Ahmad Abdul Haq


BERBAGI SELAGI MUDA

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 25 Oktober 2013 21:30 WIBBERBAGI SELAGI MUDA

BERBAGI SELAGI MUDA

Banyak anak muda di Indonesia bercita-cita untuk bekerja di kota-kota besar. Tetapi, tiga pemuda yang akan kami perkenalkan kepada Anda ini justru sebaliknya.
Mereka memilih untuk mengabdikan hidup mereka untuk orang-orang desa. Apa yang mereka lakukan ? Dan, mengapa mereka memilih  ?

Tekad Suparto memang sudah mantap. Begitu lulus dan meraih gelar Sarjana Kedokteran Hewan ia memilih kembali ke kampung halamannya di Desa Gunungrejo, Kedung Pring, Lamongan, Jawa Timur. Pada 2001 pria yang kini berusia 40 tahun itu memulai dengan beternak ayam petelur. Walau awalnya banyak yang mencemooh, bermodalkan pengetahuan selama ia kuliah, Suparto berhasil mengembangkan peternakan ayamnya hingga ribuan ekor. ”Saya mengembangkan peternakan ayam petelur ini dengan menggandeng para petani di desa. Dengan demikian para petani mempunyai tambahan selain uang panen,” ujar Suparto yang kini juga sukses dengan beternak dan memelihara ratusan ekor sapi.

Begitu halnya dengan Indra Purnama. Pria yang kini tengah menuntut program S2 di Universitas Gajah Mada Yogyakarta  ini berbagi ilmu dengan  para petani di desanya di Kecamatan Bung Raya, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.  Ia membentuk kelompok Bina Agro Mandiri yang memberikan penyuluhan kepada para petani agar menjadi ’agrotechnopreneur’. Yang ia lakukan adalah mengajak para petani untuk menggunakan pupuk kompos dari tandan kosong kelapa sawit yang banyak terdapat di desanya. ”Saya ingin suatu saat nanti para petani di desa saya akan menjadi petani yang ramah lingkungan,”kata pemuda yang sebentar lagi akan menempuh pendidikan pertanian di Jepang itu.

Apa yang dilakukan Eko Mulyadi membuat banyak orang bedecak kagum. Di usianya yang 31 tahun, pemuda Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur itu mengubah desanya yang tadinya dilecehkan dengan ”kampung idiot” menjadi kampung yang produktif. Dengan penuh kesabaran Eko memberikan penyuluhan kepada warga yang tunagrahita yang banyak terdapat di desanya untuk menjadi peternak ikan lele. Di setiap rumah para warga, Eko membangun kolam ikan yang dananya ia peroleh dari bantuan sebuah bank. Hasil panen para warga tunagrahita itu ia tampung dan dijual kepada konsumen. Atas keberhasilan seorang Eko Mulyadi yang mengubah dan memberdayakan warga desanya, sejumlah warga kemudian ”memaksa” Eko untuk menjadi kepala desa.

Kiprah tiga pemuda di atas memang selayaknya diapresiasi. Di tengah lesunya perekonomian dan makin banyaknya jumlah warga miskin di negara kita, banyak dibutuhkan orang-orang yang mau terjun dan memberikan bantuan dan penyuluhan ke desa-desa.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy