Ahmad Abdul Haq


LOLOS DARI MAUT

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Senin, 07 Juli 2008 12:00 WIBLOLOS DARI MAUT

kick andy Pernahkah membayangkan bagaimana seandainya Anda lolos dari maut? Apakah itu kecelakaan atau musibah yang lain ? Memang sih, sebaiknya tidak usah membayangkan sesuatu hal yang belum terjadi. Tetapi, tidak ada salahnya kan kita berandai-andai bagaimana kalau musibah itu ternyata menimpa kita ? Dan, lebih baik lagi, kalau kita menyimak pengalaman orang agar bisa sedia payung sebelum hujan.

Kick Andy kali ini akan menampilkan pengalaman para narasumber yang hampir saja menghadapi maut. Seperti dikisahkan Sigit Suciptoyono. Pria setengah baya itu sekitar tahun 2001 nyawanya hampir saja melayang. Ketika itu pesawat yang ditumpanginya transit di Taipei sebelum berangkat ke Los Angeles, Amerika Serikat. Ketika tinggal landas, pesawat Singapore Airlines itu menabrak sejumlah drum dan crane yang ada di samping landasan pacu. Ternyata pesawat dengan penumpang sekitar 209 orang itu salah mengambil jalur di tengah hujan badai.

Akibatnya pesawat terbelah menjadi tiga bagian dan terbakar. “Saya duduk di kelas bisnis. Mengetahui pesawat terguncang, serta merta saya secepat kilat langsung menuju pintu darurat. Begitu mencapai pintu yang terbuka segera saya terjun dan berlari”ujarnya mengenang peristiwa itu. Begitu sampai di daratan, Sigit terus berlari sambil terpincang-pincang menjauhi reruntuhan pesawat yang terbakar.Tercatat 79 orang dari 209 penumpang tewas dan lainnya luka-luka. Sampai saat ini Sigit mengaku trauma bepergian dengan pesawat. “Jika hendak keluar kota, saya lebih memilih jalan darat saja” kata Bapak dua putra ini.

Pengalaman pasangan Amelia dan Kusnadi lain lagi. Pasangan ini dilanda kepanikan yang luar biasa. Ketika itu Amelia akan melahirkan dan sudah mengalami pecah ketuban. Sementara di daerah rumah tinggalnya Aceh Tamiang sedang dilanda banjir bandang. Dengan perjuangan keras, mereka berhasil mencapai Rumah Sakit Umum setempat.

Namun di rumah sakit ini ternyata tidak bisa menolong, karena semua peralatannya terendam banjir. Dokter dan perawat sudah memvonis janin yang dikandung Amelia sudah meninggal dunia. Pasangan muda ini terus berjuang menyelamatkan bayi yang dikandung. Mereka dengan susah payah menuju Rumah Sakit Pertamina yang juga berada di Aceh Tamiang.

Tiba di rumah sakit yang lebih baik pun ternyata tidak bisa berbuat banyak. Sama dengan rumah sakit sebelumnya, di sini seluruh bangunan juga terendam banjir. Di tengah kepasrahan itulah mukjizat datang. Tiba-tiba sebuah helikopter milik Pertamina datang ke Aceh Tamiang untuk membawa bantuan korban banjir.

Dengan helikopter Amelia pun segera dibawa ke Rumah Sakit Malahayati, Medan. Setelah dioperasi, bayi yang dikandung berhasil lahir dengan selamat. Sementara pengalaman yang memiriskan hati adalah apa yang dialami seorang perempuan dokter bernama Carolus Yuliana Louis.

Ketika itu ia dan rombongan akan mengadakan pengobatan massal ke daerah Maluku Tenggara Barat, tepatnya di desa Alusikelaan, Kecamatan Kromomolin. Ketika speed boad yang ditumpanginya sudah di lautan Arafuru, tiba-tiba mesin mati karena kehabisan bahan bakar. Ia dan rombongan pun terapung-apung di tengah lautan luas. 13 orang anggota rombongan pun terapung-apung di lautan selama 14 hari. Sungguh tidak terbayangkan bagaimana penderitaan dokter dan anggota rombongan lainnya ketika menjalani hari-hari penantian di tengah lautan lepas tanpa makanan dan minuman yang memadai.Yang terberat mungkin adalah masa penantian, sampai kapan mereka bisa diselamatkan ?


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy