Ahmad Abdul Haq


Media Belajar

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 03 September 2010 15:01 WIBMedia Belajar

Media Belajar Ada banyak cerita dibalik kesuksesan seorang guru dalam mengajar. Salah satu pendukung sukses seorang guru adalah kepandaian dan kreativitas guru tersebut dalam mengunakan media pembelajaran yang digunakan dalam berinteraksi dengan siswa-siswi mereka. Kiki, sebutlah begitu namanya, adalah tipologi guru muda yang disenangi anak didiknya karena selalu atraktif dalam menggunakan media pembelajaran, baik yang sudah tersedia di sekolah, di lingkungan sekolah dan di rumah.

Mungkin tak terpikir sebelumnya bagaimana dedaunan kering, koran bekas, pembungkus semen, kaleng dan botol bekas minuman semacam soft drink akan menjadi alat media belajar yang efektif, baik untuk mata ajar fisika, biologi, kimia, dan bahkan sejarah. Pendek kata media belajar yang digunakan Kiki selain murah juga ramah dengan lingkungan. Jangan ditanya hasilnya, karena para siswa pun menjadi lebih termotivasi untuk belajar secara sederhana, mengunakan media belajar yang ramah lingkungan, serta yang paling penting adalah fun dan tidak membosankan.

Ketika Edu bertanya tentang media belajar yang digunakan Kiki dalam proses belajar-mengajar, jawaban Kiki sungguh diluar dugaan. Kiki seperti memahami benar prosedur pengembangan pembelajaran menurut Gerlach dan Elly, di mana tujuan instruksional diarahkan kepada rumusan tingkah laku yang harus dimiliki oleh siswa setelah selesai mengikuti pembelajaran. Barulah setelah itu Kiki merinci materi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Melakukan tes “entering behavoiur level” untuk mengetahui minat siswa sangatlah penting dimata Kiki, yaitu sebagai cara untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa yang sesuai dengan tujuan pembelajaran sebagai dasar untuk menentukan dari mana guru harus mengawali pembelajaran.

Selain itu kemampuan guru dalam merumuskan tujuan, isi dan entry behavior level akan menempatkan guru pada posisi yang benar ketika menentukan strategi yang sesuai dengan karakteristik tujuan maupun materi yang diberikan, juga termasuk mengatur dan mengelompokan siswa. Pengelompokan siswa diselaraskan dengan waktu yang tersedia, dan ruang belajar yang tersedia. Menentukan media yang cocok digunakan dalam pembelajaran dapat disesuaikan dengan tujuan, strategi, waktu yang tersedia, dan fasilitas pendukung lainnya. Barulah setelah itu kegiatan pembelajaran diakhiri dengan penilaian terhadap penampilan (performance) siswa untuk menentukan umpan balik dan merevisi rencana dan pelaksanaan pembelajaran selanjutnya.

Penting juga bagi para guru mengetahui alasan praktis memilih media tertentu dalam pembelajaran. Alasan praktis tersebut biasanya berkaitan dengan pertimbangan-pertimbangan dan alasan guru mengapa menggunakan media dalam pembelajaran. Beberapa alasan praktis penggunaan media dalam proses pembelajaran antara lain untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dan lain-lain. Media berfungsi sebagai alat peraga pembelajaran, seperti seorang guru kimia akan menjelaskan proses perubahan-perubahan zat dengan menggunakan gelas ukur, sebelum dilakukan praktikum, terlebih dahulu guru tersebut memperagakan bagaimana cara menggunakan gelas ukur dengan baik.

Penggunaan media, bagi beberapa orang guru, juga memiliki alasan pribadi mengapa mereka menggunakan media, di antaranya adalah karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, merasa sudah menguasai media tersebut, jika menggunakan media lain belum tentu bisa dan untuk mempelajarinya. Alasan familiarity tentu saja tidak selamanya tepat, jika tidak memperhatikan tujuannya. Meski demikian alasan ini cukup banyak terjadi dalam proses pembelajaran. Selain itu alasan kejelasan (clarity) juga menjadi pendorong mengapa guru membutuhkan media pembelajaran.

Yang lebih penting diketahui oleh para guru adalah bahwa penggunaan media harus dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satu aspek yang harus diupayakan oleh guru dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan secara aktif  baik secara fisik, mental, dan emosional. Dalam prakteknya guru tidak selamanya mampu membuat siswa aktif hanya dengan cara ceramah, tanya jawab dan lain-lain namun diperlukan media untuk menarik minat atau gairah belajar siswa. Untuk itulah media pembelajaran yang akan digunakan para guru harus mampu memacu dan memicu terjadinya proses pembelajaran yang aktif (active learning).


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy