Taliban dan tidak proporsional dalam melibatkan mereka dalam sistem kekuasaan, mereka akan tetap setia kepada induk semangnya: Usamah bin Ladin. Padahal Amerika tahu belaka bagaimana mereka mesti merebut hati Taliban dan para mujahid Alqaidah. Bukankah CIA pernah bekerjasama dengan beberapa negara memobilisasi mereka untuk melawan musuh Amerika dalam Perang Dingin melawan Soviet dulunya?

Amerika mestinya tahu cara menjinakkan mereka sebagaimana mereka tahu pasti cara mencetak mereka sebagai mesin perang yang mematikan.

Perkara Iran memang agak rumit karena melibatkan permusuhan 3 dekade sejak Revolusi Islam 1979 dan putusnya hubungan diplomatik kedua negara. Iran pun bukan negara sembarangan yang dengan mudah dikibuli dan diperlakukan secara licik sebagaimana negara Arab umumnya. Hanya saja, pasca tragedi Gaza, tampak sekali bahwa negara-negara Arab mainstream begitu kesal terhadap Iran yang dianggap sangat provokatif dan diduga berambisi mengambil peran geostrategis poros Mesir-Yordania-Saudi di kawasan. KTT Doha lalu menunjukkan bahwa para pemimpin Arab sadar bahwa mereka tidak boleh dipecahbelah Iran dan dalam taraf terentu memandang Iran lebih musuh daripada Israel.

Hanya saja, upaya mengisolasi Iran sebagaimana juga dikehendaki Israel tidak akan efektif selama isu Palestina belum mengalami kemajuan berarti. Tragedi Gaza terakhir menunjukkan bahwa Hamas kini bukannya makin lemah, namun mendapat legitimasi tambahan usai perang. Peneliti Hamas, Khaled Hrub mengatakan bahwa Hamas sebetulnya telah mendapatkan separuh legitimasi untuk berbicara atas nama aspirasi rakyat Palestina lewat pemilu 2006. Kini, mereka mendapat legitimasi tambahan karena tidak habis meski Gaza luluh-lantak dan 1300 nyawa rakyatnya melayang. Karena itu, terus menerus mendengarkan Israel agar tidak melibatkan Hamas dalam perundingan-perundingan Palestina-Israel adalah sebuah kesalahan fatal.

Pada titik ini menarik mencermati saran Olivier Roy kepada Obama di harian as-Syarq al-Awsat (20/1/2009). Roy adalah pakar gerakan Islam politik asal Perancis yang bukunya sangat penting (antara lain Gagalnya Islam Politik) untuk memahami berbagai aspek gerakan Islam di berbagai belahan dunia. Menurut Roy, jika Obama ingin sukses melakukan perubahan geostrategis dan mewujudkan perdamaian Timur Tengah, ia harus mempu membedakan setidaknya dua tipe gerakan Islam yang bermain di lapangan. Pertama adalah gerakan Islam yang bermotif nasionalistis demi memperjuangkan otonomi diri mereka dalam konteks negara tertentu, seperti Hamas dan Taliban. Hamas memperjuangkan Palestina merdeka, sementara Taliban memperjuangkan dominasi suku Pastun di Afganistan.

Terlepas dari sistem kekuasaan seperti apa yang akan mereka terapkan bila berkuasa nantinya, keduanya tetap perlu diberi tempat. Kedua adalah gerakan Islam transnasional yang tidak mengenal batas wilayah kepentingan dan mampu melakukan teror di mana saja seperti Alqaidah dan beberap anak cabangnya di berbagai negara. 

Rekomendasi Roy adalah: dengar, dekati, dan berundinglah dengan yang pertama. Aspirasi mereka sebetulnya terbatas pada tuntutan tertentu dan bilamana tuntutan itu secara relatif terpenuhi, maka mereka akan masuk dalam kancah power sharing dan state-building. Sementara untuk kelompok kedua, motif mereka jauh lebih absurd dan tujuan-tujuan yang mereka inginkan jarang terukur dan seringkali tidak terkendali. Mereka bisa melakukan teror atas nama jihad di mana saja: Amerika, London, Mesir, dan Indonesia. Sangat sulit memahami batas-batas keinginan dan motif mereka. Inilah musuh Amerika sesungguhnya dan banyak negara yang telah ikut menanggung akibat perbuatan mereka.

Yang tidak dikatakan Roy, menyelesaikan urusan dengan kelompok pertama dengan sendirinya akan menghilangkan justifikasi yang selalu dikumandangkan oleh kelompok kedua untuk melancarkan aksi-aksi mereka. Tidak jarang kelompok kedua menjadikan isu konflik Palestina-Israel dan penderitaan umat Islam di tempat manapun sebagai raison d’etre mereka. Nah, bila Obama misalnya mulai beranjak mendengarkan keinginan-keinginan Hamas, apalagi mampu mewujudkan perdamaian, maka Amerika akan mencapai setidaknya 3 tujuan sekaligus. Pertama, citranya akan terangkat. Kedua, berbagai organisasi teror Timur Tengah akan kehilangan alasan absah keberadaan mereka. Ketiga, Iran tidak lagi punya alasan yang cukup untuk ikut campur dalam urusan Hamas dan Hizbullah.

Inti pendapat Roy: bila Obama benar-benar mau mengubah keseimbangan geostrategis di Timur Tengah dan Afganistan, maka ia harus benar-benar bisa memahami motif-motif dan keinginan sebenarnya--bukan keinginan imajiner--dari aktor-aktor di lapangan seperti Hamas dan Taliban. Dalam konteks Palestina, Amerika harus mengabaikan ilusi Israel yang selama 6 dekade terus merasa mampu menghambat impian dan cita-cita rakyat Palestina. Dulu dengan cara melemahkan Fatah, kelompok perlawanan berideologi nasionalistis sehingga tampak tidak kridibel di mata rakyat Palestina setelah kematian Yasser Arafat, simbol perjuangan nasional Palestina. Kini, alternatifnya justru Hamas dengan bungkus ideologi berbeda (Islam) yang tampil menjadi pemain penting setelah Amerika dan negara-negara Barat memaksakan demokratisasi Palestina.

Meski tidak baru dan mungkin telah didengarkan Obama dari para penasihat urusan luar negerinya, saran Roy ini rasanya sangat berharga dan kemungkinan mampu mengubah peta Timur Tengah secara signifikan. Hanya saja, mungkinkah itu dijalankan tatkala tragedi Gaza masih menyisakan dendam, luka, dan amarah?

Obama mungkin perlu membentuk Poros Perdamaian Arab-Israel yang setidak-tidaknya terdiri dari Mesir, Yordania dan Arab Saudi. Kalau perlu melibatkan negara-negara lain yang berbatasan langsung dengan Palestina dan Israel seperti Suriah dan Libanon. Sejauh ini, Inisiatif Clinton dan Inisiatif Saudi adalah dua inisiatif perdamaian Arab-Israel yang masih bisa diusahakan dan punya poin-poin yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Kini tinggal berpulang kepada Israel dan kalangan absolutis lainnya. Jika pilihan-pilihan realistis mereka coba pertimbangkan, maka damai Timur Tengah kemungkinan akan terwujud. Namun bila ambisi dan absolutisme—baik dari kalangan Zionis maupun Islamis—yang lebih dominan dan dikedepankan, maka konflik, darah, dan nyawa akan kembali mengaliri sejarah konflik di Timur Tengah.

23/01/2009 | Kliping | #

Komentar

Komentar Masuk (22)

(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)

Rasanya Obama tidak jauh beda dengan para pendahulunya. Kita lihat saja nanti

Posted by Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009  on  04/07  at  11:59 AM

saya pikir, jika suatu saat reputasi Obama harus jatuh secara dramatis bukanlah sebuah perang yang akan diciptakannya seperti yang dilakukan Bush,tapi oleh sebuah perang yang ia biarkan....sementara ia cukup mampu bertindak, meski di bawah tekanan. kita tunggu..apa yang akan ia berikan pada dunia Timur....

Posted by jatnika alamsah  on  04/06  at  09:32 PM

keputusan terakhir hanya ada pd Allah, klo kita meyakini Allah itu Maha atas segalanya, apapun bs terjadi,jd tuk apa kita berperang satu sama lain, pd umumnya yg sering terjadi justru ego pribadi d bawa n d jadikan alasan pembenaran n yg pling mnyakitkan mlh pake bw2 nama Allah, damai itu mudah namun sult d wujudkan apabila kita msih beranggapan “gw bener n loe slh”

Posted by ghostx  on  04/04  at  06:45 AM

baik nya hentikan semua perselisihan kita semua adalah saudara baik itu islam,kristen,budha,hindhu semuanya adalah agama yang berasal dr TUHAN dan jngan bertengkar karna agama tp hanya baiknya berdamai dan laksanakn kewajiban dlm beragama sesuai dg kepercayaan yg di anut.hilangkan ego yg ada di hati.semoga kedamaian datang dari berbagai arah.

Posted by kadek  on  04/02  at  02:31 AM

om swastyastu
salam kenal dg sp namanya mas?
maaf sebelumnya saya kurang pintar dalam beragama tp saya paham dan mengerti maksud utamanya beragama kebanyakan orang pasti mempunyai agama untuk apa dan apa itu agama.agama adalah cara untuk mengerti tentang tuhan apa itu TUHAN????BENTUK,NAMA,ATRIBUT,KEGIATAN TUHAN DLL dalam Hindhu tuhan ada 1 personal dan perbanyakanya ada2 jadi dibagi menjadi 3 yaitu:
1.personalitas tertinggi TYME/TUHAN ITU SENDIRI= BHAGAVAN(KRISHNA)
2.BRAHMAN ini adalah tidak berwujud/ cahaya rohani tuhan tuhan ada dimana"DI seluruh alam semesta disetiap atom
3.PARAMATMAN ini adlah Tuhan yang ada di setiap hati mahluk hidup
Dan BRAHMAN&PARAMATMAN;adalah perbanyakan KRISHNA bersumber dr KRISHNA(kepribadian yg asli TYME)
INI semua bersumber dr weda dan ini yang di sebuat dg teologi(ilmu yg mengerti apa itu TUHAN) bukan teosofis yang hanya mengerti tentang Tuhan/sifat” tuhan spt maha kuasa maha mulia maha segala"nya ini disebut dg teosofis tp apa itu Tuhan dia tidak mengerti dan masih mencarinya yg sangat sulit mencapai pembebasan
TUHAN memberi kita kebebasan untuk memilih memuja dewa akan kembali kpd dewa memuja setan akan kembali kepada setan,memuja allah akan kembali kpd allah memuja TUHAN akan kembali kpd TUHAN,berbuat/bertindak seperti binatang akan kembali kpd binatang jd terserah kita mau memilih yg mana.dan anda harus tau siapa itu ALLAH bukan hanya sifat"nya yg maha"” dan segalanya tp apa itu allah mulai dr bentuk,nama,atribut,kegiatanya, rekan"nya dll ITU YG disebut dg teologi ilmu yg mengerti apa itu tuhan bukan teosofis yg mengerti tentang sifat tuhan tp apa itu TUHAN dia masih mencarinya dan anda harus men jelaskan akan allah itu kpd saya.Tuhan ada satu Tuhan tidak akan mungkin ada 2(dua)tp bisa dipanggil dg berbeda nama sesuai dg keyakinan masing”.dan kitab suci hindhu/weda tidak di sampaikan oleh apa itu yg disebut nabi tp kitab suci hindhu disabdakan langsung oleh TUHAN/KRISHNA itu sendiri di dunia kita ini kepada arjuna secara langsung,bhagavan wyasa,dan sanjaya melalui pendengaran rohani jarak jauh pada 5000tahun yg lalu di india tepatnya di kuruksetra.
Gita 12.1
Arjuna bertanya : yang mana di anggap lebih sempurna, orang yang selalu tekun pada dalam bakti kepada Anda dengan cara yang benar, ataukah orang yang menyembah Brahman yang tidak bersifat pribadi dan tidak terwujud
Gita 12.2
KEPRIBADIAN ASLI TERTINGGI TYME (KRISHNA) menjawab pertanyaan arjuna: orang yang memusatkan pikiran nya pada bentuk pribadi Ku dan selalu tekun menyembahKu dengan keyakinan yang besar yang rohani dan melampui hal-hal duniawi, Aku anggap paling sempurna.
Bhagavad-Gita 10.12 – 10.13:
Arjuna berkata:
Anda/Krishna adalah Tuhan yang maha Esa, tempat tinggal tertinggi, yang maha suci, yang rohani dan melampaui dunia ini, personal yang pertama-tama, tidak di lahirkan dan maha besar.
Semua resi yang mulia seperti Narada, Asita, Devala dan Resi Vyasa membenarkan pernyataan ini tentang diri Anda, dan sekarang Anda sendiri menyatakan demikian kepada hamba.

Krishna di jelaskan dalam sastra Veda/tepatnya dlm brahma samhita sbb:

Isvarah paramah krsnah Sac-cid-ananda-vigrahah

Anadir adir govindah Sarva-karana-karanam

Arti :

Krisna yang di kenal sebagai Govinda adalah Tuhan yang maha Esa. Beliau berbadan spiritual yang kekal abadi dan penuh kebahagiaan. Beliau sumber segala-galanya. Beliau tidak memiliki asal usul yang lain, karena beliau lah sebab segala sebab.
dan banyak lg kitab” weda yang menyatakan KRISHNA adalah kepribadian asli TYME/Tuhan itu sendiri spt bhagawad gita menurut aslinya,narayana upanisad,brahma samhita,srimadbhagawatam dll dan pembuktian ilmiah akan mahabharata anda bsa klik di google(bukti ilmiah mahabharata)

Posted by kadek  on  04/02  at  02:22 AM

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq