Ahmad Abdul Haq


MAUT DI UJUNG PENA

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 15 Januari 2010 21:30 WIBMAUT DI UJUNG PENA

MAUT DI UJUNG PENA Dua kasus besar pembunuhan wartawan telah menggemparkan dunia di akhir tahun 2009. Yang pertama, adalah mencuatnya kembali kisah tewasnya lima wartawan Australia, di Timor-Timur melalui film Balibo Five, yang sempat di putar di Jakarta Internasional Film Festival. Hingga kini masih ada pro dan kontra terhadap kebenaran isi film itu yang menceritakan bahwa kelima wartawan itu ditembak dan mayatnya dibakar. Ada yang mengagap mereka benar-benar ditembak dan anggapan lain menyebutkan mereka terjebak dalam sebuah pertempuran.

Peristiwa kedua adalah kasus pembantaian yang dilakukan segerombolan orang bersenjata di Filipina, 3 bulan lalu, tepatnya 24 November 2009. Dari 57 korban yang tewas, sedikitnya 25 orang diantaranya adalah wartawan. Ini berkaitan dengan masalah persaingan politik dalam pencalonan gubernur di wilayah Maguindanao, Filipina.

Kick Andy kali ini akan mengajak anda semua itu mengenai kasus-kasus kekerasan pada wartawan yang terjadi di negeri sendiri. Misalnya kasus yang terakhir terjadi di Provinsi Bali, dimana seorang wartawan Koran Radar Bali dibunuh setelah menuliskan kritikan tajam pada sebuah kasus penyelewengan dana pendidikan.

Anak Agung Prabangsa, wartawan naas itu, ditemukan seorang nelayan di pantai dalam kondisi yang mengenaskan. Diperkirakan mayatnya sudah mengapung selama empat hari dengan delapan patah tulang dan tempurung kepala yang pecah. Kasus ini sekarang sedang bergulir di pengadilan, dengan tersangka I Nyoman Susrama, anggoda DPRD TK II Bangli, yang juga adik dari bupati Bangli. Lalu bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkan?

“Saya pernah melihat suami saya gelisah dan menghindar kalau di rumah banyak orang. Tapi dia tak pernah menceritakan apa ketakutannya,” ujar Agung, sang istri. Kini Agung pun harus berupaya keras untuk membesarkan tiga anaknya sendirian.

Dari kota Medan, Kick Andy menampilkan seorang wartawan yang mengalami kekerasan. Akibat memberitakan kasus korupsi dana MTQ di Tanjung Balai, wartawan Imbang Tua Siregar harus mengalami penganiayaan dengan siraman air keras di wajah dan tubuhnya. “Sekarang penampilan saya jadi kayak monster,” ujar Imbang saat tampil di Kick Andy.

Imbang mengaku sudah mengetahui siapa dalang utama penganiayaan ini. Bahkan sang pelaku penyiraman yang diperintah sang dalang, sudah mengakui perbuatannya dan membuat pernyataan tertulis. Namun toh, hingga satu tahun berlalu, polisi belum juga menangkap sang dalang.

Menangkap dan memen jarakan pelaku kekerasan pada wartawan sepertinya bukan perkara mudah. Setidaknya itu telah dialami oleh wartawan senior SK.Martha. Pada masa menjadi wartawan majalah hiburan Vista, sekitar tahun 80an Martha pernah mengalami penganiayaan oleh mantan suami Yenni Rachman, Budi Prakoso. Kasus itu bergulir hingga meja hijau. Pengadilan memutuskan hukuman penjara pada Budi dan Yenni, juga para pelaku lainnya. “Meski sudah divonis begitu, saya tak tahu apakah mereka masuk penjara atau tidak, bagi saya tidak penting lagi,” katanya.

Berbicara soal penganiayaan wartawan, kita tak bisa melupakan kasus pembunuhan Muhammad Safrudin alias Udin tahun 1996 lalu. Meski sudah 13 tahun berlalu, namun toh keadilan tak juga didapatkan keluarga Udin. Karena hingga saat ini proses penyelesaian kasus Udin yang banyak direkayasa pihak aparat itu masih mengendap tak ada kejelasan. Yang jelas terjadi hanyalah kedukaan tak berujung bagi istri dan anak-anak yang ditinggalkannya.

Kisah-kisah penganiayaan dan pelecehan wartawan di Indonesia ternyata masih kerap terjadi. Hendrayana, Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Pers mencontohkan kasus pembunuhan pada seorang wartawan bernama Herlianto di Probolinggo, setelah wartawan itu menulis tentang penyelewengan dana Biaya Operasional Sekolah atau BOS. Hendrayana juga memaparkan kisah-kisah kekerasan lain yang sering terjadi pada wartawan di negeri ini.

Inilah kisah-kisah dari miris para kuli pena, kisah para jurnalist yang harus mengorbankan jiwa dan raganya untuk menjadi penyampai informasi yang sebenarnya. Dimana setelah penganiayaan atau kematian itu terjadi, keadilan ternyata tak juga mau menghampiri.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy