Ahmad Abdul Haq


SEJUTA ASA DI RUMAH SINGGAH

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 20 Februari 2009 21:30 WIBSEJUTA ASA DI RUMAH SINGGAH

SEJUTA ASA DI RUMAH SINGGAH Mungkin kita sudah sering mendengar soal keberadaan rumah singgah atau rumah penampungan sementara. Rumah-rumah ini adalah tempat penampungan atau transit bagi mereka yang membutuhkan seperti para pemulung, anak jalanan atau saudara kita yang ingin berobat di suatu rumah sakit tapi ada kendala akomodasi. Kick Andy kali ini tidak membahas soal rumah singgah, tetapi adalah orang di belakang atau pengelola rumah singgah itu. Di sini ternyata banyak cerita-cerita yang dramatis dan mengharu-biru di balik keberadaan rumah singgah itu sendiri.

Adalah Simon Nunai, seorang pria yang rendah hati. Pria asal Nusa Tenggara Timur benar-benar berhati mulia. Dengan gigih ia secara berkala mencari sejumlah orang gila di jalanan. Orang gila yang sudah terabaikan itu ditampung di Rumah Singgah Pondok Kasih di daerah Tigaraksa, Tangerang. Para orang gila itu dimandikan dan dibersihkan. Karena sudah bertahun-tahun hidup di jalanan dan tak pernah mandi mereka itu banyak terserang penyakit kulit seperti koreng atau borok yang sudah menaun. Dibantu dengan dokter Vonny luka-luka koreng itu diobati hingga sembuh.Melalui puasa dan doa Simon mencoba menyembuhkan mental para orang gila itu. Hebatnya, ternyata sebagian dari pasien itu ternyata bisa sembuh dan bisa diajak bicara layaknya orang normal. Sungguh tak terbayangkan. Seandainya orang-orang itu tak ada yang peduli, mungkin seumur hidup mereka akan tinggal dan bahkan mati di jalanan. “Saya melakukan ini karena ada calling dari Tuhan. Itu merupakan panggilan Tuhan” begitu ujar Simon ketika ditanya mengapa dia mau menampung para orang gila itu.

Lain lagi kisah Edo Etie. Suatu ketika ia tak sengaja melihat dua anak pemulung sedang membaca koran di dekat bak sampat di depan rumahnya. Setelah diperhatikan dengan seksama ternyata mereka membaca koran dengan gambar yang terbalik. Setelah ditanya, ternyata mereka mengaku tidak bisa membaca dan menulis. “Saya sunguh prihatin. Kedua anak itu sudah berumur hampur 15 tahun tetapi tidak bisa membaca.” Ujarnya. Dari pengalaman inilah Edo Etie dan beberapa tetangganya mengumpulkan para anak pemulung untuk diberikan pendidikan.

Kadang kita tak habis pikir. Mengapa kok ada orang mau melakukan hal-hal seperti itu. Memikirkan diri sendiri saja sudah rumit, ini malah repot-repot mau menampung sejumlah anak jalanan dan pemulung. Termasuk apa yang dilakukan Agusman dengan rumah singgah Balareniknya di daerah Cakung, Jakarta Timur. Juga Tedja Bawana dengan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur dari Malang. Kedua lembaga swadaya ini memang sengaja menampung para pengamen jalanan. Mereka memberikan pendidikan informal kemudian menyalurkan kepada sekolah formal. Selain belajar membaca dan menulis, para pengamen jalanan ini juga diajarkan sopan santun dan bermusik.

Sementara pengalaman Ira Soelistyo dan Pinta Manullang lain lagi. Kedua wanita ini awalnya tengah berupaya menyembuhkan buah hatinya ke Negeri Belanda karena menderita kanker leukemia. Ternyata ketika berada di negeri kincir angin itu mereka mendapat kemudahan berupa penginapan. Namun nasib bicara lain. Masing-masing buah hati mereka tidak bisa diselamatkan. Dari pengalaman itu, mereka berdua akhirnya mendirikan Yayasan Kanker Anak Indonesia atau YKAKI. Bersama teman-teman lainnya kemudian juga mendirikan Rumah Kita yang diperuntukkan bagi anak penderita kanker. Para Ibu ini berusaha menyenangkan anak-anak penderita kanker yang sebagian besar sudah tipis harapan hidupnya. Di Rumah Kita ini anak-anak bisa bermain dan juga mendapat pendidikan melalui homeschooling. Menurut Pinta dan Ira, pihaknya terus berupaya menyempurnakan keberadaan rumah singgah ini hingga para Ibu dan anak yang tinggal bisa nyaman. “Kendalanya adalah masalah transportasi. Kadang kami tidak tahan melihat anak-anak yang habis berobat masih kesulitan dengan transportasinya. Kondisi anak-anak itu sangat rentan terhadap berbagai penyakit.” Ujar mereka. Untunglah, penderitaan itu akan segera berakhir. Perusahaan jaringan supermarket Alfamart mendengar kesulitan mereka. Dan, Alfamart pun memberikan kejutan buat mereka…..


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy