Ahmad Abdul Haq


Band Tukang Cendol

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Kamis, 11 Oktober 2007 12:00 WIBBand Tukang Cendol

kick andy Kehadiran mereka segera memicu kemarahan kelompok musik lainnya.mereka dicaci maki, dihujat sebagai kumpulan orang-orang kampung yang tidak layak bermain musik. Mereka juga dikecam karena dianggap merusak selera musik para pendengar. Lebih jauh mereka dituduh menghancurkan citra musisi Indonesia. Bahkan kelompok musik ini diancam akan dibunuh. Ancaman itu dikemas dalam sebuah musik rap yang beredar di internet dan dari handphone ke handphone. Syairnya membuat merinding siapa pun yang mendengarnya karena kasar dan kotor. Mengapa band ini begitu dibenci oleh sebagian musisi? Kami juga tidak tahu apa dosa kami, ujar Dody, pemimpin kelompok musik yang menamakan diri mereka Kangen Band ini. Bagaimana dengan tudingan bahwa mereka adalah kumpulan tukang jual cendol dan kuli bangunan yang tidak becus main? Mau bilang apa. Sebelum bergabung dengan Kangen Band, saya memang jualan cendol, ungkap Andika, penyanyi band ini. Saya juga tidak pernah menyembunyikan fakta bahwa saya dulu kuli bangunan dan kenek angkot, Dody menambahkan. Bahkan Dody mengaku tidak malu mengakui ayahnya seorang tukang becak dan ibunya penjaja makanan keliling. Saya bangga pada ayah saya walau dia hanya tukang becak. Dengan menarik becak dia mampu menyekolahkan empat anaknya. Saya merasa malu kalau ayah saya rampok, pemain gitar Kangen Band ini mengaskan. Lahirnya Kangen Band, menurut Dody, berawal dari kegiatan mereka bermain musik di tempat penyewaan alat-alat band tempat mereka bekerja sambilan. Dari situ Dody kemudian mulai menciptakan lagu. Sampai suatu hari mereka nekad merekam lagu-lagu yang mereka ciptakan. Kita patungan. Andika nyumbang dari hasil jualan cendol, Tama menjual gitarnya, akhirnya terkumpul sejumlah uang dan kami rekam musik ciptaan kami di CD. Karena tidak tahu mau dijual ke mana, mereka kemudian mengirimkan CD itu sebuah stasiun radio di Bandar Lampung, tempat asal mereka. Ternyata lagu yang diputar di radio itu mendapat sambutan bagus. Walau pada awalnya mereka terpaksa pura-pura menelepon radio tersebut bergantian untuk meminta diputarkan lagu-lagu Kangen Band. Popularitas lagu-lagu itu membuat para pembajak mulai beraksi. Tak ayal lagu-lagu bajakan itu beredar luas sampai ke Jawa. Bayangkan, belum dijual saja sudah dibajak. Itu yang membuat kami tertarik untuk merekam lagu-lagu mereka, ujar Yusac dari perusahaan label Warner Music Indonesia. Hasilnya sungguh luar biasa. Dalam kurun waktu relatif singkat album pertama Kangen Band laris dan bahkan menembus 300 ribu keping dan membuat mereka mendapat penghargaan platinum. Mereka hadir pada saat yang tepat. Segmen lagu-lagu jenis itu lagi kosong setelah jamannya The Mercys. Itu salah satu faktor mengapa lagu-lagu Kangen Band bisa diterima pendengarnya, ujar pengamat musik Bens Leo. Tapi kalau mau bertahan mereka harus meningkatkan kualitas bermusik mereka. Kangen Band boleh saja dikecam. Tapi anak-anak asal Lampung ini sekarang semakin terkenal. Lagu-lagu mereka semakin banyak dinyanyikan para penggemarnya. Terutama hit mereka Aku, Kau dan Dia serta Selingkuh. Di Kick Andy orangtua para personil Kangen Band juga bercerita tentang perasaan mereka setelah anak-anak mereka sekarang menjadi orang terkenal. Termasuk bagaimana kehidupan ekonomi mereka mulai berubah. Dody minta saya tidak narik becak lagi. Dia bilang sekarang saatnya dia membalas budi orangtua dari hasil bermain musik, ujar Paijo, ayah Dody.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy