Home > Kliping Media > Paron

Cinta Segitiga Fiktif

Tabloid Paron No. 21, 28 September 1996

Karier musik Rhoma Irama dimulai ketika ia mengikuti orang tuanya, dari Tasikmalaya pindah ke Jakarta, sekitar 1950-an. Rhoma, yang masih menggunakan nama Oma Irama, bersekolah di sebuah Sekolah Rakyat (SR) di Manggarai, Jakarta Selatan. Ia kerap tampil menyanyi di acara-acara sekolah. Lagunya, tembang barat.

Suatu ketika, Bing Slamet yang melihat bakat Rhoma mengajaknya tampil di sebuah pertunjukan di kantor jawatan kereta api di Manggarai. Ini tentu saja, pengalaman yang membanggakan Rhoma yang saat itu masih kelas 4 SR. Ia berniat jadi pemusik. Alat musik yang digemarinya adalah gitar.

Sementara itu, romansa Rhoma dimulai ketika ia duduk di bangku SMP. Kendati ia baru resmi pacaran ketika sudah SMA. Pacar pertama Rhoma adalah puteri seorang kiai di Bukit Duri. "Saya tidak tahu, apakah itu cinta monyet atau beneran," kata Benny Muharram, kakak Rhoma, seperti dikutip Femina.

Sayang, cintanya tak berlanjut. Sang idaman akhirnya kawin dengan lelaki lain. Patah hati itu terjadi tidak sekali. Sebabnya, "Para orang tua tidak mengizinkan puteri mereka pacaran dengan Oma yang dianggap pengangguran," lanjut Benny. Oma memang hanya sempat setahun kuliah di Fakultas Sospol Universitas 17 Agustus. Ia kemudian memilih berkarier di musik.

Jodoh pertama Oma adalah gadis bernama Titiek. Sayang, perkawinan mereka cuma berumur sembilan bulan. Tak banyak diketahui tentang perkawinan pertama Oma ini. Yang jelas, ketika dalam proses perceraian dengan Titiek, Oma berkenalan dengan Veronica, pemain keyboard Band Beach Girl. Mereka bertemu dalam satu panggung di sebuah pertunjukan di Lampung.

Pulang dari Lampung, Oma membujuk Benny agar mau meminjamkan mobilnya. "Ben, saya pinjam mobil kamu sebentar. Saya dapat cewek. Pokoknya, petromaks," kata Oma, seperti ditirukan Benny. Petromaks adalah istilah untuk gadis yang putih dan cantik.

Oma menikah dengan gadis "petromaks" –Veronica– setahun setelah pacaran. Veronica yang beragama Kristen akhirnya masuk Islam. Perkawinan mereka dikaruniai tiga anak.

Tapi, perkawinan itu kandas. Lagi-lagi, di tengah proses perceraian, Oma bertemu gadis lain. Kali ini giliran Ricca Sukardi –belakangan mengganti namanya menjadi Ricca Rachim, setelah menikah dengan Oma dan masuk Islam. Ricca adalah pasangan tetapnya dalam bermain film menggantikan Yati Octavia.

Judul film pertama mereka: Cinta Segitiga. Judul itu seolah menyiratkan hubungan kedua insan, kendati saat itu mereka menolak. "Saya tidak pernah membayangkan bahwa dia akan jadi isteri saya. Cerita dalam film itu fiktif belaka," kata Oma, ketika itu.

Toh, akhirnya mereka menikah pada 31 Januari 1984, setelah Ricca bercerai dengan suaminya. Setahun kemudian, pestanya dirayakan. Dan, dua bulan setelah itu, Oma resmi cerai dengan Veronica. Oma, 49 tahun, dengan Ricca Rachim, 40 tahun, sampai kini belum dikaruniai anak.

Di tengah ketenangan rumah tangga Oma-Ricca, datang lagi badai isu. Oma pernah dikabarkan menikah lagi dengan seorang gadis. Makin tinggi pohon, memang makin keras diterpa angin, Pak Haji.


Laporan terkait:


Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.

comments powered by Disqus

Website ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn.