Amerika di Mata Kita - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Buku
16/01/2006

Amerika di Mata Kita

Oleh Burhanuddin

Buku hasil survei ini melahirkan varian baru ‘demokrat Islamis,’ yakni Muslim yang mendukung dan menjalankan demokrasi, setidaknya secara elektoral, tapi tetap memperteguh identitas dan agenda-agenda Islam yang eksklusif bagi kehidupan publik. Menilik hasil survei yang menunjukkan afirmasi Muslim atas demokrasi, voters turn-out yang tinggi dalam pemilu 2004, tapi masih defisit pada level kebebasan sipil, maka sulit untuk menepis kenyataan munculnya varian baru ini dalam perpolitikan di tanah air.

16/01/2006 00:00 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (5)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Amerika adalah negara dengan mayoritas Kristen. Memang Amerika terlihat sering menyerang negara-negara muslim atau negara-negara yang menyerang komunitas muslim. Mengapa? Semua itu tidak lebih hanya masalah politik dan mencari keuntungan. Jadi jelas-jelas bukan masalah agama.

Janganlah kita terlebih dahulu berprasangka kalau mereka dengan sengaja menindas kita. Tidak semua orang Amerika memiliki niat buruk. Lihat banyak orang Amerika yang membantu kita, jangan kita mengira dulu kalau mereka membantu untuk menjilat, lihat dulu sisi baiknya.

Berpikir negatif apalagi menjudge seseorang tanpa tahu yang sebenarnya adalah dosa. Tidak baik jika kita selalu sentimen terhadap Amerika; rasa benci dan dendam hanya menggerogoti hati kita hingga nanti kita tinggal debu. Perluaslah pandangan dan pemikiran kita. Pikiran picik hanya menjerumuskan kita ke dalam lubang dosa. Ciptakanlah kedamaian di antara kita. Menciptakan kedamaian bukanlah menyerah dan menciptakan kedamaian bukan berarti kalah.

Bukankan orang yang bisa bertahan dalam menciptakan kedamaian adalah orang yang hebat? Tuhan pun menghendaki demikian. Tak perlu permasalahkan negara apa dulu atau agama apa dulu, kedamaian itu tak pandang bulu. Salam damai!

Terima kasih,

P.S.

#1. Dikirim oleh p.s.  pada  12/02   12:02 AM

Saya mencoba mengajak rekan semua membuka buku joseph stiglitz yang berjudul roaring 90’s. di sana terungkap kesalahan-kesalahan amerika dalam membawa bangsanya sendiri kejurang kebangkrutan. kebanyakan masalahnya ada pada konflik kepentingan yang terjadi dalam internal amerika itu sendiri, baik pemerintah ataupun swastanya. konflik kepentingan ini dipicu oleh melemahnya nilai-nilai altruis dan lebih memilih keberpihakan pada materialisme sesaat. kasus kebangkrutan enron, kelangkaan pasokan listrik di california, bobroknya pasar saham dan pasar uang amerika, dan lain sebagainya. membuat kita semestinya tersadar, sebagaimana stiglitz juga ungkapkan, bahwa amerika sendiri semestinya mencari konsep yang lebih tepat untuk dirinya. dan berhenti mengajak bangsa lain mengikuti kesalahan-kesalahan yang ia perbuat. jadi masalah kiblat ke amerika bukanlah sebuah permasalahan ia beragama apa, tapi bagaimana menuju masa depan yang lebih baik. untuk itu kita juga perlu mencari ikutan yang baik, yang tidak bobrok selayaknya amerika.
-----

#2. Dikirim oleh ainur akhras  pada  05/02   07:02 PM

kita boleh percaya pada amerika.namun jangan sepenuhnya.karna rosululloa pernah berkata bahwa orang-orang yahudi(amerika)akan menghancurkan umat islam.dan negara yang pertama hancur oleh orang yahudi(amerika) yaitu irak.

#3. Dikirim oleh dedi priyatno  pada  22/09   09:57 AM

(alqur’an)” tidak akan rela sampai kapanpun yahudi dan nasrani sehingga kita tunduk, turut pada millah mereka “. intinya mah secara pribadi tidak ada kebencian pada orang amerikanya, tapi kebencian yang ada adalah pada sistem yang / keputusan pemerintah amerika yang cenderung mengkebiri ummat islam...... kurang ajarrrrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!!!!

#4. Dikirim oleh shodieq el-fananie el-jawie.  pada  16/10   12:33 PM

Ke(tidak)bijakan pemerintah AS adalah hasil Lobi Yahudi, otomatis kebijakan tersebut justru akan menguntungkan/keberpihakan terhadap orang-orang Yahudi di seluruh dunia, wabil khusus “Negara” Israel-sebagai anak emas AS- (baca:Zionis Israel, Dibalik Invasi AS ke Irak, Upaya Menciptakan Israel Raya, Karya: H.Usep Romli,dkk), dan tidak sepotong-pun orang Yahudi berpihak terhadap kaum muslimin -dari zaman nabi Muhammad Saw s/d sekarang- (baca:Q.s.2:120); bahkan dalam Talmud (“kitab” suci mereka) penuh dengan rasis (baca:Talmud,Kitab Rabi Yahudi Sejarah &Ajaranya;, karya: Zafarul Islam Khan), dan walaupun ada “bantuan” kepada RI…,tak ada makan siang gratis!, artinya mereka punya kepentingan di RI, supaya mereka dapat mendikte dan mengintervensi Pemerintah RI…, cukup sudah pengakuan Jhon Perkins, dalam bukunya Confessions of an Economic HitMan, sebagai bukti mereka punya kepentingan terhadap kita!

#5. Dikirim oleh asep sobirin  pada  10/08   02:03 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq