Refleksi Tiga Tahun Perjalanan JIMM - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Kolom
12/09/2006

Second Muhammadiyah: Refleksi Tiga Tahun Perjalanan JIMM

Oleh Moh. Shofan

Karenanya, “Refleksi 3 Tahun JIMM” merupakan peristiwa langka yang akan sangat monumental jika benar-benar menemukan bentuknya yang paling terang, yakni sebagai gerakan kultural yang dicirikan oleh kaum intelektual.

12/09/2006 05:11 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (9)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

saya sepakat saja bahwa kelahiran JIMM merupakan keprihatinan kaum muda Muhammdiyah akan kejumudan pemikiran yang terjadi di Muhammdiyah. kalaulah para petinggi Muhammadiyah kuatir akan sepak terjang JIMM, saya kira kurang bijak. JIMM lahir berdasar spirit Tajdid yang didengungkan KH Ahmad Dahlan. kalau kita setback kembali bagaimana awal mulanya respon masyarakat Indonesia akan gerakan muhammadiyah? mereka mengaggap gerakan yang dicetuskan KH ahmad dahlan sebagai agama baru, bahkan di cap kafir.

melihat hal di atas perjalan JIMM yang dicap kafir, lambat laut akan menemukan kebenerannya. Amien

#1. Dikirim oleh Achsin el-qudsy  pada  14/09   02:09 PM

ass.

menanggapi tulisan mas shofan, saya kira perlu ada beberapa ulasan. Jika yang dimaksud dengan pendirian JIMM adalah membangkitan gerakan intelektual kalangan Muhammadiyah dengan mendasar kerucutkan pada beberapa gelombang wacana pemikiran keislaman akhir2 ini di indonesia yg lebih cenderung membebek apa yang digaungkan oleh semacam jabiri, Hasan hanafi, nasr abu zeid, Syahrur,arkoun, atau essack. maka sayalah yang pertama-tama akan angkat tangan menolak. ada beberapa kekhawatiran kita hanya akan terjebak pada dataran nadhariyah normatif saja, berkebalikan dengan ciri khas muhammadiyah yang normatif-praktis(ilmu dan amal) Dan ini sangat berkaitan erat dengan tanggung jawab keintelektualan warga muhammadiyah terhadap umat islam dan pada bangsa indonesia pada umumnya.

kita nggak ingin pandai berwacana atau ngomong ngalor ngidul dibumbui sedikit wacana sosiologi barat lalu berhipotesa dan mengistinbathkan sesuatu kemudian kita putar ke masyarakat, mengaku bahwa inilah pemikiran islam yang sesuai dengan tathawur al zaman.

pada jurnal al-Umran edisi VI(PCIM Kairo mesir) rubrik wawancara, Prof. Dr. abdul Muthi Bayoumi (Profesor pada jur. aqidah filsafat Univ azhar kairo ,juga anggota parlemen mesir) pada suatu saat ketika mengisi sebuah umsiyyah(dialog) bersama Syahrur dan hasan hanafi mengatakan pada mereka, “anda akan lebih dianggap sebagai intelektual dan cendekiawan muslim jika anda berani mengatakan bahwa produk pemikiran yang anda hasilkan adalah bukan sebagai suatu bentuk pemikiran islam, tapi pemikiran saya sendiri” disamping kita tidak menafikan kerja pembacaan para pemikir muslim di atas.

kerja seorang intelektual tidaklah gampang, kecuali kerja seorang intelektual hijau yang rela bekerja keras memproduk suatu pemikiran sebab ada imbalan besar dibalik semua itu dengan tanpa melihat apa yang akan terjadi jika ia melempar produknya ke masyarakat.

intelektual muhammadiyah harus bekerja di dataran praktis normatif, jangan cuma menjadi seorang pemikir nukhbah(elit.) Berwacana juga mengajar dan menyelamatkan masyarakat, tidak merusak dan mengaburkan pemahaman masyarakat.  berupaya memberdayakan masyarakat sipil. saya kira wacana2 barat sangat erat dan tidak jauh dengan kalangan muhamamdiyah, bukanlah barang baru, sebab kantong2 universitas muhamamdiyah lebih banyak dalam mengolah wacana tersebut.

maka saya ucapkan selamat buat milad JIMM yang ketiganya, semoga tambah segar dan jernih dalam memandang dan membedakan antara gelombang dengan buihnya. semoga. salam dari kairo.

wss.

#2. Dikirim oleh mukhlis  pada  16/09   10:09 AM

Benar bahwa jika dikatakan JIMM mempunyai peran yang besar sebagai generasi muda intelek dari kalangan Muhammadiyah, tetapi sangat kurang pas jika JIMM hanya punya kaitan non-struktural dengan Muhammadiyah. dalam kaidah organisasi, setiap pemakaian nama Muhammadiyah harus melalui musyawarah dan persetujuan, sedangkan JIMM tidak. hal ini mungkin dikarenakan beberapa hal : 1. Rasa takut dari JIMM jika tidak bisa menggunakan nama Muhammadiyah karena “kemapanan” yang melanda Muhammadiyah itu sendiri sehingga anti perubahan. 2. Kurangnya dialog dari kedua belah pihak. hal ini cukup kita sesalkan (bahwa ada polarisasi), sedangkan pada dasarnya Muhammadiyah adalah organisasi pembaharu (tentunya kita tahu sejarah berdirinya). Alangkah baiknya, jika JIMM benar-benar masuk secara struktral dalam Muhammadiyah.

#3. Dikirim oleh Ahmad Faizin Karimi  pada  17/09   01:10 AM

Di sini anda akan disebut intelektual jika berani ngomong beda, anti kemapanan walau terhadap kitab suci sekalipun. Maka media sekuler akan mem blow up anda dan berbagai macam pemikiran ngawur anda. Ingin terkenal dan sering muncul dimedia??? Gak susah, cukup tuangkan ide-ide anda tentang kebebasan individu yang sebebas-bebasnya, kritisi semua pemimpin-pemimpin agama anda terdahulu, kampanyekan gerakan memasyarakatkan pornografi dlsb.

#4. Dikirim oleh Syahrul Maidi  pada  17/09   12:10 PM

Saya berharapap JIMM itu menjadi JIN dalam tubuh Muhammadiyah. Keberadaananya harus senantiasa menebarkan virus-virus kebaikan dan membisiki tajdid al-Islam untuk menjadi amal baiknya. Sebab jika hal itu tidak dilakukan, sebagaimana jin (huruf kecil), JIMM akan dilaknat oleh zaman. Jangan salah paham, JIN yang saya maksudkan di sini adalah JIN muslim yang berhati baik. So, masa depan Muhammadiyah sebenarnya berada di pundak kaum mudanya. Saya yakin, jika kaum muda revolusioner itu seperti mas Shofan, Fuad Fanani, Pradana Boy, Zuly Qodir, etc bersama-sama melakukan fungsinya sebagai pemuda yang sadar akan realitasnya, tentu akan membawa Muhamaddiyah ke arah lebih baik. Maka, benar apa kata Soekarno, “berikan aku sepuluh (saja) pemuda, niscaya akan merubah dunia”. Mampukah JIM melakukan tugas suci itu? Kita tonton saja nanti…

#5. Dikirim oleh Ali Usman  pada  20/09   04:09 PM

Salut buat teman2 JIMM, ayo maju terus pantang mundur.  Tetap pegang semangat tajdid tetapi dengan atribut intelektualis dan akademikus.  Muhammadiyah membutuhkan gerakan ini untuk memelihara tradisi tajdidnya.  Perlu diketahui bahwa semangat tajdid tidak hanya milik para pengurus yang saat ini dipercaya mengurusi muhammadiyah tetapi juga milik semua elemen di muhammadiyah.  Sesungguhnya ciri khas gerakan muhammadiyah zaman kyai dahlan adalah semangat tajdid intelektualisnya yang mampu mengubah pemikiran dan perilaku ummat Islam menuju ke kehidupan modern

#6. Dikirim oleh rama immawan  pada  26/09   12:09 AM

melihat keberadaan JIMM dan sepak terjangnya selama tiga tahun terakhir kita sebagi ummat beragama patut memberikan apresiasi yang cukup berarti, sebab keberadaan JIMM mampu membawa perubahan yang cukup signifikan bagi keberadaan umat beragama. sepak terjang JIMM yang mampu memperjuangkan hak orang-orang mustadz’afin menjadi lebih baik dan bermartabat dimata orang ternyata sejalan dengan visi seluruh agama yang ada di dunia ini. untuk itu kami salaku kaum yang sangat setuju dengan misi yang telah dijalankan oleh komunitas JIMM mengharapkan supaya komunitas JIMM jangan pernaha berhenti berkarya untuk menelurkan gagasan-gagasan yang konstruktif demi kebaikan masyarakat yang ada di seantero Indonesia

#7. Dikirim oleh Afief Rahman  pada  29/09   11:10 AM

Dua bulan yang lalu VOMS (Voice Of Muhammadiyah Student) lahir dipermukaan. tapi jujur kelahiran VOMS tidak untuk diresmikan dan juga tidak untuk di hebohkan tapi untuk pencerahan pemikiran Muhammadiyah. dari saya pribadi jujur banyak sekali kelemahan Muhammadiyah dalam sudut pandang ideologi pemikirannya. terbukti di Sumatera Utara, banyak warga Muhammadiyah sudah lari dari jalurnya seperti politisasi kepentingan pribadi (PAN, PBB, PMB, PPP, takutnya PDS) dengan memakai nama Muhammadiyah. adalagi aksi Aisyiyah, IMM, Pemuda, IRM penolakan Bahdin Nur Tanjung sebagai Rektor UMSU karena terindikasi Korupsi.

jadi kami dari Mahasiswa yang berdiri sendiri (VOMS) karena hati yang bersih untuk membersihkan Muhammadiyah. jangan salahkan kami kalo kami membuat kehancuran bagi yang menghancurkan VOMS
-----

#8. Dikirim oleh Salman Nasution  pada  13/01   06:01 AM

Refleksi Tiga Tahun Perjalanan JIMM:
Wajib menunggu-nunggu dan tidak melupakan:
1. Al A’raaaf (7) ayat 52,53: Datangnya Allah menurunkan Penggenapan Hari Takwil Kebenaran Kitab melalui seseorang di Indonesia pada awal millennium ke-3 masehi (Fushshilat (41) ayat 44).
2. Yohanes 16:12-15: Datangnya Bapa menurunkan Penggenapan Roh Kebenaran melalui seseorang di Indonesia awal millennium ke-3 masehi (Yohanes 7:14,15).
3. Ibrahim (14) ayat 5, Al Jaatsiyah (45) ayat 14: Datangnya Allah menurunkan Hari-Hari Allah melalui seseorang di Indonesia awal millennium ke-3 masehi.

Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

#9. Dikirim oleh Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal  pada  03/11   02:21 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq