Ahmad Abdul Haq


Menulis

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Selasa, 14 Desember 2010 10:40 WIBMenulis

Menulis Mari kita perhatikan cara para guru menulis soal ujian/tes untuk siswa mereka. Dalam berbagai kesempatan melakukan riset dan pelatihan terhadap guru, Edu selalu menemukan banyak sekali kelemahan guru dalam merangkai kalimat yang bisa dimengerti siswanya ketika membuat soal-soal ujian/tes. Apalagi jika bentuk soalnya essay, maka bentuk kalimatnya pasti lebih pendek dari pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk multiple choice dan pilihan ganda. Itupun biasanya mereka buat dengan cara mengikuti pola soal yang sudah ada dalam buku-buku panduan soal ujian/tes.

Kemampuan menganalisis dan mengungkapkan gagasan melalui sebuah tulisan menjadi sesuatu yang sangat mahal bagi para guru dan siswa. Titik tolak lemahnya kebanyakan ada pada keterbatasan mereka sendiri yang kurang membaca. Selain buku pokok bahan ajar, jarang sekali kita menemukan guru yang “gila baca” sehingga wawasannya sangat luas dan dicintai siswa-siswinya. Kelemahan membaca inilah yang menimbulkan persoalan awal mengapa kemampuan menulis guru, dan berujung pada kemampuan menulis siswa, sangat lemah. Bahasa lisan dalam bentuk instruksi seolah menjadi satu-satunya media pembelajaran yang mampu mereka berikan kepada para siswa.

Tak jarang juga sebenarnya mereka bertanya, “Pak, bagaimana caranya agar bisa menulis?” Maka nasihat pertama yang keluar adalah sebuah ungkapan populer dari Epictetus: “If you wish to be a writer, write!”.Ungkapan ini sebenarnya ingin mengatakan bahwa menulis sebenarnya merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. James McCrimmon dalam Writing With Purpose (1967) mengingatkan bahwa seorang penulis harus terampil memanfaatkan pengetahuan struktur bahasa dan kosakata sekaligus. Untuk memulainya seorang guru harus dapat meyakinkan dirinya sendiri bahwa menulis merupakan kegiatan mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan mempengaruhi pembaca atau siswanya. Maksud dan tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik jika guru dapat menyusun dan merangkai jalan pikiran dan mengemukakannya secara tertulis dengan jelas, lancar, dan komunikatif. Kejelasan itu amat bergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian dan pemilihan kata, serta struktur kalimat.

Penting juga untuk diketahui para guru bahwa pada umumnya, tulisan dapat dikelompokkan atas empat macam bentuk, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, dan argumentasi. Bentuk tulisan narasi dipilih jika penulis ingin bercerita kepada pembaca. Narasi biasanya ditulis berdasarkan rekaan atau imajinasi. Akan tetapi, narasi dapat juga ditulis berdasarkan pengamatan atau wawancara. Narasi pada umumnya merupakan himpunan peristiwa yang disusun berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Dalam tulisan narasi, selalu ada tokoh-tokoh yang terlibat dalam suatu atau berbagai peristiwa.

Bentuk tulisan deskripsi dipilih jika penulis ingin menggambarkan bentuk, sifat, rasa, corak dari hal yang diamatinya. Deskripsi juga dilakukan untuk melukiskan perasaan, seperti bahagia, takut, sepi, sedih, dan sebagainya. Penggambaran itu mengandalkan pancaindera dalam proses penguraiannya. Tujuan deskripsi adalah membentuk, melalui ungkapan bahasa, imajinasi pembaca agar dapat membayangkan suasana, orang, peristiwa, dan agar mereka dapat memahami suatu sensasi atau emosi. Pada umumnya, deskripsi jarang berdiri sendiri. Bentuk tulisan tersebut selalu menjadi bagian dalam bentuk tulisan lainnya.

Bentuk tulisan eksposisi dipilih jika penulis ingin memberikan informasi, penjelasan, keterangan atau pemahaman. Berita merupakan bentuk tulisan eksposisi karena memberikan informasi. Tulisan dalam majalah dan buku teks merupakan bentuk eksposisi. Sedangkan tulisan berbentuk argumentasi bertujuan meyakinkan orang, membuktikan pendapat atau pendirian pribadi, atau membujuk pembaca agar pendapat pribadi penulis dapat diterima. Bentuk argumentasi dikembangkan untuk memberikan penjelasan dan fakta-fakta yang tepat sebagai alasan untuk menunjang kalimat topik (thesis sentence), seperti ditemui dalam kolom opini/wacana/gagasan/pendapat.

Yang juga perlu diperhatikan para guru yang ingin mulai menulis adalah, kendatipun keempat bentuk tulisan tersebut memiliki ciri masing-masing, mereka tidak secara ketat terpisah satu sama lain. Selamat mencoba!


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy