Ahmad Abdul Haq


Materi Andys corner 20 nov 2006

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Senin, 20 Nopember 2006 12:00 WIBMateri Andys corner 20 nov 2006

kick andyTanpa sadar air mata saya menetes ketika melihat dari waktu ke waktu penyumbang untuk Buyung dan Amai Nila mulai mengalir masuk. Sumbangan datang dari seluruh pelosok Indonesia. Dari Papua sampai Aceh. Lelaki maupun perempuan. Tidak ada batas suku dan gender. Dan yang membuat saya semakin terharu, jumlah sumbangan sangat bervariasi. Mulai dari Rp 10 ribu, 16 ribu, 20 ribu, 100 ribu, 500 ribu, 1 juta sampai yang tertinggi Rp5 juta. Jumlah menjadi tidak penting lagi. Saya membayangkan nilai Rp 10 ribu dan Rp 5 juta rupiah menjadi relatif. Karena saya yakin masing-masing menyumbangkan sesuai dengan kemampuannya. Karena diberikan dengan hati yang tulus, nilainya sama-sama tinggi. Ini pertama kali Kick Andy membuka "dompet" untuk membantu narasumber yang dirasakan membutuhkan bantuan dari kita yang lebih beruntung. Hasilnya, sungguh luar biasa. Sekali lagi bukan nilainya, tetapi respon yang kami terima. Di sini saya semakin percaya masih banyak di antara kita yang peduli pada orang-orang seperti Buyung dan Amai Nila. Pada saat sumbangan kami tutup, uang dari Anda yang terkumpul mencapai Rp 70.894.585. Jumlah pecahan yang aneh karena memang ada juga sumbangan yang kami terima dengan pecahan sampai 5 rupiah. Kisah Buyung ternyata juga menggugah hati Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufida Jusuf Kalla. Dalam acara Kick Andy Special (yang akan disiarkan Sabtu 25 November jam 21.05 WIB) Ibu Mufida memberikan sumbangan Rp 50 juta untuk Buyung. Tidak berhenti di situ, Menteri Perindustrian Fahmi Idris melengkapi jumlah sumbangan dari pemirsa Kick Andy yang Rp 70.894.585 tadi menjadi Rp 100 juta. Maskapai penerbangan Adam Air juga sudah menyatakan komitmennya untuk membantu Buyung. Utusan dari Sari Husada juga mendatangi saya dan menyatakan keinginan mereka untuk membantu Amai Nila dan Buyung dalam rangka Hari Ibu nanti. Ketika Kick Andy mengangkat topik para finalis kompetisi film dokumenter Eagle Award, ternyata Wakil Presiden Jusuf kalla dan istri sedang menonton. "Saya dan istri terharu melihat kegigihan Suster rabiah melayani masyarakat kecil," ujar Yusuf kalla. Pada saat itu dia dan istri tergerak untuk memberi bantuan Rp 200 juta untuk membuat kapal tradisional sesuai permintaan suster Rabiah, tokoh utama dalam film Suster Apung. Jusuf Kalla juga memberikan bantuan Rp 50 juta kepada dr Diana, dokter muda yang mengabdi di Pulau Maya Karimata di Kalimantan Barat. Sementara Menkokesra Aburizal bakrie, yang membaca kisah-kisah heroik para tokoh di film-film finalis Eagle Award ini di media massa, tergerak memberikan bantuan kepada tokoh dan pembuat filmnya, masing-masing Rp 25 juta untuk setiap tim. Menteri Kesehatan Siti Fadila Supari melengkapi bantuan dengan memberi Suster Rabiah, dr Diana dan pembuat kedua film (Suster Apung dan Amtenar) dengan total bantuan Rp 80 juta. PT HM Sampoerna memberi penghargaan Rp 25 juta untuk Suster Rabiah. Sementara Bank Muamalat memberi dukungan sejumlah dana kepada Suster Rabiah, dr Diana, dan Buyung dalam bentuk tabungan. Melihat dukungan yang begitu besar, saya semakin optimis Kick Andy bisa berperan lebih dari sekadar acara televisi, tapi juga dapat menjadi pendorong bagi kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang memang layak mendapatkan bantuan. Sekali lagi, pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Anda semua. Pekerjaan masih banyak. Setidaknya saya dan tim Kick Andy – juga Anda semua -- harus mengawasi dan mengawal agar bantuan itu betul-betul digunakan sesuai tujuannya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas kebaikan Anda semua. Salam.

 

Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy