A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

ULLY SIGAR RUSADY




Nama :
ULLY SIGAR RUSADY

Lahir :
Garut, Jawa Barat, 4 Januari 1952

Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, Bandung (1963)
-SMP, Ujungpandang (1966)
-SMA, Ujungpandang (1969)
-Jurusan Musik Lembaga Pendidikan Kesenian -- Jakarta (LPKJ) (1974)
-YMI (Yayasan Musik Indonesia (1975)


Karir :
-Juara Lomba Puisi se-Ujungpandang (1966)
-Juara Lomba Baca Puisi se-Ujungpandang (1967)
-Juara Lomba Gitar Solo di Bandung (1975)
-Finalis Lomba Cipta Lagu di Jakarta (1978)
-Mendirikan dan memimpin Sekolah Musik Vini Vidi Vici (1979 -- sekarang)
-Juri dalam Lomba Lagu/Vokal Group (1979-1982)
-Lagu "Harmoni Kehidupan dikirim sebagai duta "World Pop Song Festival" di Tokyo (1978)
-Lagu Akhir Balada, finalis Festival Lagu Pop Indonesia (1978)


Karya :
Karya tulis penting:
-Kaset Rekaman: Rimba Gelap (Irama Mas, 1978)
-Pelita dalam Gulita (Jackson Record, 1980)
-Pengakuan (Jackson Record 1982) dan lain-lain


Alamat Rumah :
Jalan Kubis III No. 105, Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 713913

Alamat Kantor :
Sekolah Musik Vini Vidi Vici Jalan Melawai Raya 8 C, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 713713, 713813

 

ULLY SIGAR RUSADY


Ikat kepala nyaris tak pernah ia tanggalkan. Baik ketika sedang mengajar di Yayasan Vidi Vici, sekolah musik yang ia pimpin, maupun pada saat berdendang di panggung. Sehingga, suatu ketika, dalam kunjungan ke Balikpapan untuk meresmikan cabang sekolah musiknya, ia sempat memancing celetukan, "Wah, Dayak pulang kampung."

Untuk mengeja nama lengkapnya, kita agaknya mesti menahan napas: Rulany Indra Gartika Rusady Wirahadi Tenaya. Kemudian, ibu tiga anak ini lebih dikenal dengan nama Ully Sigar -- nama yang belakang diambil dari suaminya, Ronny Sigar, seorang pengusaha. Ully sendiri lahir sebagai anak pertama dari delapan bersaudara R. Yus Rusady Wirahadi Tenaya, terakhir Kolonel Infanteri.

Wanita ramping keturunan Sunda ini sudah menggubah lebih dari seratus lagu, dan menghasilkan beberapa album, di antaranya Rimba Gelap (Irama Mas, 1978), Pelita dalam Gulita (Jackson, 1980), dan Pengakuan (Jackson, 1982). Lirik-lirik lagunya banyak juga yang bertemakan perjuangan.Ia mendirikan tempat pendidikan musik Vidi Vici pertama di Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta, secara bertahap. Lantas, ketika akhir Desember 1982 bangunan itu terbakar, dan mengakibatkan kerugian Rp 30 juta, Ully dengan kalem berkata, "Mungkin Tuhan sedang menguji saya." Ia tidak mengeluh, tetapi justru membangun kembali tempat itu. Kini, Yayasan Vidi Vici telah memiliki belasan cabang di Jakarta maupun di beberapa kota lain.

Ully belajar gitar pertama kali, pada usia 8 tahun, di bawah bimbingan ayahnya. Ketika di kelas I SMP, ia mengalami cedera di pergelangan tangan kanan dan jari kelingking tangan kiri, akibat terjatuh dalam suatu atraksi "gadis plastik" yang ia ikuti. "Bertahun-tahun saya melatih jari tangan kiri, terutama kelingking, untuk menekan dawai, dan tangan kanan untuk memetiknya," tutur Ully.

Namanya terangkat pertama kali ketika Harmoni Kehidupan, ciptaannya, berhasil mewakili Indonesia dalam Festival Lagu Pop di Tokyo 1978. Tambahan ilmu musik ia dapatkan antara lain dari Arjuna Hutagalung, lantas, selama 1981-1983 berguru pula pada Slamet Abdul Sjukur.

Selain berenang, Ully juga gemar melukis dan -- tak lepas dari musiknya -- menulis puisi.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


UKA TJANDRASASMITA | ULLY SIGAR RUSADY | UMAR KAYAM | UMAR WIRAHADIKUSUMAH | USMAN ADMADJAJA | UTOMO JOSODIRDJO | Umar Juoro | Utut Adianto Wahyuwidayat


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq