Lebaran untuk Semua
Oleh Martin Lukito Sinaga
Dalam Kristen: struktur pengalaman antropologisnya ialah kejatuhan, “negatifitas”, yang diberi nama “dosa asal Adam”. Sehingga untuk mengatasi itu semua, perlu Adam yang Baru, yang dipercaya nyata dalam inkarnasi dan diri Kristus.
Komentar
Yeh dah jelas banget koq kalo kristen tuch ajaran Islam yang menyimpang. Mana ada manusia disembah! Jadi yang bener tuch Allah SWT semata yang patut dan wajib disembah.
Kita lihat kasus yang terjadi akhir2 ini; “The Da Vinci Code” dan “Judas’ Gospel”, bagaimana seorang Yesus dihina dan dilecehkan habis2an, yang notabene menjadi tuhannya orang kristen.. Bagaiman sikap kami? tidak sebrutal kejadian2 yang timbul karena kasus di Denmark kan.. Yah bisa disimpulkan sendiri siapa yang benar2 disembah,.. Mari berandai2, kalau saja agama Anda lahir sebelum agama kristen, trus dikritik oleh agama kami, apakah Anda akan sedewasa kami menghadapi pelecehan seperti yang dilakukan oleh “Jesus’ Qur’an” ataupun “Isa"-nya Adnan Krishna? Keberhasilan suatu agama diukur dari kedewasaan para pengikutnya dalam menhadapi “kejamnya dunia” ini.. Apakah Anda sudah dewasa? Apakah Anda berani menyanjung agama kami seperti Martin Lukito menyanjung agama Anda? Mungkin anda harus meneladani Gus Dur yang bisa melakukannya, menciptakan keharmonisan “semua alam”.. Kan katanya agama Anda untuk semesta alam.. Biarkanlah kita berbeda, tetapi satu tujuan, yaitu “surga”.. Mungkin lho ini.. jika gak ada kristen dan yahudi (agama pendahulu islam), Nabi Muhammad mungkin lho.. tidak bisa menciptakan agama beserta ajaran yang Anda anut sekarang.. Kan katanya agama Anda adalah agama perangkum, pengoreksi dsb.. ya to? lah gimana gada yang dirangkum dan dikritik.. Pesan dari saya, mari hargai agama purba, agama hindu-budha dan kristen, tanpa men-judge kami sebagai kaum kafir.. Mariiiiiii.. Salam “kasih sayang” dari saya.. “Pengikut Sejati Ajaran2 Allah Bapa di Surga”
bagus
saudara Martin,
saya bisa mengerti dan bisa memaklumi maksud baik bapak untuk mencari persamaan bukan perbedaan. Yang paling hakiki pada dasarnya yang dapat kita perbuat adalah mencari persamaan di dalam membangun bangsa tanpa harus memaksakan persamaan di dalam melihat keyakinan terhdap keagamaan yang memang sangat sulit untuk disatukan, yang paling penting adalah tidak memaksakan untuk merubah atau mencari cara untuk merubah keyakian pihak lain dengan dalih apapun walaupun dengan dalih keyakinan yang dianut, karena itulah pangkal keributan!!!!
-----
Komentar Masuk (4)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)