Buku - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Buku

Islam Tanpa Fatwa Majelis Ulama

Oleh Novriantoni

Makanya, Manji tak habis pikir. Bagaimana mungkin umat Islam non-Arab yang 87 % harus terus menerus inferior dan menjadikan diri mereka satelit dari corak Islam-Arab yang 13 % saja dari total populasi muslim dunia? Di Indonesia, ironi itu kini nyata dari sikap Majelis Ulama Indonesia dan banyak kelompok Islam yang begitu peduli terhadap fatwa Saudi dan negara-negara OKI dalam perkara Ahmadiyah.

09/05/2008 | Buku | Komentar (32) #

Satu Istri

Oleh Nong Darol Mahmada

Buku ini jelas-jelas diperuntukkan untuk suami baik yang punya niat berpoligami atau tetap monogami. Bagi yang berniat poligami, setelah membaca buku ini pasti tak akan jadi menambah istrinya. Bagi yang setia dengan satu istri, pasti akan semakin membahagiakan istrinya.

12/12/2007 | Buku | Komentar (40) #

Sirah Nabi: Tanpa Penistaan, Sonder Idealisasi

Oleh Novriantoni

Lewat buku ini, kita tanpa sadar sedang diantar Watt mengarungi situasi zaman Nabi dengan segenap persoalannya. Kita diajak menyelami kepribadian Nabi; watak dan perawakannya, kegundahan dan pengendaliannya, diplomasi dan kebijakannya, kedudukan dan kepemimpinannya. Sangat manusiawi; tanpa mengurangi keagungannya sebagai Rasul dan teladan umat manusia.

03/05/2007 | Buku | Komentar (0) #

Amerika di Mata Kita

Oleh Burhanuddin

Buku hasil survei ini melahirkan varian baru ‘demokrat Islamis,’ yakni Muslim yang mendukung dan menjalankan demokrasi, setidaknya secara elektoral, tapi tetap memperteguh identitas dan agenda-agenda Islam yang eksklusif bagi kehidupan publik. Menilik hasil survei yang menunjukkan afirmasi Muslim atas demokrasi, voters turn-out yang tinggi dalam pemilu 2004, tapi masih defisit pada level kebebasan sipil, maka sulit untuk menepis kenyataan munculnya varian baru ini dalam perpolitikan di tanah air.

16/01/2006 | Buku | Komentar (4) #

Paras Kasar Fundamentalisme Agama

Oleh M. Ali Hisyam

Dalam dua bulan terakhir, tercatat setidaknya empat pustaka serius yang mencoba mengulas hal ini dari pelbagai dimensi. Buku Aku Melawan Teroris (Imam Samudera, Jazeera), Islam Sebagai Tertuduh (Akbar S. Ahmed, Arasy), Muslim, Dialog dan Teror (Chandra Muzaffar, Profetik) serta Negara Tuhan: The Thematic Encyclopaedia (Agus Maftuh, SR-Ins Team) hadir bertandang nyaris bersamaan ke ruang baca khalayak.

01/04/2005 | Buku | Komentar (1) #

Penampakan “Hantu JI”
di Mesir

Oleh Novriantoni

Buku ini memang tidak berbicara tentang JI kontemporer yang sedang kita ributkan dan hubungannya dengan sosok Abu Bakar Ba’asyir, sebagaimana promosi penerbitnya pada cover bagian belakang. Ulasan tentang JI di buku ini, juga tidak serta merta identik dengan JI yang sedang menghantui kita. Meski demikian, kehadiran buku ini --sekalipun agak telat-- tetap penting untuk membantu memahami geneologi JI yang muncul dan berkembang sebagai kenyataan faktual sejak tahun 1970-an di Mesir.

16/12/2004 | Buku | Komentar (13) #

Rekonstruksi Sejarah Masuknya Islam Ke Jawa

Oleh Muhammad Husnil

Eksistensi Cina-muslim pada awal perkembangan Islam di Jawa tidak hanya ditunjukkan oleh kesaksian-kesaksian para pengelana asing, sumber-sumber Cina, teks lokal Jawa maupun tradisi lisan saja, melainkan juga dibuktikan pelbagai peninggalan purbakala Islam di Jawa. Ini mengisaratkan adanya Pengaruh Cina yang cukup kuat, sehingga menimbulkan dugaan bahwa pada bentangan abad ke-15/16 telah terjalin apa yang disebut Sino-Javanese Muslim Culture.

26/05/2004 | Buku | Komentar (14) #

Melacak Jejak Gereja di Timur-Tengah

Oleh Faiz Manshur

Semenjak kelahirannya di bumi berabad-abad lalu, gereja telah memiliki pengalaman sejarah yang panjang dan berliku-liku. Kehadiran buku karangan Anton Wessels ini akan memberikan kesaksian berbagai kisah-kisah gereja yang sangat beragam. Lebih menarik kemudian, ketika isi buku ini ternyata berbicara secara runtut mengenai sejarah kemunculan geraja di jazirah Timur-Tengah.

02/03/2004 | Buku | Komentar (34) #

Fazlur Rahman dan Liberalisme Islam (di) Indonesia

Oleh M. Ali Hisyam

Gugusan pemikiran yang berpayung modernisme dan liberalisme kemudian bukan semata konsumsi dan “monopoli” kalangan Islam perkotaan. Para akademisi, mahasiswa dan aktivis kajian di berbagai tempat, mulai menjadikan wacana ini sebagai paradigma baru pemikiran Islam. Azyumardi Azra, dalam pengantar buku ini menjelaskan bahwa satu hal yang cukup menguntungkan bagi gerakan Islam liberal (di) Indonesia, adalah kian dianutnya paradigma ini oleh segmen anak muda.

23/12/2003 | Buku | Komentar (2) #

Menggagas Fikih yang Manusiawi

Oleh H. Ahmad Budiyanto

Menariknya, dari perdebatan seputar problem hermeneutika teks, buku kecil ini berangkat menuju dataran empiris-sosiologis-antropologis untuk melihat betapa terbatasnya lingkup fikih abad pertengahan untuk menyorot realitas kekinian. Beberapa kasus dan uji coba pemberlakuan fikih sebagai hukum positif justru membuktikan bahwa fikih klasik tidak mampu bekerja efektif pada tataran masyarakat, kecuali sebagai alat politik untuk pengendalian dan penyeragaman aspirasi, sehingga memudahkan kelompok-kelompok pro status quo untuk mengambil keuntungan darinya.

13/10/2003 | Buku | Komentar (2) #
Halaman: 1 dari 3  1 2 3 >

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq