Ahmad Abdul Haq


MENGAYUH RODA INSPIRASI

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 16 Maret 2012 21:30 WIBMENGAYUH RODA INSPIRASI

MENGAYUH RODA INSPIRASI Sepeda - apa yang terlintas dalam benak Anda saat mendengar “kata benda” ini terucap? Sejak mesin bertenaga kaki manusia ini diciptakan lebih dari dua abad lampau, ia memang ditakdirkan untuk membantu mempermudah manusia bergerak mencapai tempat tertentu pada masa itu. Sekarang, tak hanya fungsi mengangkut saja yang ia miliki, tetapi “jasa” sepeda kini mampu membangkitkan inspirasi bagi manusia modern.

Tidak terbayangkan rasanya, jika harus melakukan perjalanan panjang melintasi negara-negara dengan roda dua ini. Namun hal itu telah dilakukan oleh pemuda 27 tahun, Ping Yowargana. Bukan tanpa sebab, bersepeda rutin telah ia lakukan sejak ia kuliah di Beijing, China. Kegemarannya bersepeda telah memberinya ide untuk melakukan perjalanan panjang dan melelahkan. Meski ditentang oleh keluarga, tanpa pikir panjang, ia pun membuktikannya dan memulai perjalanan dari kota asal kakeknya, Xiamen – China menuju Indonesia. Bulan Maret 2011 drama perjalanan itu pun di mulai. Keinginan Ping untuk melewati lima batas negara Asia seperti China, Vietnam, Laos, Thailand, dan Malaysia pun telah ia wujudkan bersama sepeda tercintanya. Dengan berbekal dana dua puluh juta rupiah hasil tabungannya, anak bungsu dari 3 bersaudara ini, akhirnya finish di Kota Bandung Jawa Barat pada 8 Agustus 2011.

Tak mau kalah dengan yang muda, Achmad Baidjuri, yang kerap dipanggil Pak Ubay. Hobi bersepeda sejak kecil telah membawa pria yang berprofesi sebagai penjaga keamanan rumah ini melakukan perjalanan ke beberapa negara Asia menggunakan sepeda diusia 56 tahun. Mei 2009, ide gila yang menjadi mimpinya ia wujudkan meski tanpa seijin kedua anaknya. Dengan modal nekad, bahasa Inggris seadanya dan sepeda sederhana pemberian seorang temannya, pada tanggal 27 Mei 2009 - Ubay memulai perjuangannya meraih mimpi. Berbekal uang 240 ribu rupiah yang ia miliki, serta ketelatenan mampir ke pihak berwenang demi mendapatkan surat keterangan jalan, Ubay telah membuktikan bahwa tubuh renta-nya mampu melintasi alam Indonesia melalui Singapore, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam hingga tiba di Goang Zou – China. Total perjalanannya memakan waktu 3 bulan dan berakhir pada Februari 2010.

Di bawah naungan Komunitas Bike To Work, Jelajah Sepeda Untuk Sahabat atau JABAT– mengayuh sepeda bersama dari Jakarta - Jogjakarta. Perjalanan yang bermisi kemanusiaan guna menggalang dana bagi penyandang Leukemia ini, terdiri atas 12 pengendara sepeda. Mulai dari usia termuda 13 tahun hingga yang berusia 45 tahun. Penjelajahan enam hari, dengan memilih rute perjalanan melalui jalur selatan P. Jawa di awal Februari 2012 yang lalu ini, dipimpin oleh Aldrie Nugraini, dan Ramon Marcel sebagai road captain. Tak ketinggalan di dalam tim, turut pula seorang penyandang Chronic Myelogenous Leukemia (CML), Laksmita Artha Widya Rismaningsih, yang akrab dipanggil Mita. Dalam agenda perjalanan, rombongan JABAT ini singgah di beberapa kota, bertemu dengan komunitas leukemia, untuk berbagi semangat dan motivasi bersama para pengidap kanker darah. Mahalnya obat bagi penderita leukemia jenis inilah yang menjadi inti kepedulian kelompok JABAT. Mereka menggalang dana demi membantu para penderita yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu. Setelah melewati berbagai rintangan dan hambatan, pada 9 Februari 2012 - tim ini pun menyelesaikan misi kemanusiaannya dan berakhir di Jogjakarta. Perjalanan mereka membuahkan hasil. Dana 500 juta dari salah satu sponsor yang peduli dengan gerakan mereka telah mereka dapatkan. Tetapi ini baru sebuah awal, bagi mereka pencarian dana ini akan terus berlanjut demi ketersediaan obat bagi mereka yang menyandang penyakit Leukemia CML ini.

Inspirasi dari sepeda pun terus berlanjut pada sebuah komunitas kesenian asal Magelang. Inilah Wayang Onthel. Perbedaan mencolok dengan wayang-wayang pada umumnya, adalah dari bahan baku pembuatannya. Wayang kontemporer yang ditemukan sejak tahun 2006 ini, menggunakan material dengan memanfaatkan onderdil sepeda yang sudah tidak terpakai lagi seperti rantai, gir, jeruji serta onderdil lainnya. Tidak hanya wayangnya yang menggunakan rongsokan dari onderdil sepeda, musik pengiring pementasannya ini juga sama menggunakan onderdil sepeda yang sudah usang serta perkakas lainnya. Sedangkan lakon yang diangkat lebih pada isu-isu kekinian seperti masalah bahaya narkoba, penghijauan, dan kampanye bersepeda. Pemilik ide menciptakan wayang onthel adalah Bagus Priyana yang kerap dipanggil Agung - yang juga seorang pencinta sepeda tua. Putra asli Magelang Jawa Tengah ini mengajak komunitas sepeda tua “VOC” yang ia dirikan tersebut untuk membantu mempopulerkan wayang onthel ini. Hingga akhirnya sebanyak 15 anggotanya terlibat langsung dalam pementasan wayang onthel. Sementara itu orang yang berperan untuk membuat cerita dan juga sebagai dalang adalah Andri Topo. Dalam pembuatan wayang onthel ini tidak terlalu banyak kendala. Kesulitannya hanya pada bahan baku yang saat ini sudah semakin jarang. Sekarang komunitas pencinta sepeda ini terus melaju mengkampanyekan manfaat bersepeda melalui wayang onthel.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy