Ahmad Abdul Haq


BAGIMU GURU

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Kamis, 01 Maret 2007 12:00 WIBBAGIMU GURU

BAGIMU GURU Jika seorang tukang becak diminta mengajar di universitas, sudah terbayang apa yang bakal terjadi.”Saya bingung. Saya tanya sama pak rektor, bagaimana caranya ngasih nilai mahasiswa nanti?” ujar Marsius Sitohang sembari tergelak. Marsius diminta jadi dosen luar biasa gara-gara tampil mengisi acara di seminar yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU). Melihat kemampuannya memainkan seruling Batak, pihak USU memintanya jadi dosen di jurusan etnomusikologi. ”Waktu itu saya bilang saya memang bisa main musik, tapi tidak tahu cara mengajar,” ungkap Marsius yang tampil kocak di episode 1st Anniversary Kick Andy itu. Ironisnya, walau sudah 25 tahun jadi dosen dan sudah melanglang buana mengharumkan nama Indonesia, status Marsius masih honorer dan hidup dengan ekonomi pas-pasan.. Dalam episode persembahan untuk para guru ini, Kick Andy juga menampilkan Didi Tarsidi dan Wacih, sepasang tunanetra yang pantang menyerah dan mengabdikan hidup mereka untuk dunia pendidikan. Sejak usia lima tahun mata Didi buta. Tapi baginya buta bukan hambatan. Bahkan saat ini sambil mengajar dia menyelesaikan pendidikan doktornya. Didi menikah dengan Wacih Kurnaesih, adik kelasnya, yang juga tunanetra. Mereka dikarunia dua anak laki-laki yang normal. Tidak cuma gelar S1 yang sudah dikantongi Wacih, tetapi seabrek penghargaan atas karya-karya essainya oleh lembaga internasional menjadi catatan atas prestasinya. Dua sejoli tunanetra yang mengaku jatuh cinta pada pendengaran pertama –bukan pandangan pertama – ini merupakan pasangan yang luar biasa dalam mengabdikan hidup mereka demi pendidikan. Semua itu mereka lakukan dengan dedikasi dan optimisme yang meletup-letup. ”Saya tidak malu punya orangtua buta dua-duanya. Sebaliknya saya sangat bangga pada mereka,” ujar Tommi, anak sulung Didi dan Wacih yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya di Universitas Pajajaran Bandung. Di Surabaya, ada Didi HP yang dengan mobil keliling mendatangi perumahan-perumahan. Sasarannya adalah para PRT. Bukan untuk menculik, tapi guna mengajari mereka. ”Antara lain pengetahuan umum dan etika,” tutur Didi. Semua bermula ketika Didi menolong PRT yang meninggal karena melahirkan di pinggir jalan. PRT remaja itu diusir majikannya karena hamil. Kick Andy Episode Spesial ini juga menghadirkan Septi si pencipta jarimatika, Hani pelopor Desa bahasa, dan Retno guru kreatif yang pernah digugat Mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung. Karena ini merupakan episode 1st Anniversary, maka para undangan yang semuanya guru honorer mendapat hadiah khusus. Selain buku, kepada mereka diberikan handphone, tabungan bank, taper recorder, dan hadiah lain dari sponsor serta satu hadiah utama Toyota Innova. Sebuah persembahan bagimu guru.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy