Ahmad Abdul Haq


Mengapa Wiranto

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Senin, 23 Oktober 2006 12:00 WIBMengapa Wiranto

kick andyMengapa Wiranto Dari berbagai komentar yang disampaikan di website ini, menanggapi wawancara eksklusif dengan mantan Presiden BJ Habibie, nama mantan Pangkostrad Prabowo dan mantan Menhankam/Pangab Wiranto adalah yang paling dikehendaki untuk tampil di Kick Andy. Pasalnya, nama kedua tokoh itu disebut-sebut Habibie dalam bukunya, berkaitan dengan cerita yang selama ini tidak banyak diketahui masyarakat berkaitan dengan peristiwa lengsernya Pak Harto. Di berbagai kesempatan, Prabowo dan Wiranto menyatakan keberatan atas fakta yang diungkapkan Habibie dalam bukunya. Prabowo, misalnya, saat tampil di Kick Andy mengatakan beberapa hal yang ditulis Habibie tidak benar dan merusak nama baiknya. Dalam komentar di website ini, mayoritas menginginkan Wiranto tampil di Kick Andy agar misteri seputar mundurnya Pak Harto semakin jelas. Namun, tidak mudah menghadirkan Wiranto. “Selama bulan puasa saya tidak mau membuat orang marah atau susah. Saya mau kontemplasi,” ujarnya ketika saya menelepon. Saya mengenal Wiranto lebih dekat justru ketika peristiwa kerusuhan Mei 1998 sedang puncak-puncaknya. Waktu itu saya masih memimpin Seputar Indonesia RCTI. Pak Wiranto mengundang lima Pemimpin Redaksi media massa ke markasnya. Untuk mencapai markas di Jalan Medan Merdeka waktu itu, saya harus menembus beberapa barikade kawat berduri yang dihamparkan di sepanjang Monas dan dijaga ketat sejumlah tentara bersenjata lengkap. Setelah melalui pos-pos penjagaan dengan dicek dulu daftar nama yang boleh menembus blokade, hari itu saya berjumpa dengan Jenderal Wiranto. Saya masih ingat, pada saat itu saya bersikap sangat keras terhadap sang jenderal. Saya bilang selama ini saya pengagum dia. Tetapi sejak adanya Pasukan Pengamanan Swasta (Pamswakarsa) yang memprovokasi mahasiswa, saya bilang kekaguman saya padanya hilang sama sekali. Ucapan itu membuat wajah sang jenderal merah padam. Tapi, saya tidak perduli (belakangan soal Pamswakarsa ini dia jelaskan dalam bukunya Bersaksi di Tengah Badai, yang dapat Anda akses di situs ini). Lama sesudah peristiwa itu, August Parengkuan, wartawan senior KOMPAS, yang juga turut dalam pertemuan itu, mengatakan kepada saya betapa jantungnya hampir copot waktu itu melihat dalam situasi seperti itu saya sangat keras terhadap Wiranto. Namun, ternyata sikap anak muda yang keras itu mengesankan Wiranto. Buktinya, ketika kasus Timor Timur meledak, dan banyak wartawan – dalam dan luar negeri – mengejar Wiranto, RCTI-lah televisi pertama yang berhasil mewawancarai Jenderal Wiranto. Saya berhasil meyakinkan dia untuk sebuah wawancara eksklusif selama satu jam di RCTI. Sejumlah media yang kecolongan, menuduh saya menjadi corong Wiranto. Lebih kejam lagi, ada yang menuduh saya mendapat uang dari Wiranto. Lucu, memang. Sebab Wiranto saat itu adalah sumber yang paling dicari dan kredibel dalam kasus Timor Timur. Bagi teman-teman jurnalis yang obyektif, pertanyaan saya waktu itu justru dinilai terlalu keras dan cenderung menghakimi Wiranto. Nah, ketika buku Habibie mencuatkan kontroversi, saya mencoba menghubungi Wiranto. Dia menolak dengan halus. Tetapi karena komentar di situs ini terus “mendesak” Kick Andy untuk menampilkan Wiranto agar masalah yang menimbulkan kontroversi di buku Habibie bisa lebih jelas, maka “amanat” itu saya perjuangkan (hehehehe...) Singkatnya, Wiranto bersedia tampil di Kick Andy tanpa ada pembatasan. Artinya, saya dipersilakan bertanya apa saja. Dari soal buku, rivalitas dengan Prabowo, tudingan miring Sumitro Djojohadikusumo - ayah Prabowo -, juga soal Kerusuhan Mei 1998, penembakan mahasiswa dan penculikan aktivis. Mudah-mudahan semua upaya ini bermanfaat bagi penonton Kick Andy dan kita semua. Kick Andy sejak awal memang tidak bermaksud untuk mempertentangkan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok, keyakinan dengan keyakinan, maupun ideologi dengan ideologi. Kick Andy hanya sekadar memotret sebuah fenomena dengan cara yang tidak biasa. Agar kita dapat belajar dari situ. Kesimpulan kami serahkan kepada masing-masing orang. Begitu. Salam Andy F. Noya


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy