Ahmad Abdul Haq


HATIKU TERTAMBAT DI NEGERIMU

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 19 Juni 2015 20:05 WIBHATIKU TERTAMBAT DI NEGERIMU

HATIKU TERTAMBAT DI NEGERIMU

Indonesia terkenal akan keindahan alam dan keberagaman budaya. Ribuan pulau berjejer dari sabang sampai merauke dan menjadi magnet bagi wisatawan asing untuk datang ke Indonesia.

 Salah satunya adalah Robert Wilhelmus Sinke atau akrab disapa Rob. Pria asal Belanda yang datang ke Indonesia karena sering membaca literatur dan bertemu dengan masyarakat Indonesia di Belanda. Rob mengaku sering mendengar cerita-cerita tentang alam Indonesia yang begitu alami dan mempesona.

 Tahun 1988, Rob menjejakkan kaki pertama kali di pulau Dewata, Bali dan mengunjungi beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatera. Dua tahun kemudian Rob kembali, kali ini mengunjungi Halmahera, Maluku Utara. Rob pun langsung jatuh cinta dengan keindahan alamnya dan memutuskan untuk tinggal di Hamahera. Rob kemudian menikahi perempuan asal Halmahera yang bernama Linda pada tahun 2005.

 Tahun 2011, Rob membangun sebuah resort di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Dengan tujuan menjaga kelestarian alam Halmahera serta meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dari industri pariwisata. Pria yang pernah meraih penghargaan Kalpataru tahun 2009 ini mengajak masyarakat bersama-sama menjaga alam dari perambahan hutan akibat penambangan. Maluku Utara memiliki lebih dari 20 species burung, salah satunya adalah burung bidadari yang terancam punah jika habitatnya tidak dilindungi.

 Tidak hanya peduli pada masalah lingkungan. Berbekal pengalamannya sebagai guru, dibantu sang istri mereka mendirikan PAUD dan Yayasan Pendidikan yang diberi nama Sawai Ekowisata yang terletak di Desa Sawai Itepo. Hal ini dilakukannya karena melihat kondisi masyarakat sekitar tempat tinggalnya yang ternyata masih banyak yang tidak bisa membaca dan menulis.

 Kecintaannya kepada Indonesia juga dibuktikannya dengan melepaskan kewarganegaraannya dan memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Hywel Coleman adalah prian berkebangsaan Inggris yang sudah lebih dari 40 tahun tinggal di Indonesia. Kecintaannya akan Indonesia membawanya terus kembali ke negeri ini. Pertama kali datang tahun 1972, Hywel bergabung dalam Voluntary Service Overseas yaitu sebuah yayasan yang mengirim anak muda Inggris untuk mengajar bahasa inggris di negara lain. Saat itu Hywel baru lulus dari Oxford University, Inggris.

Saat ini, pria berusia 66 tahun ini berprofesi sebagai ahli tata bahasa, peneliti dan juga penulis. Kepeduliannya pada pendidikan di Indonesia membawanya menjelajah ke berbagai pelosok negeri ini.

Hywel melihat bahwa kesadaran masyarakat Indonesia dalam menggunakan bahasa “ibu” masih sangat kurang. Untuk itu ia tergerak untuk memupuk kecintaan terhadap bahasa Indonesia sejak usia dini. Dirinya kemudian bergabung sebagai konsultan di Kementerian Pendidikan Indonesia dalam proyek pengembangan sekolah dan mutu guru di Indonesia. Dengan membantu 4000 sekolah tinggak SD dan SMP terutama sekolah-sekolah miskin di pelosok Indonesia.

Hywel mengaku sudah lama berniat untuk menjadi WNI namun belum berhasil. Kenyataan tersebut tidak membuatnya patah semangat. Hywel bahkan bertekad untuk tetap tinggal di Indonesia hingga akhir hayatnya. Hal ini ia sampaikan kepada orang-orang terdekatnya dengan menyiapkan pemakaman disamping masjid dekat kediamannya saat ini.

Selain dua tamu diatas, ada juga Franz Magnis Suseno dan juga Wahyu Soeparno Putro yang juga berbagi kisah tentang kecintaannya untuk Indonesia. Kita sebagai Warga Negara Indonesia sepatutnya merasa malu dan kembali bertanya pada diri kita masing-masing. Apa yang sudah kita berikan kuntuk negeri kita tercinta Indonesia?


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy