Ahmad Abdul Haq


ASA NAN PENUH ONAK

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 22 Februari 2013 21:30 WIBASA NAN PENUH ONAK

ASA NAN PENUH ONAK

Hampir semua orangtua yang anaknya divonis menyandang autis, akan shock, down. Bahkan ada yang merasa hidupnya kiamat.
Tapi, betulkah memiliki anak dengan autis berarti kiamat ? Kali ini Kick Andy ingin mengajak Anda semua untuk bertemu dengan anak-anak penyandang autis dan orangtua mereka.

Anjuan Julio misalnya. Remaja berusia 19 tahun ini menyandang autis sejak berusia 2,5 tahun lalu. Anjuan mengaku, dulu susah berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman-temannya. Namun berkat ketekunan kedua orangtuanya, Rogers dan Rita, Anjuan kini tumbuh menjadi remaja yang berbakat dan berprestasi. Anjuan yang kini menuntut ilmu di Institut Musik Indonesia Jakarta sangat piawai bermain gitar. Bahkan ia pernah tampil di sejumlah pergelaran musik di Indonesia.

Berikutnya kita akan menemui penyandang autis yang berprestasi lainnya. Dia adalah Antonius Tyaswidyono atau akrab disapa Tyas. Remaja yang kini berusia 19 tahun ini memang penyandang autis yang tidak tergolong berat. Tyas termasuk orang yang menyandang asperger syndrome yaitu masih termasuk gejala autis. Semasa kecil Tyas juga mengaku mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman-temannya. Bahkan semasa SMP teman-temanya menganggap Tyas berkelakuan aneh. Tyas sering tidak menghiraukan ketika temannya memanggil namanya. Berkat bimbingan dan dorongan sang Ibu, Tyas tumbuh menjadi remaja yang berprestai dan pintar memasak. Kini Tyas sedang menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung jurusan Aeronautika dan Astronautika, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara semester enam.

Penyandang autis yang masih agak kesulitan dalam berkomunikasi adalah Yansen Harjoko. Pemuda kelahiran 19 Mei 1994  ini memang kelihatan masih memerlukan perawatan dan terapi. Namun karena semangat belajarnya yang tinggi Yansen kini bisa kuliah di Universitas Bina Nusantara Jakarta. Kedua orangtua Yansen, Anton dan Ermi memang melatih Yansen dengan disiplin. Di waktu senggang, Yansen sering mendapat tugas menjadi kasir di rumah makan milik mereka.

Penyandang Autis memang unik, mereka butuh bimbingan dan kesadaran dari keluarga. Sebenarnya mereka mempunyai daya ingat yang tinggi, dan jika diarahkan dengan baik akan menjadi anak yang lebih baik. Seperti Ervita, Arbhi, Arya dan Shinta misalnya. Empat sekawan ini bahkan dididik dan dilatih menjadi pemain musik. Kini mereka tergabung dalam sebuah band yang diberi nama I’M STAR. Kepiawaian mereka dalam bermusik sudah ditunjukkan dalam aksi pangung mereka di sejumlah acara. Tidak hanya itu, mereka juga pintar berakting. Dalam waktu dekat film mereka akan beradar dan Anda bisa menyaksikannya.

Sebenarnya Apa itu Autis ? Bagaimana gejalanya? Dan bagaimana kita menghadapainya jika keluarga kita terkena autis ? Kami sarankan anda menyaksikan Kick Andy selengkapnya karena Dr Melly Budiman, seorang dokter spesialis kesehatan jiwa, akan menjelaskan secara tuntas tentang autis. Selamat menyaksikan.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy