Ahmad Abdul Haq


Catatan Seorang Skizofren

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Kamis, 20 Juli 2006 12:00 WIBCatatan Seorang Skizofren

Catatan Seorang Skizofren Seorang ibu asal Banyumas, Jawa Tengah, mengirim surat. Di atas dua lembar kertas sederhana dia menceritakan perlakuan yang diterimanya dari keluarga dan masyarakat. Singkatnya, sang ibu pernah menderita stress berat dan mengalami perlakuan yang menurut dia seharusnya tidak dilakukan oleh keluarga dan lingkungan. "Orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan seharusnya justru diperlakukan dengan penuh kesabaran dan dengan kasih sayang," ungkapnya. Karena itu, dia minta agar masalah yang dihadapi para penderita kelainan jiwa ini dibahas di Kick Andy. Pada saat yang sama, tim Kick Andy membaca sebuah buku berjudul Ratu Adil, yang ditulis oleh seorang penderita skisofrenia, yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa di Yogyakarta. Satira Isvandiary, gadis manis berusia 30 tahunan ini, menceritakan semua pengalaman hidupnya ketika dia mengembara ke dunia lain dan bertemu dengan berbagai tokoh. Dari mayat hidup, Jibril, Mahluk bermata merah menyala, sampai para nabi dan tokoh-tokoh Budha. Gangguan kejiwaan itu dialami Satira ketika suaminya selingkuh dan meninggalkan dirinya yang sedang hamil. Begitu hendak bangkit dari kehancuran, suami keduanya juga meninggalkannya. Kini Satira mengandalkan obat yang harus diminum setiap hari untuk menjaga kestabilan jiwanya. "Memang kami sering memukulinya," kata Nurul, salah satu kakak Satira yang juga hadir di acara Kick Andy. Hal tersebut mereka lakukan karena tidak bisa memahami jalan pikiran Satira yang sering tidak masuk akal. "Bayangkan suatu hari dia lari-lari menggendong bayinya sambil teriak-teriak bahwa dunia akan kiamat. Kami sering dibuat kesal oleh tingkahnya," ujar Nurul. Namun, kekuatan cinta sang ibu dan pemahaman bahwa Satira mengalami gangguan jiwa, membuat keluarga mulai memperlakukan Satira dengan kasih dan kesabaran. "Mereka memang patut dikasihani dan diperlakukan dengan kasih sayang. Jika tidak, kondisi mereka akan semakin parah," ujar DR Surya Widya, psikiater dari RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta. Untuk lebih memahami kondisi para penderita sakit jiwa, Andy F. Noya, mengunjungi RS Jiwa Soeharto Heerdjan dan bercakap-cakap dengan beberapa pasien di sana. "Umumnya mereka selalu mendapat bisikan untuk bunuh diri dan mereka cenderung mengikuti bisikan itu," DR Surya menambahkan. Sebuah dunia yang menarik untuk diselami agar kita bisa memahami dan memperlakukan saudara-saudara kita yang menderita gangguan jiwa dengan benar. Lalu, siapa tamu rahasia yang membuat Satira kaget dan langsung memeluknya? Jangan lewatkan Kick Andy, Kamis, 20 Juli 2006, pukul 22.30 di Metro TV.

 

Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy