Ahmad Abdul Haq


TUNAS-TUNAS HARAPAN BANGSA

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 25 Desember 2009 21:30 WIBTUNAS-TUNAS HARAPAN BANGSA

TUNAS-TUNAS HARAPAN  BANGSA Pernahkah anda membayangkan ada seorang anak berusia 5 tahun bisa menghapal ibukota dan warna-warna bendera sebanyak 194 negara? Jika belum, anda patut mengangkat topi pada bocah bernama M. Itqon Alexander, asal Semarang, Jawa Tengah.

Alex, biasa anak itu dipanggil, memiliki kemampuan yang luar biasa dalam perbendaharaan hapalan peta dunia. Hobinya berawal dari menyukai keragaman warna yang ada di gambar-gambar peta atau atlas, dan kemudian menuntunnya pada penguasaan lokasi berbagai Negara dalam peta.

Penampilannya di Kick Andy kali ini telah membuat sekitar 500 penonton studio berdecak kagum. Misalnya saat host Andy F. Noya bertanya , dimanakah Yugoslavia? Dengan fasih Alex menjawab; “Oh Negara itu dah ndak ada, karena sudah pecah jadi negara Serbia, Montenegro, Slovenia, Kroasia, Bosnia, dan Makedonia,” jawabnya sambil berlari-lari kecil di depan penonton. Dan sang Host sempat agak tersentak malu, saat ia terlupa menyebut nama asal Negara Rusia. “Rusia itu dulu Uni-Sovyet!,” katanya lantang, yang disambut meriahnya tawa dan tepuk tangan penonton studio.

Selain kehebatan penampilan Alex, Kick Andy juga menampilkan Gerson, penabuh drum cilik asal Solo yang pernah meraih penghargaan MURI tahun 2008, sebagai penabuh drum drum termuda. Gerson mulai serius menabuh alat music itu sejak usia 1,5 tahun.

Dari kota Solo pula, Kick Andy menemukan seorang anak yang hobi bermain holahup bernama Agastya. Sejak usia 9 tahun Agastya mulai menyukai permain lingkaran rotan itu. Untuk keuletannya, ia berhasil dua kali menyabet penghargaan MURI.

Sementara itu dari Jakarta, Kick Andy menghadirkan violist cilik Clarissa yang sudah menyelesaikan dua album dan menyabet penghargaan bergengsi di AMI Award 2009, sebagai artis dan produser untuk produksi instrumental terbaik. Penampilan Clarissa juga menawan penonton studio, bahkan sang Host pun ikut terlena hingga menari-nari bersama violist muda itu.

Satu cerita yang tak kalah hebat hadir dari kisah nara sumber bernama Stephani Handoyo. Anak penyandang down syndrome ini memiliki semangat dan prestasi luar biasa sejak usia 9 tahun. Ia telah banyak mengukir prestasi di cabang olah raga renang, bahkan di tahun 2009 ia menjadi atlit penerima medali emas di ajang Special Olympic, Singapura, dalam kelas gaya dada 100 meter. Di saat menginjak remaja sekarang ini, Stephani juga menunjukkan kemampuannya untuk bersekolah di sekolah umum. Sebuah cerita yang akan menginspirasi banyak orang tua.

Decak kagum dan tepuk tangan meriah penonton juga bergema saat seorang bocah asal Bali, Dominic Brian menunjukkan kemampuannya dalam soal menghapal angka. Pada tahun 2002, Brian sudah mendapatkan penghargaan MURI dalam kategori mengingat seratus deret angka dalam waktu 12 detik. Dan pada 15 Agustus 2009, ia tercatat di Guinness World Record sebagai penghapal angka terbanyak, dimana ia mampu mengingat 76 angka dalam satu menit.

Di Kick Andy kali ini, Brian menunjukkan kemampuannya menghapal deret angka dan gambar satu kotak kartu remi yang sudah dikocok dan disusun rapi, hanya dalam satu menit!

Penonton yang terlihat tegang saat Brian mencoba menyebut satu persatu urutan kartu itu, akhirnya memberikan applause dan decak kagum yang sangat meriah, ketika bocah yang selalu berbicara ala orang dewasa itu, bisa menyebutkan seluruh urutannya.

Inilah kisah menarik tentang tunas-tunas anak negeri yang sejatinya akan menjadi bagian dari generasi harapan bangsa. Selamat menyaksikan!


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy