Kolom

Berharap Kepada Islam Liberal

Oleh Denny JA, PhD

Yang istimewa dari komunitas ini adalah pandangan Islamnya. Mereka mewakili pandangan liberal. Konsep mereka baik tentang syariat Islam, Alquran, negara sekuler, Piagam Jakarta, sebagaimana terbaca dalam diskusi internet, sangat berbeda dengan yang selama ini berkembang dalam Islam yang mainstream. Dari kepentingan politik demokrasi, komunitas Islam Liberal ini memberi harapan baru. Komunitas ini seolah menjadi sintesa antara prinsip demokrasi dan agama Islam. Mereka menginterpretasikan sejarah dan doktrin Islam sehingga dapat paralel dengan prinsip demokrasi dan pluralisme kebudayaan modern.

28/09/2001 | Kolom | Komentar (1) #

Pelajaran Berharga dari Pakistan

Oleh Taufik Adnan Amal

Pakistan merupakan salah satu contoh yang bagus untuk kasus kontroversi semacam itu. Elan dasar pendirian “republik Islam” ini, seperti terartikulasikan dalam gagasan pendiri-pendirinya, Iqbal dan Jinnah, adalah kehendak komunitas muslim --sebagai bangsa terpisah di anak benua India-- untuk membentuk negara di mana mereka mampu menerapkan ajaran Islam dan hidup selaras dengan petunjuknya.

16/09/2001 | Kolom | Komentar (2) #

Evolusi Dari Bawah

Oleh Muhammad Qodari

Tak ada gunanya menuntut syariat atau negara Islam bila pemerintah dan masyarakatnya belum “siap” untuk itu. Mereka bergerak diam-diam, tak mau berkoar-koar, apalagi dengan ekspresi yang garang. Yang saya ingin katakan, di Indonesia pun kini bergerak kalangan Islam revivalis seperti di Malaysia. “Versi” Indonesia muncul lebih lambat 10-15 tahun.

09/09/2001 | Kolom | Komentar (0) #

Islam Popular

Oleh AE Priyono

Islam popular yang kita kenal sekarang ini, baik dalam varian tradisionalis, modernis, maupun liberalis, telah menyediakan preseden-preseden struktural dan ideal bagi kemungkinan tumbuhnya politik sipil, masyarakat sipil, dan demokrasi sipil. Apapun perbedaan wacana, perbedaan kepentingan, dan perbedaan peranan ketiga varian itu di sektor politik, sosial, maupun kultural, di dalam maupun di luar negara, sumberdaya Islam popular yang mereka manifestikan dalam berbagai artikulasi telah memperkaya pilihan-pilihan kita untuk membangun demokrasi di kalangan umat.

02/09/2001 | Kolom | Komentar (0) #

Islam di Antara Dua Model Demokrasi

Oleh Arskal Salim

Dua Model Demokrasi. Penjelasan yang diberikan Robert Pinkney (1994) tentang model-model demokrasi barangkali berguna untuk mengamati pro-kontra penerapan syariat di Indonesia. Setidaknya ada dua model demokrasi yang relevan untuk dikemukakan di sini, yaitu demokrasi berwawasan radikal (radical democracy), dan demokrasi berwawasan liberal (liberal democracy).

02/09/2001 | Kolom | Komentar (2) #

Basis Teologi Persaudaraan Antar-Agama

Oleh Budhy Munawar-Rachman

Dengan begitu, agama jelas mengakui adanya kesetaraan kaum beriman di hadapan Allah. Kalau orang Islam diwajibkan menjalankan agamanya, begitu juga umat dalam agama lain. Dalam surah al-Maidah (5:66) tertera: “Dan sekiranya mereka mengikuti ajaran Taurat dan Injil serta segala yang diturunkan dari Tuhan kepada mereka, niscaya mereka akan menikmati kesenangan dari setiap penjuru.”

18/08/2001 | Kolom | Komentar (1) #

Kegagalan Islam Politik: Kasus PKB-NU

Oleh Azyumardi Azra

Kejatuhan Abdurrahman Wahid dari kepresidenan dalam SI MPR 23 Juli lalu dari segi-segi tertentu merupakan ironi. Pada satu segi pergantiannya melalui SI MPR dan, dengan demikian, tidak diberi kesempatan lebih lanjut oleh MPR untuk melanjutkan masa jabatannya sampai 2004, melanjutkan tradisi suksesi yang tidak normal dalam kepemimpinan nasional sejak masa Presiden Soekarno.

12/08/2001 | Kolom | Komentar (0) #

Syariat Islam dan Keterbatasan Demokrasi

Oleh Saiful Mujani

Demokrasi punya keterbatasan untuk menampung semua aspirasi primordial yang antagonistik itu. Demokrasi tidak punya kekuatan yang cukup untuk mengakomodasi kekuatan mayoritas primordial agar norma-norma primordialnya diberlakukan sebagai kebijakan publik yang ditegakkan negara, misalnya lewat lembaga pengadilan dan kepolisian.

05/08/2001 | Kolom | Komentar (1) #

Teologi Pembebasan Perempuan

Oleh Nasaruddin Umar

Islam sejak awal ditargetkan sebagai agama pembebasan, terutama pembebasan terhadap kaum perempuan. Bisa dibayangkan, bagaimana masyarakat Arab yang misoginis dan dikenal sering membunuh anak perempuan, tiba-tiba diperintah melakukan pesta syukuran (‘aqiqah) atas kelahiran anak perempuan, meskipun baru sebatas seekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor bagi anak laki-laki.

29/07/2001 | Kolom | Komentar (2) #

Tafsir Humanis Atas Syariat Islam

Oleh Zuhairi Misrawi

Mencuatnya keinginan masyarakat muslim di tanah air untuk menerapkan syariat Islam merupakan gejala yang menarik untuk diamati, bukan hanya dalam hal penerapan yang bersifat teknis, akan tetapi dalam mengungkap dimensi yang hilang (al-bu’d al-dla’i’) dalam wacana syari’at Islam. Setidaknya terdapat ruang yang lebar untuk “memahami” kembali syariat Islam yang selama ini hanya identik dengan istilah “penerapan dan formalisasi” (tathbiq). Arus reformasi dan demokratisasi yang berhembus dahsyat pasca-totalitarianisme Orde Baru telah mengilhami keterbukaan dan kebebasan untuk mendiskusikan wacana keagamaan yang selama ini mengalami keterkungkungan.

22/07/2001 | Kolom | Komentar (5) #
Halaman: 40 dari 41 « First  <  38 39 40 41 >

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq