JIL Edisi Indonesia

Menyambut Idul Qurban 1428 H.

Oleh Abd Moqsith Ghazali

Fakta-fakta historis di atas sengaja diungkap untuk menunjukkan cara-cara
bermartabat para founding fathers agama-agama semitik dalam menyikapi pluralitas agama-keyakinan, etnis, suku, dan sebagainya. Jelas, sebagaimana diteladankan Ibrahim, Nabi Muhammad adalah tokoh yang proaktif mencari solusi konflik dan perselisihan dengan menyelenggarakan dialog lintas suku dan agama.

07/01/2008 | Kliping | Komentar (2) #

Diskusi Akhir Tahun: Islam Santun ala Indonesia

Oleh Saidiman

Fakta bahwa kaum agamawan begitu alpa terhadap fenomena sosial seperti kemiskinan dan lumpur Lapindo (Sidoarjo, Jawa Timur) adalah bukti bahwa agama tidak lagi memiliki daya pikat untuk berbicara tentang persoalan riil yang dihadapi oleh masyarakat. Dalam pada itu, agama menjadi terasing di tengah-tengah arus modal yang luar biasa besar. Agama begitu mudah diseret ke dalam konflik kepentingan.

31/12/2007 | Diskusi | Komentar (13) #

Satu Istri

Oleh Nong Darol Mahmada

Buku ini jelas-jelas diperuntukkan untuk suami baik yang punya niat berpoligami atau tetap monogami. Bagi yang berniat poligami, setelah membaca buku ini pasti tak akan jadi menambah istrinya. Bagi yang setia dengan satu istri, pasti akan semakin membahagiakan istrinya.

12/12/2007 | Buku | Komentar (44) #

NU, Ru’yah, dan Reformasi Penanggalan

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Padangan-pandangan dalam mazhab fikih yang hampir sebagian besar mengukuhkan metode ru’yah itu hanyalah kelanjutan saja dari tradisi dalam masyarakat Arab pada zaman itu. Sebagaimana kita tahu, hampir semua mazhab Islam lahir dalam konteks di mana tradisi ru’yah memang lazim
berlaku. Dengan kata lain, metode ini bukan sesuatu yang tidak bisa ditinjau ulang.

03/12/2007 | Kolom | Komentar (7) #

Diskusi di Semarang Agama-agama Besar Dilanda Krisis

Oleh M. Nasruddin

Yang lebih menggelikan, ketika MUI memfatwa sesat, presiden ikut-ikutan. Ini artinya bahwa fenomena politisasi isu syariat menjadi amat riskan. ”Islam yang sudah lahir sekian ribu tahun lalu, tiba-tiba ditejemahkan pemda yang tidak paham Islam”

02/12/2007 | Diskusi | Komentar (15) #

Amran dan Beberapa Kekeliruan

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Kata-kata yang selalu saya ingat dari Roger Williams, seorang pejuang gigih kebebasan beragama di Amerika, adalah “iman yang dipaksakan akan terasa “bau” di hidung Tuhan”. Masyarakat tidak bisa dicegah untuk memeluk keyakinan apapun, asal keyakinan itu tidak menimbulkan kerusakan fisik yang melanggar hukum sipil yang ada. Inilah prinsip kebebasa beragama yang menurut saya konsisten dengan deklarasi Qur’an, “la ikraha fil al-din”.

27/11/2007 | Kolom | Komentar (3) #

Tadarus Ramadan JIL 1428 H sesi II Takfir Minimalis al-Ghazali

Oleh Saidiman

Pada kesempatan lain, al-Ghazali mengkritik para teolog (ahli kalam) yang mengkafirkan masyarakat umum hanya karena mereka tidak mengerti dalil-dalil teologi. Al-Ghazali menyatakan bahwa ada banyak cara untuk mengetahui Tuhan. Dan surga tidak hanya dimonopoli oleh kaum teolog. Atas dasar itulah maka, bagi Kiai Husein, sesungguhnya al-Ghazali adalah seorang pemikir bebas yang mengusung ide-ide kebebasan.

27/09/2007 | Diskusi | Komentar (2) #

Tadarus Ramadan JIL 1428 H sesi I Siapa Yang Rancu: Para Filosof atau al-Ghazali?

Oleh Malja Abror

“Kenapa Tahafut al-Falâsifah begitu berhasil? Itu tidak lain karena sebenarnya al-Ghazali memang paham apa yang dia mau kritik,” kata Mulyadi. Ia lalu menambahkan bahwa dari kitab al-Ghazali lainnya, Al-Munqidz min al-Dlalâl, sebenarnya kita tahu posisi “epistemologis” al-Ghazali, yaitu: janganlah mengkritik sesuatu kalau anda belum memahami betul apa yang mau anda kritik.

20/09/2007 | Diskusi | Komentar (11) #

Pembaharuan Jalur Lambat Al-Qardlawy dan Az-Zuhaily

Oleh Umdah El-Baroroh

Dalam pandangan kaum puritan, keduanya bukan saja dianggap moderat. Lebih dari itu, mereka bahkan dicap liberal dan telah keluar dari Islam. Tuduhan tersebut lantaran keduanya dianggap terlalu mengedepankan aspek mashlahah (kebajikan publik) dan akal dalam analisis fikih, serta mengampanyekan terbukanya kembali pintu ijtihad dalam Islam.

12/09/2007 | Diskusi | Komentar (0) #

Diskusi di Ciputat Ibrahim Husein Sosok Kontroversial

Ibrahim Husein termasuk sosok pembaharu hukum Islam yang cenderung berani melahirkan gagasan-gagasan revolusioner pada masanya. Sikap revolusioner pemikirannya ditampilkan dalam upayanya merelatifkan syariah. Menurutnya syariah perlu dipikirkan, perlu diletakan sebagai produk manusia yang tidak bersifat absolut.

12/09/2007 | Diskusi | Komentar (2) #
Halaman: 11 dari 108 « First  <  9 10 11 12 13 >  Last »

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq