JIL Edisi Indonesia

Budhi Munawar-Rachman Tasawuf Mendorong Keberagamaan Inklusif

Karena tasawuf berurusan dengan soal-soal kerohanian, maka agama di sini harus dilihat dalam arti spiritual, arti spiritnya. Manusia sebenarnya punya satu ikatan primordial dengan Tuhan. Maka kata dien dalam al-Qur’an menjadi menarik, karena artinya adalah binding yang berarti ikatan manusia dengan Tuhan. Justru pada segi ini tasawuf memberikan perhatian yang sedalam-dalamnya, bukan dalam arti lahiriyah, seperti syari’ah sudah memikirkan fiqih.

17/02/2002 | Wawancara | Komentar (3) #

Metode Hermeneutika untuk Al-Qur’an

Oleh Ahmad Fuad Fanani

Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk (hudan) memiliki posisi sentral dalam kehidupan manusia. Ia bukan saja sebagai landasan bagi pengembangan dan perkembangan ilmu-ilmu keislaman, namun ia juga merupakan inspirator, pemandu dan pemadu gerakan-gerakan umat Islam sepanjang empat belas abad lebih sejarah umat manusia. Hal ini bisa terlihat dari dari bermunculannya gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Jam’at Islami di Pakistan, Wahabi di Saudi Arabia, maupun NU, Muhammadiyah, baik organisasi Islam lainnya di seluruh dunia.

17/02/2002 | Kolom | Komentar (0) #

Masdar F. Mas’udi dan Dr. Rizal Sukma: Empati dengan Berat Hati kepada Kaum Radikal

Perang melawan terorisme pasca tragedi 11 September akhir-akhir ini kembali menyedot perhatian setelah tertangkapnya Agus Budiman di Amerika, Faturrahman al-Ghazi Di Filipina, puluhan mahasiswa Indonesia di Yaman dan pemeriksaan KH Abu Bakar Basyir. “Banyak pihak terjebak generalisasi berlebihan dengan menyebut Islam identik dengan kekerasan, “ kata Masdar Farid Mas’udi dari Pokja PBNU.

10/02/2002 | Wawancara | Komentar (0) #

Islam dan Demokrasi

Oleh Drs. M. Zainuddin, MA

Demokrasi sering diartikan sebagai penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, partisipasi dalam pengambilan keputusan dan persamaan hak di depan hukum. Dari sini kemudian muncul idiom-idiom demokrasi, seperti egalite (persamaan), equality (keadilan), liberty (kebebasan), human right (hak asasi manusia), dst.

10/02/2002 | Kolom | Komentar (4) #

Goenawan Mohamad: Cupet, Pandangan Amerika ke Dunia Luar

Orang Amerika itu sebetulnya orang-orang yang pada umumnya tidak mengetahui banyak mengenai dunia luar. Memang seperti Indonesia, karena negara besar, beragam penduduknya, dan karena itu sibuk memahami diri sendiri terus menerus seperti kita, sehingga jadi kuper. Amerika sedikit sekali yang mengerti bagaimana Indonesia, bagaimana Islam, bagaimana Eropa. Saya dengar Presiden Bush sendiri sebelum jadi presiden belum pernah ke luar negeri.

03/02/2002 | Wawancara | Komentar (0) #

Mengaitkan Islam dengan Demokrasi Bukan Perkara Gampang

Oleh Bahtiar Effendy

Tidak mudah mengaitkan-ngaitkan Islam dengan demokrasi. Meskipun demikian, tidak sedikit Muslim yang berpandangan bahwa Islam sejalan dengan demokrasi. Dalam kaitannya dengan ini, biasanya sejumlah prinsip Islam dikemukakan, ditafsirkan, untuk kemudian disimpulkan bahwa nilai-nilai itu suatu semangat dengan pandangan profetik Francis Fukuyama—demokrasi. Prinsip-prinsip umum yang ditawarkan adalah keadilan (‘adl), persamaan (musawah), musyawarah (syura), volustarisme, dan sebagaianya.

02/02/2002 | Kolom | Komentar (1) #

Momentum Kebangkitan Islam Moderat

Maka, dalam konteks ini perlu ada agenda nyata dari kalangan moderat, tak sekadar bergelut di dataran wacana, tetapi juga aksi nyata di lapangan. Meraka lebih dulu harus merapatkan barisan, antara sesama elemen Islam moderat, mengingat tugas berat, meneguhkan peran positif Islam dalam merajut keharmonisan dalam konteks multikulturalisme Indonesia.

01/02/2002 | Kliping | Komentar (0) #

Akar-akar Sekularisme Dalam Islam

Dimoderatori oleh Luthfi Assyaukanie, diskusi berikut mengangkat isu sekularisme dalam Islam yang merupakan salah satu tema terhangat dalam Milis tersebut.

01/02/2002 | Diskusi | Komentar (4) #

Jamhari Makruf Salat Ya, Korupsi Ya!

Pertama, ternyata orang memahami Islam itu masih bersifat personal. Islamnya masih bersifat individual. Jadi mereka memahami Islam sebagai tahapan bagaimana hubungan dia dengan Tuhan. Itu mungkin yang bisa kita analisa. Bahkan ada teman yang berseloroh bahwa penelitian itu membuktikan sesugguhnya orang Islam di Indonesia sudah sekuler. Dalam arti, tenyata agama itu lebih cenderung kepada aspek personal. Jadi salat ya salat, korupsi ya jalan terus.

27/01/2002 | Wawancara | Komentar (0) #

Muhammadiyah dan Islam Liberal

Jika dilihat lebih jauh, berangkat dari doktrin a faith in action, membuat gagasan-gagasan mengenai Islam liberal, demokrasi, pluralisme, dan civil society, dalam Muhammadiyah dianggap penting, namun tidak terlalu banyak diperbincangkan. Bagi Muhammadiyah, lebih baik langsung berperilaku liberal, demokratis, dan pluralis, daripada banyak bicara liberalisme, demokrasi dan pluralisme, tetapi sebaliknya berperilaku antiliberal, antidemokrasi dan antipluralisme.

26/01/2002 | Kliping | Komentar (1) #
Halaman: 101 dari 109 « First  <  99 100 101 102 103 >  Last »

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq