Ahmad Abdul Haq


YANG KELIRU DI NEGERI INI

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 15 Maret 2013 21:04 WIBYANG KELIRU DI NEGERI INI

YANG KELIRU DI NEGERI INI

Banyak hal yang keliru disekitar kita tapi sering kita tidak tahu bahwa itu keliru. Atau mungkin kita sebenarnya menyadari bahwa itu keliru tetapi karena semua orang melakukannya kita menganggapnya lumrah. Seperti contohnya tanda dilarang merokok di tempat umum. Dalam hal ini pemerintah sudah membuat aturan yang jelas bagi perokok untuk tidak seenaknya merokok di tempat umum. Namun sering kita jumpai para perokok dengan santainya merokok di tempat umum tanpa mengindahkan peraturan yang berlaku. Dan karena pemandangan serupa kerap kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak langsung kita pun menganggapnya hal biasa.

Kick Andy kali ini akan mengangkat topik terkait kekeliruan yang ada di negeri ini. Dengan menghadirkan pakar Kelirumologi yaitu Jaya Suprana. Banyak diantara kita yang mungkin tidak paham dengan istilah Kelirumologi itu sendiri. Menurut Jaya Suprana, kelirumologi adalah suatu paham kesadaran untuk senantiasa berusaha menelaah kekeliruan demi mencari kebenaran. “Dunia tidak butuh ilmu membuat kekeliruan, karena sudah dijejali dengan banyak kekeliruan,” tutur Jaya. Ia menambahkan, “Kelirumologi ini kalau boleh disebut ilmu, maka tidak akan pernah ada habisnya. Pasti banyak sekali. Karena manusia itu memang sering membuat kekeliruan. Keliru tidak hanya dalam bahasa, namun sikap dan perilaku.”

Apa yang dibahas dan ditelaah dalam Kelirumologi juga bukanlah hal baru. “Semua filosof dari dulu sudah melakukan ini. Cara berpikir mereka memang seperti itu. Mencari salahnya dan kelirunya dimana. Kalau saya ini, saya bagian pencetus istilahnya saja. Saya ini cuma Bapak Pencetus Istilah Kelirumologi,” ujar Jaya. Selama ini, Jaya memang dikenal sebagai “Bapak kelirumologi”. Jaya kerap menulis berbagai artikel tentang Kelirumologi di berbagai media massa.

Berbagai kekeliruan yang terjadi di masyarakat kemudian dibahas demi mencari kebenaran dari kekeliruan tersebut. Mulai dari hal-hal umum seperti: parkir sembarangan bahkan ditempat yang terdapat tanda DILARANG PARKIR, tidak mengindahkan lampu lalu lintas bahkan saat lampu kuning bukannya melambatkan kendaraan tetapi justru sebaliknya tancap gas agar lolos dari lampu merah, menyeberang jalan sembarangan dan bukan di jembatan penyeberangan yang telah disediakan, bahkan jalur busway yang dikhususkan untuk bus transjakarta kerap digunakan oleh kendaraan lainnya. Dalam hal ini, Jaya merasa bahwa kekeliruan yang pertama adalah dari nama “busway” itu sendiri. Busway yang memiliki arti jalur bus ternyata hanya boleh dilewati oleh bus transjakarta sedangkan bus-bus umum lainnya yang notabene adalah “bus” harus berbagi jalan dengan kendaraan pribadi lainnya.

Selain hal-hal umum diatas, Andy F. Noya dan Jaya Suprana juga menyoroti sikap dan perilaku para koruptor yang terkesan tidak menyesali perbuatan mereka danĀ  terlihat happy bahkan masih bisa tersenyum saat diliput media. Padahal apa yang mereka lakukan salah dan merugikan rakyat. Dalam hal ini Andy F. Noya mempertanyakan apa yang keliru disini?

Selain itu juga masalah hukum di negeri ini yang terkesan tebang pilih. Seperti apa yang terjadi dengan nenek minah yang dituduh mencuri biji kakao tiga butir senilai Rp. 2000 dan kemudian terkena ancaman enam bulan penjara. Bandingkan dengan pelaku korupsi yang telah merugikan negara hingga milirian rupiah dan kemudian hanya diharuskan membayar denda dan di penjara beberapa tahun. Namun tidak diharuskan untuk membayar kerugian negara sesuai dengan nilai uang yang dikorupsinya. Apa yang keliru disini?

Masih banyak hal-hal lain yang dianggap keliru di negeri ini yang dibahas dengan gaya khas Andy F. Noya dan Jaya Suprana. Terkait kelirumologi, Jaya Suprana pernah memberikan penghargaan kepada 10 tokoh yang dianggap berjasa meluruskan kekeliruan di negeri ini. Penghargaan tersebut diberi nama “Penghargaan Kelirumologi”. Salah satu tokoh yang pernah menerimanya adalah Kwik Kian Gie. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian ini dinilai berhasil mengungkap berbagai kekeliruan yang terjadi dalam bidang ekonomi.

Jaya Suprana kemudian juga menominasikan Andy F. Noya untuk menerima penghargaan kelirumologi. Dalam bidang apa? Selamat menyaksikan.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy