JIL Edisi Indonesia

Perihal Pendirian Rumah Ibadat

Oleh Abd Moqsith Ghazali

Pertanyaannya, terkait dengan pasal ini: siapa yang merumuskan bahwa pendirian sebuah rumah ibadat didasari oleh keperluan nyata dan sungguh-sungguh? Fakta yang terjadi, mayoritaslah yang banyak mengambil peran tentang perlu dan tidaknya mendirikan sebuah rumah ibadat bagi umat agama minoritas. Lihatlah, betapa sulitnya gereja didirikan di tengah mayoritas umat Islam.

21/12/2005 | Kliping | Komentar (11) #

Perang (tidak) Suci

Oleh Abd Moqsith Ghazali

Perang fisik (qital) itu tak pernah suci, walau para pelakunya kerap menghendaki demikian. Ia tidak suci karena menumpahkan darah. Perang mengandung bau busuk yang menyengat. Bagaimana mungkin perang bisa disebut suci kalau di dalamnya penuh dendam dan angkara murka. Agama pun sering dipakai sebagai sampiran dari sebuah kebrutalan.

20/12/2005 | Editorial | Komentar (12) #

Problem Perbauran Muslim Australia

Oleh Pradana Boy ZTF

Komunitas muslim Australia didominasi kalangan imigran. Sampai hari ini, populasi muslim di Australia sudah mencapai sekitar 250.000 orang; berasal dari sekitar 37 latar belakang etnis. Meski demikian, fakta di atas bukan jaminan bagi komunitas muslim untuk bisa berbaur secara baik dengan masyarakat dan budaya Australia. Di dunia akademis, persoalan perbauran itu telah lama menjadi bahan perdebatan.

19/12/2005 | Kolom | Komentar (7) #

Radhar Panca Dahana: Semua Orang Merindukan Tuhan, Tapi…

Makna simbol-simbol agama yang digunakan dalam masyarakat, tak selalu seluhur yang mereka klaim dan dakwakan. Permainan simbol, tak jarang menyihir, menjebak, menipu, sekaligus memerangkap orang yang terkesima. Ilmu tentang penafsiran simbol-simbol, semiotika, selalu perlu untuk mengungkap makna di balik simbol-simbol tersebut. Berikut perbincangan Burhanuddin dari Jaringan Islam Liberal (JIL) Kamis lalu (8/12) dengan Radhar Panca Dahana, penyair yang kini mengajar sosiologi kebudayaan di Universitas Indonesia.

19/12/2005 | Wawancara | Komentar (4) #

Gus Dur: Saya Simpati pada Liberalisme Ulil Bedah Buku Menjadi Muslim Liberal

Oleh Umdah El-Baroroh

“Ulil dalam hal ini bertindak seperti Ibnu Rusyd yang membela habis-habisan kemerdekaan berpikir dalam Islam,” tulis Gus Dur dalam makalahnya. Akibatnya pun dapat terduga; keduanya harus menanggung takfîr (dituduh kafir) oleh mereka yang berpikiran sempit dan takut akan perubahan.

15/12/2005 | Diskusi | Komentar (28) #

Kesungguhan TPT MUI

Oleh Hamid Basyaib

Ketika pemerintah meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk Tim Penanggulangan Terorisme (TPT), jelas yang dimaksud bukanlah agar tim itu menanggulangi terorisme secara fisik, misalnya menggerebek barak latihan atau menangkapi para tersangka teroris. Sebab, selain MUI pasti tak sanggup melakukannya, itu merupakan wewenang aparat keamanan.

11/12/2005 | Editorial | Komentar (4) #

“Agnostisisme” Intelektual

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Saya kira tugas kesarjanaan memang bukanlah semata-mata ‘merawat’ tradisi yang sudah ada, atau menghafal apa-apa yang kita warisi dari para leluhur. Sebaliknya, membuka wilayah-wilayah baru dalam warisan yang sudah ada itu. Tanpa itu, dunia keilmuan tak akan berkembang. Tentu saja, usaha membuka hal-hal yang baru itu tidaklah mungkin jika semata-mata dilandasi oleh motif ideologis, yakni untuk membela posisi-posisi sosial-politik tertentu, atau bahkan agama tertentu.

11/12/2005 | Kolom | Komentar (12) #

Lily Zakiyah Munir: Pesantren Harus Pertahankan Jati Dirinya

Mengaitkan dunia pesantren dengan terorisme merupakan penilaian yang gegabah. Namun beberapa faktor internal dan eksternal pesantren mungkin saja ikut mempengaruhi corak keberagamaan yang diajarkan dunia pesantren. Berikut perbincangan Novriantoni dan Mohammad Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Lily Zakiyah Munir, direktur Center for Pesantren and Democracy Studies (Cepdes), Kamis (1/12) lalu.

11/12/2005 | Wawancara | Komentar (2) #

Persembahan untuk Cak Nur

Oleh M. Hanifudin Mahfud

Bebeda dengan dua pembicara di atas, Ust. Abu Zaid, justru menyatakan Cak Nur tidak membuat pencerahan dalam dunia Islam tapi justru penggelapan. Menurut aktivis HTI ini, yang bisa membuat pencerahan yaitu Khilafah Islamiyah. Semua persoalan kehidupan akan selesai dengan syariat Islam dan Khilafah Islamiyah. Dengan pandangan dasar tersebut, ia menolak pembaharuan pemikiran Cak Nur.

08/12/2005 | Diskusi | Komentar (3) #

Tim Jihad MUI

Oleh Hamid Basyaib

Pertanyaan-pertanyaan dasar itulah yang hari-hari ini sedang dicoba dijawab oleh tim ahli yang dibentuk pemerintah, yang dikoordinasikan oleh Majelis Ulama Indonesia (maka, demi keringkasan, sebut saja namanya “Tim Jihad MUI”). Mereka diminta bekerja sehubungan dengan makin seringnya peledakan bom (bahkan “bom bunuh-diri”), yang pelakunya menyatakan bahwa kejahatan besar itu dilakukan dengan alasan jihad.

04/12/2005 | Editorial | Komentar (1) #
Halaman: 34 dari 108 « First  <  32 33 34 35 36 >  Last »

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq