Ahmad Abdul Haq


Bunuh Diri

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Kamis, 24 Agustus 2006 12:00 WIBBunuh Diri

Bunuh Diri Siapa sangka bintang bulutangkis yang dijuluki "bola karet" karena keuletannya mengejar shuttle cock itu ternyata rapuh. Jiwanya oleng ketika kekasih yang dicintainya meminta putus hubungan. Lius gelap mata. Cairan pembasmi serangga yang ada di kamar kekasihnya dia tenggak hingga habis. Akibatnya mudah ditebak: Sang juara Indonesia Open 1984 itu harus dilarikan ke ruang gawat darurat di RSCM Jakarta dalam kondisi koma. "Jiwa saya memang lemah. Dari luar orang melihat saya kuat tapi pada kenyataannya saya rapuh," ungkap Lius Pongoh. Pengakuan Lius di Kick Andy edisi Kamis, 24 Agustus 2006 ini sungguh menusuk ulu hati. Apalagi kisah cintanya berujung tragis. Setelah percobaan bunuh diri itu, Lius dan sang kekasih memang akhirnya menikah. Namun sembilan tahun kemudian perkawinan mereka kandas juga. "Setelah perceraian itu, hidup saya hancur lagi. Saya bahkan tidak berani bertemu orang. Makan di restoran saja selalu menghadap tembok agar tidak dikenali," tutur Lius. "Saya merasa semua orang mencibir karena setelah peristiwa itu toh akhirnya saya tetap kehilangan orang yang saya cintai." Kisah tentang bunuh diri diangkat dalam Kick Andy karena beberapa waktu lalu kita dikejutkan oleh sebuah fenomena bunuh diri di kalangan anak-anak dan remaja. Oleh suatu persoalan yang kita anggap sepele, seorang anak nekat membunuh dirinya. Ternyata kecenderungan orang untuk bunuh diri belakangan ini secara statistik semakin meningkat. Terlebih lagi fenomena bunuh diri ini meluas ke berbagai kalangan. Tidak pandang laki-laki atau perempuan. Kaya atau miskin. Hampir setiap hari kita membaca di suratkabar atau menonton di televisi berita-berita tentang bunuh diri. Mengapa sekarang orang mudah mengambil jalan pintas itu? Misalnya kisah tentang Eko Haryanto, seorang siswa kelas 6 SD di Tegal, yang menggantung diri karena ditegur gurunya soal uang sekolah. "Waktu itu dia pulang sekolah langsung masuk kamar. Saya tanya kenapa dia diam saja. Tahu-tahu sudah gantung diri di plafon," tutur Ruwedionah, ibu Eko. Eko memang berhasil diselamatkan. Tapi bayarannya terlalu mahal. Kedua kakinya lumpuh dan kini anak desa yang tampan ini menjadi gagu. "Saya berharap Eko dapat normal kembali," ujar Ruwedionah penuh harap. Mengapa seseorang ingin membunuh dirinya? Ternyata alasannya macam-macam. Widyawati Bayu, psikolog yang aktif menganalisa perilaku bunuh diri, menjelaskan berbagai alasan dan ciri-ciri orang yang berniat bunuh diri. Sementara itu, sejumlah relawan yang tergabung dalam Hotline Service Bersama juga membagi pengalaman mereka dalam menangani kasus-kasus bunuh diri di Indonesia. Sebuah topik yang diharapkan dapat membangkitkan semangat orang-orang yang sedang putus asa dan berniat bunuh diri.

 

Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy