Ahmad Abdul Haq


Ujian Nasional

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Kamis, 16 April 2015 02:50 WIBUjian Nasional

Ujian Nasional

Kemarin baru saja diselenggarakan Ujian Nasional (UN) dan saya termasuk yang gembira karena UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Menurut saya sekolah adalah tempat menimba ilmu dan diperlukan kreativitas bagaimana membuat anak-anak dengan senang menimba ilmu.

Sekolah seharusnya tidak berbeda dengan seminar atau workshop yang saya kerap berikan. Wong sama-sama bayar kan, harusnya sama-sama menarik dan sama-sama disenangi oleh psertanya. Saya sangat senang karena di tahun pertama, Mas Anies Baswedan menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan langsung menghilangkan UN sebagai syarat kelulusan SMA dan menghilangkan UN di SD dan SMP. Sekolah bukan untuk mencari nilai dan yang lebih parah sekolah yang benar harus menanamkan kejujuran dari kecil.

Saya lebih senang lagi karena jauh sebelum Mas Anies membuat peraturan ini, sebenarnya sudah ada anak muda bernama Andri Rizki Putra yang secara berani ‘bersuara’ dengan jalan keluar dari sekolah. Menurut Rizki, “Jika pendidikan didasarkan oleh praktik kecurangan dan ketidakjujuran, maka makna pendidikan itu sudah tidak ada lagi”.

Rizki secara kreatif lantas belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Dengan metode ini, Rizki berhasil meneyelesaikan pendidikan setara SMA dalam waktu satu tahun. Pengalaman ini pula yang akhirnya membawa Rizki untuk membantu anak-anak yang putus sekolah secara gratis dan dia membantu murid-muridnya untuk mendapatkan ijasah paket A, B dan C.

Saya merinding, saat mendengar profil Rizki dibacakan oleh Mendikbud Anies Baswedan saat memberikan penghargaan Kick Andy Young Hero pada Andri Rizki Putra. Seperti yang Mas Anies suka lontarkan, “Orang baik jangan mendiamkan hal yang tidak baik” dan Rizki adalah salah satu contoh bagus untuk itu. Rizki tidak perlu ‘bertarung’ secara keras namun Rizki memilih perjuangannya dengan cara yang berbeda namun berdampak buat banyak orang. Yang pasti Rizki tidak tinggal diam saat secara sistemik seluruh murid di sekolahnya menikamti UN dengan sistim contek massal. Rizki bersuara dengan cara yang berbeda.

Rizki yang kini mendirikan Yayasan Pemimpin Anak Bangsa ini selalu menanamkan pendidikan seteraan gratis yang berkulitas dan menanamkan prinsip kejujuran dan keberagaman. “Kami tidakbutuh murid yang pintar, tapi yang jujur dan berintegritas” tambah Rizki.

Lebih terlambat daripada tidak sama sekali. Semoga generasi muda penerus bangsa bisa benar-benar menikmati masa sekolah sebagai masa yang paling indah. Masa-masa menyenangkan dimana karakter mereka terbentuk. Bagaimana pendidikan bisa masuk dan memberi mereka inspirasi positif sehingga mereka bisa benar-benar bermanfaat untuk sesame mereka di kemudian hari.

Yoris Sebastian
Penulis buku Creative Junkies & Pendiri OMG Consulting
Visit http://yorissebastian.com and follow me on http://twitter.com/yoris

 

Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy