Ahmad Abdul Haq


BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 30 Maret 2012 21:30 WIBBUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA

BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA Ada pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Dalam kehidupannya nyata, banyak anak yang mengikuti jejak orangtuanya dalam perkerjaan. Tentu menarik untuk mengikuti kisah mereka.

Salah satunya adalah Wawan Dede Amung Sutarya. Pria asal Jawa Barat yang akrab disapa Wawan ini mengikuti jejak kakek dan leluhurnya menjadi dalang wayang golek. Wawan mengaku, ketertarikannya pada dunia wayang golek sudah ada sejak ia masih kecil.
”Melihat figur orangtua yang jadi dalang wayang golek Sunda membuat saya senang pada wayang. Tanpa disadari saya langsung bisa memainkan wayang golek,”ujar Wawan menjawab asal mula ketertarikannya menjadi dalang wayang golek. Wawan yang kini berusia 38 tahun mengaku sudah mantap menekuni profesi sebagai dalang wayang golek. Dan, sepak terjangnya sebagai dalang wayang golek cukup terkenal di Jawa Barat. Tak jarang Wawan mendapat undangan mendalang hingga ke daerah-daerah lain. Bakat Wawan mendalang wayang golek ternyata juga menurun ke anak laki-lakinya yaitu Sensen Wawan Amung Sutarya. Sama halnya Wawan, Sensen tertarik menekuni dan belajar mendalang wayang golek juga karena sering melihat ayahnya mendalang. Sensen yang masih duduk di bangku SMP saat ini piawai memainkan wayang golek. Bahkan baru-baru ini terpilih menjadi dalang anak berbakat tingkat nasional pada lomba bakat kesenian wayang golek.

Bakat orangtua lainnya yang berhasil turun keanaknya adalah Alex Asmasoebrata. Mantan pembalap era 1970 an ini bakat balapnya menurun ke anak perempuannya yaitu Alexandra Asmasoebrata, atau yang akrab disapa Andra. Apa yang dialami keluarga Alex ini cukup unik. Biasanya dunia balap mobil yang keras dan penuh tantangan ini dilakukan oleh pria. Tetapi Andra, putrinya senang dan piawai mengendarai mobil. ”Dua anak laki-laki saya waktu itu tidak bisa mengendarai mobil gokart. Tetapi, Andra langsung bisa dan senang mengendarai mobil balap yang berukuran mini itu,”  kata Alex tertawa. Melihat bakat Andra yang piawai mengendarai mobil , Alex kemudian menyekolahkan Andra pada sekolah mobil balap di luar negeri. Pelan tapi pasti,  Andra yang  saat ini berusia 23 tahun telah banyak mengukir prestasi di dunia balap. Bahkan Andra kini tercatat sebagai pembalap putri pertama di Asia.

Satu lagi bakat orangtua yang menurunkan bakat ke anaknya adalah apa yang dialami jelly Tobing dan Ikhmal Tobing. Bapak dan anak ini sama-sama piawai menggebuk drum. Di era 1970 an Jelly Tobing begitu merajai dan terkenal sebagai penggebuk drum terkemuka di Indonesia. Jelly bahkan berhasil memecahkan rekor MURI dengan memainkan drum selama delapan jam nonstop dan kemudian memcahkan rekor MURI selama 10 jam nonstop pada tahun berikutnya. Kepiawaian Jelly yang kini berusia 61 tahun ternyata menurun ke anaknya, Ikmal Tobing. Gaya Ikhmal yang kini baru berusia 22 tahun dalam menggebuk drum begitu ekspresif, penuh energi dan ekspresif. Ikhmal yang keluar sebagai juara pertama pada acara ajang mencari bakat tentu saja banyak mendapat tawaran untuk bergabung dalam grup-grup musik terkenal di tanah air saat ini. Ikhmal tercatat pernah bergabung sebagai drummer pada grup musik Netral, Kotak dan Super Kid. Terakhir, pemuda yang dikenal sopan dan tidak merokok ini bergabung sebagai drummer TRIAD,pimpinan Ahmad Dhani.

Mengikuti bakat orangtua ternyata tidak selamanya jelek. Apabila dilakukan dengan benar dan arahan yang baik bisa memunculkan bakat dan prestasi yang luar biasa.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy