Ahmad Abdul Haq


PENGABDIAN TANPA BATAS

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Selasa, 15 Desember 2009 22:01 WIBPENGABDIAN TANPA BATAS

PENGABDIAN TANPA BATAS Inilah sepenggal kisah lain dari para anggota aparat penegak hukum kepolisian republik Indonesia. Di tengah santernya berita-berita negatif yang memerosotkan citra kesatuan Polri, ada sejumlah cerita dedikasi dan pengabdian tak pandang resiko dari beberapa anggota korps baju coklat ini.

Demi memenuhi panggilan tugas, mereka kini hidup dalam ketidak sempurnaan. Bahkan ada di antara mereka yg merelakan nyawanya jadi taruhannya alias meninggal.

Salah satunya adalah Aiptu Anumerta Suratijo. Anggota reserse Polda DIY ini, harus menjalani hidupnya di atas kursi roda, setelah sebuah aksi penyergapan sindikat perampok membuahkan timah panas yg menembus punggung dan paru-parunya pada 1996. Suratijo akhirnya mangkat, tepat seminggu setelah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI dan Kapolri pada HUT Bhayangkara 1 Juli 2009 lalu.

Sementara bagi Briptu Tholib dan Bripka Eko Hari Cahyana, penugasan di Nanggroe Aceh Darusalam saat operasi militer menumpas GAM adalah pengalaman yg paling membekas bagi mereka. Di medan tugas itulah, dua anggota Gegana Brimob Polri harus menyandang cacat untuk selamanya.

Tholib harus merelakan sebagian tangannya putus tersambar bom, sementara Eko kini menjalani kehidupan sehari-hari dengan wajah yg tak sempurna akibat peluru yg menembus rahang dan pipi kirinya.

Hal yang hampir sama menimpa Bripka Doni Tobing. Saat bertugas dalam misi mendamaikan perang suku di Papua, Doni mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan lengan kirinya sebatas pundak, dan kaki yang dihiasi pen di dalamnya.

Sedangkan bagi Jakaria, hidup dari keluarga besar polisi, mendorongnya memiliki dedikasi dan keteguhan untuk mengabdi semampunya sebagai anggota polisi satuan reserse. Sudah tak terhitung pengalamannya dalam melakukan pengungkapan tindak kriminal. Mulai dari perampokan, sindikat narkoba, penculikan hingga pembunuhan terencana. Resiko terbesar pengabdiannya, terjadi saat ia melakukan penyergapan sindikat perampokam ATM sebesar 2,8 miliar pada akhir 2007 silam. Tak tanggung2, saat berjibaku dengan perampok bersenjata itu, sebelas timah panas menyambar tubuhnya. Ia mampu bertahan hidup hingga kini, meski masih ada 3 serpihan peluru di tubuhnya yang belum sempat dikeluarkan. Dan iapun langsung aktif kembali di kesatuan Jatanras Polda Metro Jaya, sekeluar dari rumah sakit.

Mereka menjadi bukti, bahwa Polri tak selalu lekat dengan citra buruk, terutama akhir-akhir ini. Paling tidak, mereka semua dengan tegas menjawab bahwa semua resiko itu adalah bagian dari pengabdian mereka pada NKRI dan masyarakat.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy