Warga Utan Kayu Dukung JIL - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Pernyataan Pers
11/09/2005

Warga Utan Kayu Dukung JIL

Menyangkut perbedaan pandangan dalam beragama, Ketua RW 05 ini menyarankan untuk tetap menjaga etika dan mengedepankan dialog. “Semua perbedaan yang ada harus diselesaikan dengan kepala yang dingin. Karena semua perbedaan yang ada adalah rahmah. Apalagi jika perbedaan itu tetap berpegang pada Alquran dan hadis”, papar Alam.

“Kami mendukung pemerintah Matraman untuk mengatasi masalah ini. Bagi Komunitas Utan Kayu agar menjalankan tugasnya tanpa harus diintervensi oleh siapa pun.” Itulah salah satu bunyi pernyataan bersama tokoh agama, pemuda, dan warga Utan Kayu Jumat, 9 September malam lalu. Pernyataan bersama tersebut dibacakan oleh M. Ishak, pemuka agama RW 06 Utan Kayu pada acara “Silaturahmi dan Ketegasan Sikap Dukungan Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat, Pemuda, dan Warga Terhadap Keberadaan Komunitas Utan Kayu di Utan Kayu” di Graha Arema Utan Kayu.

Hadir dalam acara tersebut Muspika, Koramil, Pejabat KUA, Kapolsek, Tokoh Agama, Pemuda, dan sejumlah warga Utan Kayu. Silaturahmi warga ini diprakarsai oleh Syamsu Alam, Ketua RW 05. Silaturahmi diadakan untuk menyatakan sikap warga berkaitan dengan peristiwa tuntutan pembubaran JIL beberapa waktu lalu oleh Forum Umat Islam Utan Kayu. Pada sambutannya, Samsu Alam menegaskan bahwa warga Utan Kayu menolak adanya orang luar yang berusaha untuk mencampuri urusan Utan Kayu. Ia juga mensupport Muspika untuk menyelesaikan masalah yang ada di Utan Kayu dengan arif.

Menyangkut perbedaan pandangan dalam beragama, Ketua RW 05 ini menyarankan untuk tetap menjaga etika dan mengedepankan dialog. “Semua perbedaan yang ada harus diselesaikan dengan kepala yang dingin. Karena semua perbedaan yang ada adalah rahmah. Apalagi jika perbedaan itu tetap berpegang pada Alquran dan hadis”, papar Alam.
Sementara Muspika Matraman yang diwakili oleh Camat Matraman, Khairil Astapradja, menyatakan bahwa persoalan agama seharusnya tak perlu diributkan. “Yang harus dipikirkan adalah bagaimana bangsa ini bisa lebih sejahtera”, tandas Khairil. Camat juga tidak percaya dengan adanya warga Utan Kayu yang usil dan suka mengusik ketenangan orang lain. Menurutnya, kehidupan warga Utan Kayu ini sebetulnya adalah indah, tetapi ada pihak luar yang membuat rusuh.

Oleh karena itu keberadaan JIL tak perlu dibesar-besarkan. Apalagi secara sah JIL telah mendapatkan ijin resmi. Hal ini sengaja dikemukakan oleh Camat, berkaitan dengan adanya tuntutan sebagian warga yang mempertanyakan keberadaan JIL di Utan Kayu beberapa hari sebelumnya. JIL dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap mempunyai iktikad baik dalam mengembangkan wacana keagamaan. “Kalau ada yang tidak setuju, silakan dialog. Berperang bukan dengan fisik, tapi dengan otak”, tegas Camat.

11/09/2005 | Pernyataan Pers | #

Komentar

Komentar Masuk (25)

(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)

Mudah2an rumus ini berguna...Cuma 2 yang mesti difahami,A.Ushuludin: Pokok Agama,merupakan kaidah yang fundamental/prinsip yang tidak boleh ada perbedaan terhadapnya.Jika ada Perbedaan,maka bukan Perbedaan akan tetapi TELAH KELUAR DARI ATURAN DASAR ISLAM&ORANG;ISLAM YANG BERBEDA DIUSHUL BERARTI DIA TELAH KELUAR DARI ISLAM(ISLAM MMPUNYAI STANDAR BASIC DALAM BERAGAMA)!!!!
Contoh:
1.Nabi Muhammad SAW,adalah Nabi terakhir,tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.Umat Islam Seluruh Dunia apapun Mazhabnya SEPAKAT AKAN HAL INI & TIDAK ADA PERBEDAAN SEDIKITPUN.
2. Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW,adalah benar adanya,barang siapa umat Islam yang mengingkari ini berarti telah keluar dari Islam.
3. Alqur’an adalah salah satu Mu’zijat nabi Muhammad SAW yang diberikan Oleh Yang Maha Mulia Yang Maha Sempurna,sehingga isi AlQur’an Mulia&Sempurna;,tidak ada cacat,keraguan didalamnya. Barang siapa Umat Islam yang Ragu&mengganggap;Alqur’an ada cacat,maka org tsb telah keluar dari agama Islam.
Masih banyak contoh2 lainnya
.
FURU’DIN:Cabang-cabang dalam Agama.Umat Islam boleh berbeda dalam Furu’ akan tetapi perbedaan tersebut harus mempunyai DASAR HUKUMNYA(DALIL).
Umat Islam yg berbeda di Furu’tidak menjadikan Orang tersebut Keluar dari Kaidah Dasar agama(alias tidak Murtad/dah).
CONTOH
1.Dalam Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW,ada Ushul ada furu’. Ada sebagian pendapat yang menyatakan bahwa Isro Mi’roj Nabi SAW hanya Ruhnya Saja(safar ruhaniah),akan tetapi Jumhur ulama sepakat Bahwa Isro Mi’roj Nabi Dengan Ruh&Jasad;.Ini masalah Furu’,.berbeda boleh asal pny Dalil,dan tidak menyebabkan kita keluar Dari Agama Islam.Dan msh byk lg contoh lainnya.

Posted by Mr.E  on  09/19  at  05:27 PM

mari rame-ramejadi tuhan, dengan mencela orang lain,seakan kita yang berkuasa atas alam semesta. sementara di sekitar kita banyak orang yang menderita karena ulah sesama, tetapi hati kita ternyata masih buta. Huuh!

Posted by wawan  on  07/31  at  05:44 AM

Hadits atau bukan hadits, palsu atau bukan palsu, tapi kalimat yang berbunyi “perbedaan pendapat diantara umatku adalah rahmat” sangat bagus dan dalam sekali maknanya. Apalagi kalau untuk memaklumi perbedaan dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits, yang merupakan sumber utama hukum Islam. Sebab kita memang harus membedakan antara “Islam” dengan “Pemahaman Islam”. Islam adalah mutlak pasti benar (bagi pemeluknya), tapi pemahaman Islam adalah relatif sifatnya. Dan menafsirkan Al-Qur’an adalah bagian dari upaya memahami Islam, yang tentunya juga bersifat relatif.Wajar jika hasil penafsiran itu bisa berbeda-beda, dan wajar pula jika kemudian melahirkan pemahaman yang berbeda. Karena itulah tak ada seorang pun yang berhak mengklaim bahwa pahamnyalah yang paling benar,sedangkan orang lain salah, bid’ah, sesat dsb.

Posted by malcreb  on  07/20  at  08:23 PM

Terlepas pada suka dan tidak pada komunitas utan kayu sebagai kelompok tetapi saya suka pada beberapa tulisannya. Saya memiliki pendapat
“Agama itu sama dalam artian tujuannya ,yaitu :agar dapat masuk surga. Seperti juga difinisi Islam yang pernah diuraikan oleh komunitas utan kayu yaitu damai selamat sehingga ada doa “Ya Alloh Selamatkan aku di dunia dan akherat. Bagaimana bisa damai? Bagaimana bisa selamat dunia dan akherat bila bila sikap dan pperbuatan kita tidak bisa menghormati dan menghargai orang lain. Bagi saya Agama hanyalah wadah/baju/identitas.Saya setuju perkataan di surga maupun di neraka agama dan militer tidak dibutuhkan.He… Bagi anda yang membenci orang kafir (seperti saya) dan merasa diri anda paling suci sehingga dengan muda dan bangga merasa dapat mewakili hukum dan malaekat serta Tuhan untuk menghakimi orang lain. Mestinya ahklak dan perbuatan anda lebi baik dan mulia dari pada kami yang kalian sebut kafir.

Posted by johanes  on  03/27  at  10:32 AM

untuk ikhwah fillah,
INGATLAH! SEMUA PERBUATAN DAN PERKATAAN KITA AKAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABANNYA DI HADAPAN ALLOH SWT

wallohu ‘alam

Posted by Hafshah  on  03/10  at  07:39 PM

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq