Novel Kematian Tuhan
Oleh M. Guntur Romli
Tulisan ini mengulas sebuah novel termasyhur sastrawan Mesir Naguib Mahfouz, “Awlâd Hâratinâ”, dimuat di rubrik sastra Koran Tempo Minggu dua edisi: 4 Juni 2006 “Terusir dari Rumah Besar” dan 11 Juni 2006 “Anak-cucu Al-Gabalawi”
Komentar
Cerita yang disuguhkan dalam novel tersebut sangat menarik. Pemikiran yang sangat bebas! Kebebasan merupakan satu modal membuat tulisan yang baik. Namun kalau kebebasan tersebut disalahartikan, bisa berabe tuh. Mudah-mudahan, kalau novel tersebut dipasarkan secara luas, tidak akan membuat para peminat (pembaca) berfikir bahwa seperti itulah drama kehidupan manusia dan Tuhan. Semoga saja…
segala hal akan indah bila cara kita melihat diiringi jiwa dan hati lapang. novel ini memberikan wacana yang apik. mengasah fikiran untuk menerima kenyataan kehidupan. semua kejadian di alam ini selalu membawa hikmah. sejauh kita mau mengalaminya dengan arif.
-----
Komentar Masuk (2)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)