
Nama : GUNAWAN SIMON
Lahir : Bandung, 2 Juli 1943
Agama : Protestan
Pendidikan : -SD, Bandung
-SMP, Bandung
-SMA, Bandung
-Fakultas Kedokteran Unpad, Bandung (1972)
Karir : Dokter pada RS Emanuel, Bandung
Alamat Rumah : Jalan Bima 76, Bandung
Alamat Kantor : Jalan Bima 76, Bandung
|
|
GUNAWAN SIMON
Semula Gunawan Simon ingin masuk Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Tidak jadi karena soal biaya. Ayahnya yang hanya seorang guru itu pensiun ketika ia lulus SMA. Ibunya menyuruh berdoa agar mendapat jalan melanjutkan pelajaran. Tetapi, belum lagi ia diterima di perguruan tinggi, adiknya diserang muntaber. Ibunya membawa ke dokter yang masih kerabatnya di hari Minggu. Dokter yang sedang bermain badminton itu membentak, karena terganggu rekreasinya, meski pada akhirnya juga memberikan obat.
Gunawan pun hatinya berontak ketika itu. Ibunya kemudian menasihati, "Gun, kau harus jadi dokter. Tetapi, jadilah dokter yang baik, layanilah masyarakat yang datang padamu," ujar ibunya waktu itu. Itulah yang melecutnya mengubah pendirian dari keinginan sebagai dokter hewan jadi dokter manusia.
Nama Gunawan Simon mendadak mencuat karena memperkenalkan "cara baru" penyembuhan penyakit kanker. Bekas Wakil Presiden (Almarhum) Adam Malik yang menderita kanker hati ditanganinya, sampai saat-saat akhir. Padahal, Gunawan Simon bukan ahli kanker, bukan pula dokter spesialis. Ia hanya dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Unpad, 1972.
Gunawan Simon meracik sendiri obat-obatan yang diberikan pada pasiennya. Ini yang dinilai Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melanggar kode etik kedokteran. Dari hasil analisa, racikan obat yang diberikannya itu mengandung opium, sitostatika (pencegahan pembelahan sel kanker), preparat kortikosteroid (obat yang memiliki beberapa khasiat untuk beberapa penyakit), antibiotik, dan beberapa obat lain yang umumnya tergolong obat-obatan daftar G.
PB IDI kemudian menjatuhkan vonis padanya: rekomendasi izin praktek dokternya dicabut. "Ia masih bisa praktek, mungkin sebagai sinse," ujar Kepala Kantor Wilayah Depkes Jawa Barat, dr. Rustandi.
Gunawan Simon yang mendapat beasiswa dari Dewan Gereja-Gereja di Indonesia ketika kuliah di FK Unpad ini punya kebiasaan berdoa dahulu bersama para perawatnya sebelum mulai memeriksa pasiennya. Walaupun izin prakteknya dicabut, ia tetap boleh bertugas sebagai dokter di Rumah Sakit Emanuel, Bandung.
|