JIL Edisi Indonesia

Membaca Peta Industri Perbukuan Islam

Oleh Novriantoni

Dalam lima tahun terakhir, pameran buku-buku keislaman di Jakarta selalu lebih semarak daripada pameran buku lainnya. Itulah kesan saya ketika menyaksikan beberapa kali perhelatan Islamic Book Fair (IBF) di Istora Senayan Jakarta. Terakhir adalah Islamic Book Fair 2007 yang berlangsung 3-11 Maret lalu. Tidak hanya menjual buku, IBF tahun ini juga dimeriahkan serangkaian kegiatan bertajuk “Indahnya Syariah dalam Kehidupan”.

19/03/2007 | Kolom | Komentar (5) #

Kekerasan Sektarian dan Jalan Perdamaian di Iraq

Oleh Sumanto al Qurtuby

Apa yang terjadi di Iraq saat ini adalah contoh nyata dari apa yang disebut Johan Galtung sebagai “lingkaran setan kekerasan” (vicious cycle of violence) yang tidak hanya melibatkan kekuatan politik (baca, “kekerasan struktural”) tetapi juga otoritas agama (baca, “kekerasan kultural”).

12/03/2007 | Kolom | Komentar (3) #

Mengapa Saya Berubah?

Oleh Fauzi Isman

Tapi setelah menjalani hukuman penjara selama lebih kurang 10 tahun, fakta menunjukkan kepada saya bahwa doktrin agar lebih mengutamakan jamaah, Amir atau Imam daripada orangtua dan keluarga itu sangat perlu dikoreksi. Mencurigai dan menganggap mereka sebagai potensi musuh atau dalam bahasa jamaah lainnya sebagai orang yang belum memperoleh hidayah hanya karena mereka belum bergabung ke dalam jamaah, jelas tidak benar dan menyesatkan.

04/03/2007 | Kolom | Komentar (7) #

Sekularisme Sukarela

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Yang mengherankan, di tengah bangkitnya kesadaran beragama kalangan Islam saat ini, “sekularisme sukarela” justru makin luas berkembang. Adalah suatu paradoks yang mencengangkan kalau di satu pihak umat Islam “gembar-gembor” bahwa Islam agama yang memberi solusi atas semua hal, lengkap (syamil, kamil, mutakamil), tapi di pihak lain justru mengabaikan soal-soal publik yang sangat mendesak seperti soal penanganan kota.

26/02/2007 | Kolom | Komentar (23) #

Gagasan Pluralisme Dewa

Oleh Saidiman

Filsuf abad Pencerahan, Imanuel Kant, membagi kebenaran dalam dua kutub besar: kebenaran fatamorgana (baca: fenomena) yang dicerap oleh potensi subjektif kemanusiaan, dan kebenaran hakiki (baca: numena) yang objektif dan tak terjangkau oleh potensi kemanusiaan. Ketika seseorang menyatakan sebuah kebenaran objektif, maka sesungguhnya itu hanyalah klaim kebenaran subjektif.

19/02/2007 | Kolom | Komentar (6) #

Harapan Besar Pada “Mesjid Kecil”

Oleh Luthfi Assyaukanie

Hijab atau pemisah dalam salat adalah salah satu problem teologis yang sampai hari ini masih terus diperdebatkan kaum Muslim. Film itu membawa pesan yang jelas, bahwa aturan hijab adalah buatan ulama dan para imam yang kepalanya terlalu banyak dipenuhi khayalan-khayalan tentang perempuan. “Hijab diperlukan karena perempuan mengganggu salat kita,” kata imam tua yang terus menggerutu.

12/02/2007 | Kolom | Komentar (10) #

Humanisme dalam Lirik Lagu Iwan Fals

Oleh Taufik Damas

Dalam lagu, orang biasanya bicara tentang cinta yang mengandaikan keserbacukupan materi; cinta yang membuat kebanyakan orang Indonesia menjadi lupa akan kondisi sosialnya; cinta yang cengeng, genit, glamor dan norak.

05/02/2007 | Kolom | Komentar (13) #

Tanggungjawab Keberagamaan Sosial Pasca Haji

Oleh Fajar Kurnianto

Haji mabrur yang disebutkan oleh Rasulullah akan dibalas dengan hadiah surga, “Tidak ada haji yang balasannya surga selain haji yang mabrur,” (HR Bukhari-Muslim) harus menjadi cita-cita final orang-orang yang berhaji. Namun, cita-cita itu bisa jadi hanya mimpi jika haji yang dilakukan sama sekali tidak membekas dalam sanubari yang itu tampak dalam perilakunya sehari-hari pasca haji. Atau, jika ibadah haji yang dilakukannya ternyata tidak membuat seseorang jera dalam melakukan tindak kejahatan dan keburukan.

29/01/2007 | Kolom | Komentar (0) #

Natal dan Pluralisme Agama

Oleh Moh. Shofan

Kaum Muslim dapat mengambil inspirasi dari sumber-sumber agama dan pengalaman sejarahnya, sembari mendorong tindakan-tindakan lebih jauh menuju pluralisme dewasa ini.

25/12/2006 | Kolom | Komentar (29) #

Jalan Sensualitas, Pintu Spiritualitas

Oleh Muhammad Nugroho

Ketika seseorang merasakan kenikmatan ejakulasi atau orgasme, maka ia seperti sedikit merasakan kenikmatan penyatuan diri (‘fana) seperti yang dialami para mistikus.

18/12/2006 | Kolom | Komentar (2) #
Halaman: 15 dari 109 « First  <  13 14 15 16 17 >  Last »

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq