Ahmad Abdul Haq


SEDEKAH MEMBAWA BERKAH

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 17 Juli 2015 20:05 WIBSEDEKAH MEMBAWA BERKAH

SEDEKAH MEMBAWA BERKAH

Manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Untuk itu kita harus berbagi kepada sesama salah satunya dengan bersedekah. Mungkin sebagian orang berpikir bahwa untuk berbagi harus menunggu kaya tapi sejatinya berbagi dapat dilakukan kapan saja dan dengan apa saja. Seperti apa yang dilakukan oleh narasumber kick andy kali ini.

Berawal dari membantu biaya pengobatan seorang balita yang sakit. Ma'ruf Fahrudin tergerak untuk berbagi dan membantu sesama. Pria berusia 27 tahun ini kemudian mengajak beberapa temannya bergabung dan mendirikan sebuah komunitas sosial yang diberi nama Laskar Sedekah.

Kantor Laskar Sedekah berdiri pada tanggal 30 Maret 2012. Sebagai pendiri Komunitas Laskar Sedekah, Ma'ruf berkomitmen untuk mendedikasikan waktunya untuk komunitas ini. Diluar kesibukannya mengurus usaha rental proyektor yang sudah dijalaninya selama lebih dari 2 tahun.

Melalui slogan mereka, "sedekah 100%, tanpa dipotong operasional", Ma'ruf bersama pasukan Laskar Sedekah lainnya menyalurkan sedekah  kepada mereka yang membutuhkan seperti fakir miskin, janda dan duda terlantar, dan masih banyak lagi.

Saat ini Komunitas Laskar Sedekah bahkan  sudah memiliki 5 unit ambulance yang dibeli dari sumbangan para donatur. Mobil ambulance ini digunakan untuk mengantar pasien yang membutuhkan pertolongan berobat ke rumah sakit. Tanpa dipungut biaya sepersen pun. Menurut Ma'ruf dengan bersedekah kita justru menjadi kaya; kaya hati, kaya harta serta kaya didunia dan akhirat.

Agus Wicaksono atau akrap disapa Sonnie dan Habsari Budi Utami atau Ari memiliki cara tersendiri dalam bersedekah. Berawal dari kesamaan visi untuk berbagi dan menjadikan hidup lebih bermanfaat. Tahun 2012 lahirlah ide untuk mendirikan warung ikhlas sebagai sarana berbagi nasi bungkus kepada mereka yang membutuhkan.

Kegiatan sosial warung ikhlas ini dibuat dengan konsep sosial bisnis yang unik dan inspiratif. Mereka tidak hanya sekedar membagi-bagikan nasi bungkus secara gratis. Tetapi menjualnya dengan harga yang murah yaitu Rp. 2000. Meskipun murah, makanan yang diberikan sehat dan berkualitas karena dimasak sendiri dan menggunakan nasi dan sayur organik.


Bantuan narasumber dari Baznas & OLX

Menurut Sonnie dan Ari, konsep menjual dengan harga murah ini mereka terapkan bukan untuk mendapatkan keuntungan. Melainkan cara mereka agar orang miskin yang membeli nasi bungkus juga bisa berbuat kebaikan. Karena uang hasil penjualan nasi bungkus digunakan untuk operasional dan menggaji karyawan yang bekerja di warung ikhlas. Sedangkan biaya untuk pembuatan nasi bungkusnya semuanya berasal dari para donatur.

Seiring perkembangannya konsep warung ikhlas juga diadaptasi dikota lainnya seperti Solo dan Padang. Kedepan Sonnie dan Ari berharap semakin banyak masyarakat yang terketuk hatinya dan konsisten dalam bersedekah.

Berbagi tidak harus menunggu kaya. Karena berbagi tidak harus dengan uang, kita juga bisa berbagi dengan ilmu yang kita miliki. Inilah yang dilakukan oleh Ardiansyah. Pria berusia 28 tahun ini mendirikan gerakan berbagi yang diberi nama Ilmu Berbagi sejak bulan Oktober 2011.

Gerakan ini awalnya berupa blog pribadi dimana Ardi biasanya berbagi ilmu yang dipelajarinya kepada para pembaca blognya. Ardi merasa bahwa ia sangat beruntung karena bisa melanjutkan kuliah dengan beasiswa yang didapatnya. Untuk itu ilmu yang didapatnya kemudian ia bagikan kepada masyarakat yang tertarik dengan bidang ilmu yang ditekuninya.

Seiring berjalannya waktu, semangat inipun meluas hingga terbentuk komunitas Ilmu Berbagi pada awal tahun 2013. Komunitas ini mengajak para relawan berbagi dibidang sosial dan pendidikan.

Kini komunitas ini sudah berkembang hingga ke beberapa negara seperti Korea, Jepang dan juga Hongkong. Ilmu Berbagi pun sudah menjadi sebuah organisasi legal yang resmi terbentuk sebagai wadah organisasi non-profit dengan program-programnya. Antara lain beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi, pelatihan gratis disekolah binaan, pengembangan taman bacaan dan masih banyak lagi.

Melalui komunitas ini Ardi yang juga dibantu sang istri, Andini Imaniar Putri mengajak teman-teman untuk ikut berbagi. "Karena ilmu itu ada, ya untuk berbagi".


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy