Masalah Kebebasan Beragama dan Sikap Anti-Amerika - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Kolom
27/04/2010

Masalah Kebebasan Beragama dan Sikap Anti-Amerika

Oleh Sumanto Al Qurtuby

Menurut Sachedina, karena dorongan kuat dan ambisi politik untuk menaklukkan suku dan negara lain, (sebagian) ulama waktu itu—terutama para “ulama negeri” yang menjadi “pelayan” khalifah atau pegawai kerajaan Islam—kemudian mulai menafsirkan teks-teks keislaman dan ayat-ayat Alqur’an yang disesuaikan dengan “kebutuhan politik” dan “nafsu kekuasaan” para penguasa dan rezim Muslim. Sejak saat itulah kata “kafir” mulai ditafsirkan secara serampangan sebagai “non-Muslim” (bisa Kristen, Yahudi, atau agama-agama lokal) sehingga “halal” untuk ditumpas. 

27/04/2010 18:00 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (50)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 3 halaman 1 2 3 >

Ok, Semoga Allah Azza wa Jalla meridhoi niat baik kita semua…

#1. Dikirim oleh Pipop  pada  27/04   08:16 PM

Semoga Indonesia menjadi negara di masa era Rosulluloh, yaitu negara islam,.. bukan negara sekuler atau liberal.

#2. Dikirim oleh Abdul  pada  28/04   10:25 AM

Komentar:
Apa ya semua orang.. yang menggunakan kalimat kafir seseuai dengan titipan nafsu duniawi, seperti politik, jabatan dll? Kalau gitu apa apa maksud kalimat dalam Al Qur’an :seperti contoh dalam QS:Al Baqarah:6 atau Al Kafirun 1-6 dalam konteks modern
tolong dong beri pencerahan ?

#3. Dikirim oleh ibnu  pada  28/04   08:51 PM

@abdul..Rosulullah tidak pernah mendirikan negara islam. negara madinah yang didirikan oleh rasulullah adalah negara yang berbasis pada pluralisme dan sekulerisme. hal itu tertuang dalam piagam madinah yang salah satu isinya menjamin adanya kebebasan beragama. jadi negara yang madinah yang didirikan oleh rasulullah adalah negara yang menerapkan nilai2 islam secara spirit bukan secara formal seperti yg di inginkan oleh para “pemimpi” khalifah islam (islam fundamental).

#4. Dikirim oleh rifnal  pada  29/04   11:20 PM

Ingin disebut modern ga harus selalu merujuk dari pemikiran barat dan kapitalisme. Bebas boleh kalo dijamin orangnya baik semua, kalo orangnya bejat gimana? liberal seharusnya bisa menghargai yg lain, mau pake yang konvensional ato fundamental sama sekali ga masalah, namanya juga liberal. Kalo merasa peduli sm yg minoritas bukan hanya omongan, coba buktikan. orang2 miskin juga menjadi bagian yg minoritas, mereka tersisih. Apa yang terjadi sekarang, kelaparan dimana2 itu akibat kapitalisme dan individualisme yang berlebihan.... Pemikiran Barat dan Kapitalisme bukan tolak ukur peradaban yang dibilang maju dan beradab utk mengkritik agama.

#5. Dikirim oleh @Ali  pada  30/04   07:00 PM

mabrukun alannajah.... mantaf pak… semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan amin… terus berkarya

#6. Dikirim oleh sakirman  pada  01/05   10:54 AM

Sejak masa Rosulullah, istilah ‘kafir’ memang ditujukan kepada mereka yang mengingkari dan menolak kenabian dan risalah beliau termasuk dari kalangan penganut Yahudi dan kristen. Keberadaan mereka dilindungi “selama tidak memusuhi” Islam.

#7. Dikirim oleh farit  pada  02/05   12:28 AM

Repotnya, produk tafsir yang belum bisa dijamin kebenarannya 100% ditafsirkan lagi oleh awam/setengah awam berdasarkan kpentingan (bukan hati nurani)dan diklaim satusatunya tafsir yang paling benar.

#8. Dikirim oleh herus  pada  04/05   02:11 AM

Memang sulit bagi agama-agama untuk menjelaskan posisinya sendiri dewasa ini. Kesulitan itu menjadi demikian rumit karena tiap kelompok telah berdiri pada klaimnya sendiri. Sejarah agama bahkan sudah dianggap sebagai warisan masa lampau yang hampir tidak mau diungkit-ungkit lagi. Akibatnya sejarah itu telah didogmakan dalam skala tertentu. Atau sejarah itu dilihat secara parsial, khusus event atau dinamika yang dianggap ‘sesuai’ dan bisa menjadi ‘rujukan’ bagi keberadaan kelompok tertentu dewasa ini.

#9. Dikirim oleh Elifas Maspaitella  pada  04/05   07:55 AM

kang sumanto yg serba tahu.kebebasan bergama memang dlm islam memang benar adanya.tp kebebasan yg sprti apa?.dlm islam kebebasan beragama dibolehkan mlh dlindungi asal agama lain tdk mengganggu agama islam apalagi mengobok-obok akidah islam.klo mnurut sampeyan islam jgn terpaku pd tekstual,trus mau pakai cara sendiri???ingat lho om,manusia tempate nafsu lho.klo pake cara sampeyan....???

#10. Dikirim oleh umar hadi  pada  04/05   10:09 AM

Saya berulang kali menanyakan PERTANYAAN yang sama dalam situs-situs islam, tapi tidak pernah ada yang berani memberikan jawaban tegas. Jawaban yang diberikan cenderung kabur, kata-katanya bersayap dan tidak secara tegas mengartikan. PERTANYAAN saya sederhana saja, yaitu siapa yang layak disebut KAFIR dalam Al Quran?  1. Apakah orang kafir itu adalah orang Nasrani dan orang Yahudi ?? 2. Apakah orang kafir itu orang yang beragama selain Islam, jadi bukan saja orang nasrani dan Yahudi, tapi juga termasuk orang Hindu, Budha, Kong Hucu dll ?? 3. Apakah orang kafir itu adalah orang yang atheis ?? Lalu apa dasar penggolongan orang kafir tersebut?

#11. Dikirim oleh cinta damai  pada  04/05   11:27 AM

maju terus pak...!kasih pencerahan untuk orang yang hobi marah-marah!

#12. Dikirim oleh moehaimine  pada  04/05   05:14 PM

Assalamu’alaikum wrwb
Dalam Bible dan Al Quran, ALLAH swt tidak pernah memerintahkan kpd Rasul2Nya, untuk mendirikan negara agama.

Malah ALLAH memerintahkan kpd kedua Rasul itu untuk mentaait pemerintahan yg ada dan tidak boleh membrontak kpd pemerintahan yg syah.

ALLAH hanya memerintahkan kpd kedua Rasul utk mentaati perintahnya setiap individu2..siapa2 yg mentaati merekalah yang sukses dan properity.

Pemerintahan agama tidak bisa berlaku adil dgn agama2 lainnya,oleh karena itu ALLAH tdk memerinatahkan mendirikan negara agama.

ALLAH memerintahkan ikutilah Ulil Amri dan Rasul.
artinya agama dan pemerintahan harus terpisah
agar pemerintah bisa berlaku adil utk semua agama.

salam
http://bertaqwa.multiply.com/

#13. Dikirim oleh alatif  pada  05/05   09:07 AM

coba tunjukkan negara mana yg mayoritas penduduknya muslim yg menghalangi agama kafir utk beribadah? Justru faktanya org kafir selamat utk beribadah dan berusaha mencari penghidupan di negeri yg mayoritas penduduknya mayoritas muslim.yg justru mendapat perlakuan tdk adil itu malah kaum muslimin yg minoritas disuatu negara.contoh prancis,melarang wanita muslim berhijab,bukankah berhijab itu bagian dari ajaran islam? apalagi USA yg selalu memata matai kaum muslimin. dan banyak contoh perlakuan biadab negara2 yg kaum musliminnya minoritas.

#14. Dikirim oleh arokanda  pada  06/05   03:25 AM

tapi skrang mreka memerangi kita pak....
kan allah telah bersabda yahudi dan nasrani tak akan ridho sebelum kita masuk agama mereka.....

#15. Dikirim oleh mujahidul haq  pada  06/05   02:18 PM

aku mau koreksi saja.. penulis salah dengan istilah ‘kafir’, yang benar seharusnya ‘musyrik’. Kalau musyrik itu baru mengacu pada kelompok pagan arab, lebih khusus lagi pagan quraisy. Tapi kalau kafir itu konteksnya luas, di Quran juga ada ahli kitab yang disebut kafir.

#16. Dikirim oleh rani  pada  06/05   06:25 PM

Amerika, barat dan umat islam.., sebenarnya yg diperlukan saat ini bukan menghujat, memboikot.tapi kita harus belajar fair,belajar mengakui bahwa barat lebih unggul dari kita saat ini.orng barat dalam kehidupan bernegaranya scr akidah islam, tauhid tdk islam.kita harus akuin itu.negara ini, mayoritas islam, tauhid islam tp akidah tdk islam.korupsi dmana-mana.sehingga kesejahteraan tdk merata.rakyat tdk bisa berbuat apa2 selalu mengerti dan menikmati apa yg ada.kenapa kita tdk belajar bersatu membenahi negara ini.belajar dari barat.sisi positip barat kita ambil, kita contek.tapi sisi negatifnya kita buang.kita ganti dng keyakinan kita.ketika ada kaum missionaris yg menolong teman kita, kita marah dan marah.kenapa tdk kita duluan yg menolong ketika saudara kita membutuhkan.toh dlm agama kita sebagian harta kita ada hak kaum dhuafa.kl itu kita jalankan bener2 negara ini tdk akan ada orng miskin.korupsi haram, kalo kita terapkan benar2 negara ini akan sejahtera.sudah saatnya kita berbenah.sudah saatnya kita membentengi diri kita dng ilmu.utk bisa bersaing dng negara barat.budaya timur digerus budaya barat.itu kesalahan kita sendiri.kenapa kita mau mengikuti gaya hdup yg negatif?ingat itu pilihan hdup kita lho.kita tdk harus ikut kebarat2an klo memang hal itu bertentangan dng budaya kita.tapi kita jga tdk segan2 meniru sisi positip orng barat, dlm hdup bernegara (jujur, disiplin ).negara ini sudah menjelma mjd anak singa yg diasuh oleh kambing.jd dia merasa dirinya kambing..

#17. Dikirim oleh puji nurhidayati  pada  06/05   08:11 PM

Saya punya pengalaman unik yg berkaitan dengan penyebutan non-muslim. Suatu hari datang serombongan orang berjubah ke rumah saya. Ketika saya tanya, mereka ingin berbincang dan memberikan pemahaman agama islam yang benar. Lalu saya katakan “maaf kami beragama katholik”. Lalu pemimpin mereka menjawab, “ohh anda non-muslim”. Saya jawab lagi, “saya bukan non-muslim, tapi orang beragama Katholik”. Sang pemimpin itu menjawab lagi, “iya itu kan non-muslim”.
Mungkin bagi orang lain ini ngga masalah. Tapi bagi saya ini adalah prinsip. Saya tidak akan pernah mau disebut orang non-muslim. Kalau memang mau menyebut yang berkaitan dengan agama, saya akan lebihs enang jika disebut sebagai orang katholik karena pada hemat saya, antara orang muslim dan orang katholik punya kedudukan yang sama di mata Allah. Yang menjadi lain nantinya adalah bagaimana prilakunya.
Ternyata pengalaman saya seperti ini banyak dialami oleh teman-2 saya yang beragama katholik atau kristen. Pertanyaan saya adalah kenapa ya orang-orang dng tipe seperti saya sebutkan di atas tidak pernah mau mengatakan “maaf, saya kira anda orang muslim. ternyata anda seorang katholik”. Apakah dengan menyebut orang lain sesuai dengan agamnya adalah perbuatan dosa? ini pertanyaan yang seringkali berputar dalam benak saya.

#18. Dikirim oleh Wirahadi  pada  07/05   02:36 PM

Buka mata, sekarang yang ada itu tinggal orang berilmu atau tak berilmu (orang bodoh) dalam artian jadilah orang yang banyak memiliki ilmu pengetahuan. kafir dan gak kafir itu udah usang karena urusan surga neraka itu sifatnya pribadi dan sudah diselesaikan oleh yg di-Atas.

#19. Dikirim oleh Agus Pampam  pada  08/05   05:30 AM

Asskum saudaraku seiman lagi lagi ribut kebebasan beragam yang merasa terjegal oleh Islam. Saudraku Islam gak pernag melarang orang untuk memluk suatu agama . Lihat Qs. Al kafirun 1-6, Islam gak pernah memporak porandakan suatu kaum apalagi dengan kekerasan. Tapi Islam tidak pernah akan mundur kalau umatnya selalu di dolimi . Serangkaian keributan yang terjadi adalah diawali penindasan terhadap umat Islam, yang oleh pers Dunia selalu menyebar fitnah bahw2a Islamlah yang memulai. Kita lihat Islam gk pernah mencemooh Kristus , Injil dan lain22nya. Tapi Kristen mencacimaki Al qur’an , Mencaci maki Nabi Muhammad, apa orng Islam Diam saja, Nanti dulu bung aku akan bela mesti sampai mati. Anda jangan terus memojokan Islam supaya kami ditumpas tanpa perlawanan.

#20. Dikirim oleh Yos Wibisono  pada  08/05   11:18 PM
Halaman 1 dari 3 halaman 1 2 3 >

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq