Fatima Mernissi: Berontak Demi Kaum Perempuan
Oleh Nong Darol Mahmada
Fatima Mernissi lahir tahun 1940 di Fez, Marokko. Ia tinggal dan dibesarkan dalam sebuah harem bersama ibu dan nenek-neneknya serta saudara perempuan lainnya. Sebuah harem yang dijaga ketat seorang penjaga pintu agar perempuan-perempuan itu tidak keluar. Harem itu juga dirawat dengan baik dan dilayani oleh pelayan perempuan.
Komentar
Setelah saya pelajari artikel-artikel yg memperjuangkan perempuan dalam sebuah kehidupan sehari-hari, maka disini saya ingin berkomentar bahwa perempuan disini harus kita lihat dari segi kemanusianya, jangan dari jenis kelamin. Perempuan dalam kancah politik bisa akan menjadi kambing hitam bila si perempuan itu bisa dikebiri. Artinya, perempuan jangan mau disetir begitu saja; kalau itu hitam usahakan kapanpun tidak akan erubah warna.
Terimakasih
penempatan perempuan yang setara dengan laki-laki memang sangat perlu tetapi tetap sesuai dengan proporsinya masing-masing,kondisi objektif yang terjadi sekarang adalah keidentikan persamaan hak laki-laki dan perempuan yang tentu saja itu justru menempatkan posisi perempuan di bawah.dan gerakan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan seringkali kebablasan,menempatkan lelaki sebagai musuh yanng harus di basmi bukan sebagai partner. tidak akan bisa berubah nasib kaum perempuan tanpa kolaborasi antara keduanya
-----
Komentar Masuk (2)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)