Ahmad Abdul Haq


MEMBUKA PINTU LANGIT

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 07 Oktober 2011 21:30 WIBMEMBUKA PINTU LANGIT

MEMBUKA PINTU LANGIT Kiai yang satu ini diangap nyentrik karena sering baca puisi, menulis cerpen, bergaul dengan budayawan, bahkan belakangan  rajin main twitter dan facebook.
Tapi, padangan-pandangannya tentang Islam, pluralisme dan persoalan kebangsaan menjadi acuan banyak orang. Pada kesempatan ini kita akan menyimak pandangannya tentang korupsi, konflik antaragama, dan goyang inul.
Itulah sekelumit latar belakang Kiai Haji Mustofa Bisri, Pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Tholibin, Rembang, Jawa Tengah.

Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus ini sempat menjadi buah bibir ketika melukis Inul Datarista. Lukisan itu yang menggambarkan Inul sedang bergoyang ngebor dikelilingi pada Kiai. Ketika terjadi kontroversi itu, Gus Mus menyikapi dengan tenang. Menurutnya, yang ribut itu para kiai-kiai muda. “Justru para kiai sepuh bertanya kepada saya, soal harga lukisan itu,” ujar Gus Mus santai. Intinya, menurut Gus Mus, di dunia ini masih banyak orang yang mementingkan kedagingan alias duniawi. Semuanya serba diukur dengan harta, dan itulah salah satu yang menyebabkan maraknya korupsi di negeri ini, kata Gus Mus yang mengartikan lukisan goyang Inul itu.

Menurut Gus Mus, mengatasi korupsi yang semakin merajalela adalah dengan memberikan hukuman yang berat. “Hukuman pada koruptor itu harus seberat-beratnya agar ada efek jera,” ujarnya.

Sementara menanggapi soal banyaknya kekerasan, toleransi beragama dan aliran Achamdiyah menurut Gus Mus karena di negara kita sedang krisis kepemimpinan. Tidak ada tokoh yang benar-benar menjadi pimpinan. “Ini termasuk para kiai dan ulama  yang merasa benar dan memaksakan kehendak. Padahal banyak orang tahu kalau kiai itu ilmunya belum tinggi-tinggi amat,” kata Gus Mus. Menurutnya, di dalam Agama Islam, umat diharuskan selalu belajar dan belajar.Gus Mus berpendapat agar para ulama dan kiai itu tidak memaksakan keinginannya dan memberikan komentar yang malah memperkeruh suasana. Menurutnya, kebenaran itu hanya datang dari Allah SWT.
Gus Mus selain banyak dikenal sebagai kiai yang teduh, karena ucapan dan komentarnya yang menyejukkan juga dikenal sebagai budayawan. Selain banyak menulis pemikiran-pemikirannya di sejumlah media cetak, Gus Mus juga rajin menulis buku, puisi dan cerpen. Karena kepiawaiannya itu, tidaklah heran jika Gus Mus banyak bergaul dengan berbagai kalangan. Uniknya, Gus Mus ternyata berteman dengan para seniman, dan ini tentu saja tidak lazim di kalangan pesantren. Tercatat penyanyi balada Almarhum Franky Sahilatua sering memakai puisi Gus Mus untuk lirik lagunya. Begitu juga Iwan Fals juga berteman akrab dengan Gus Mus.  Bahkan, pada kesempatan ini kedatangan Iwan Fals sangat membuat kaget Gus Mus, karena tidak mengira Iwan Fals akan datang dan menyanyikan lagu yang liriknya berasal dari puisi Gus Mus “Aku Menyayangimu”.

Tentu saja masih banyak cerita-cerita lucu  Gus Mus di Kick Andy episode Membuka Pintu Langit, termasuk bagaimana Gus Mus yang bisa kuliah di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir,  padahal ia tidak lulus SD. Sebaiknya Anda menyimak Kick Andy episode ini hingga selesai.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy