JIL Tidak Akan Bubar
Oleh Redaksi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jaringan Islam Liberal (JIL) menyatakan tidak akan menghiraukan tuntutan Forum Umat Islam Utan Kayu, yang pada Minggu (4/9) malam Camat Matraman membubarkan JIL dan komunitas Utan Kayu.
Sumber: TEMPO Interaktif, Selasa, 06 September 2005 | 19:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jaringan Islam Liberal (JIL) menyatakan tidak akan menghiraukan tuntutan Forum Umat Islam Utan Kayu, yang pada Minggu (4/9) malam Camat Matraman membubarkan JIL dan komunitas Utan Kayu.
“Kami akan tetap bertahan untuk tetap menggunakan kebebasan berpikir dan tidak akan menghiraukan sekelompok orang yang mengatasnamakan umat Tuhan yang meminta JIL bubar,” kata Syaiful Mudjani, Ketua Yayasan JIL dalam konferensi pers di Kedai Tempo, Komunitas Utan Kayu, Selasa (6/9).
Ia juga menegaskan tidak menerima siapapun atau kelompok apapun yang meminta JIL bubar dengan cara-cara yang sewenang-wenang, apalagi dengan ancaman maupun upaya kekerasan.
Menurutu Syaiful, fatwa MUI merupakan hasil ijtihad manusia dan kondisional, tidak sampai pada tingkat hukum Allah yang mutlak abadi. Karena itu, perbedaan pandangan dalam menilai fatwa MUI adalah hal wajar. Ia juga menjelaskan, kata ‘Liberal’ yang digunakan JIL sama sekali tidak ada hubungannya dengan paham ‘serba boleh’ sebagaimana disangkakan orang selama ini. “Liberal disini bermakna yang menghalalkan segala perkara, Ibahhiyyah,” tandasnya.
Karena itu, soal selebaran dari Front Pembela Islam yang menyatakan JIL mendukung kaum lesbian dan gay, hingga perdukunan di Indonesia atas nama HAM dan kebebasan sama sekali tidak berdasar. Hal itu, kata Syaiful, merupakan fitnah keji yang tidak mengindahkan etika atau pun akhlak.
Goenawan Mohamad, pendiri Komunitas Utan Kayu juga menyatakan mendukung JIL dan akan mempertahankan keberadaan Komunitas Utan Kayu. Demikian juga dengan
Camat Matraman, Chairil Astapraja. Ia berjanji akan mengamankan lingkungan Utan Kayu dan mempertahankan kebebasan berpikir yang diusung oleh JIL.
Sementara itu, Ketua RW 05 Utan Kayu Utara, Syamsul Alam menyatakan, warga Utan Kayu Utara khususnya, mendukung keberadaan JIL dan Komunitas Utana Kayu pada umumnya. “Kalau misalnya ada pihak yang menuntut pembubaran Utan Kayu atau JIL, langkahi dulu mayat saya,” tegasnya. Anton Aprianto
Komentar
Walau dalam beberapa hal saya tidak sependapat dengan pemikiran JIL, saya menolak segala kekerasan yang dicanangkan pihak lain untuk menghentikan gerakan JIL.
Saya masih bingung dengan tujuan JIL. Sebetulnya tujuan JIL itu apa sich??
-----
Sesungguhnya saya tidak keberatan dengan isi pemikiran yang ditampilkan di web site ini. Cuma kenapa harus dibungkus dengan kotak ‘JARINGAN ISLAM LIBERAL’. Kesannya jadi ingin merusak Islam. Kenapa bukan ‘JARINGAN KRISTEN LIBERAL’ atau ‘JARINGAN KATOLIK LIBERAL’. Atau mungkin bisa dicari istilah lain yang tidak menyinggung agama lain secara khusus. Kalau memang itu yang dituju (menyinggung agama lain) apa bedanya Jaringan Islam Liberal dengan FPI?
Assalamu’alaikum.
Saya sudah lama mengamati sepak terjang JIL beserta para punggawanya. Alasan yang selalu anda sajikan saat kondisi seperti ini adalah kebebasan berpikir. Apakah kebebasan berpikir membolehkan anda menjelek-jelekkan fatwa lembaga sekelas MUI sebagai fatwa tolol? Kalau memang keberadaan anda bermaksud baik, sebaiknya dalam menyampaikan pendapat lebih santun dengan menghargai kebebasan berpikir pihak lain. Akan lebih baik lagi jika anda adu argumen langsung berhadapan sebagai ajang silaturahmi dengan ormas Islam lain ketimbang melontarkan kontroversi melalui media cetak lalu lepas tangan akan kebingungan kaum muslim awam.
Wassalamu’alaikum.
Redaksi: Ulil sudah meminta maaf secara terbuka lewat surat elektroniknya di detik.com. Dia menyatakan khilaf.
Artikel tadi jelas berisikan FPI ingin membubarkan JIL karena menganut kebebasan. Saya sangat menyayangkan tindakan sewenang-wenang tidak melihat ke dalam organisasinya sendiri, bahwa Islam tidak mengajarkan kepada tindakan kekerasan yang selama ini dianut oleh FPI, koq dia (FPI) tidak melihat isi dari Alquran dan Hadits ya ....
Terima Kasih, Salam Kebebasan JIL
Komentar Masuk (5)
(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)